RADAR BOGOR - Car Free Day atau CFD di Kota Bogor tak kunjung terealisasi. Pemerintah belum menemui lokasi yang cocok untuk pelaksanaannya.
Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna menyarankan agar CFD tidak dilaksanakan di Jalan Sudirman seperti enam tahun kebelakang.
Hal itu terjadi karena beberapa alasan. Pertama di Jalan Sudirman terdapat gereja. Sehingga jika CFD di lokasi tersebut berpotensi ganggu aktivitas peribadatan.
“Berikutnya, Sudirman itu terlalu pendek jaraknya untuk CFD ga sampai satu kilo, tapi kalau ditutup macetnya parah, karena banyak yang menggunakan,” jelasnya.
Ditambah struktur jaringan jalan di Kota Bogor itu terbatas. Kondisi ini berbeda dengan jalan-jalan yang ada di daerah Jakarta.
“Di kita belum ada jalan lingkar. Jadi kalau ditutup di tengah kota, impact nya pasti ke jalan-jalan lain sekitarnya bakal macet,” terang Yayat.
Baca Juga: Saldo Tambahan Masuk KKS! Bansos PKH Validasi dan BPNT Mulai Dicairkan
Jika Pemkot Bogor tetang ingin mengadakan CFD yang menjadi keinginan warga, maka lokasi yang dinilai strategis yakni di Jalan Jalak Harupat.
"Jalan Jalak Harupat tuh ke bawah, nanti orang terintegrasi di mana, Di Sempur, jadi sifatnya di Bogor itu ya memang untuk berjalan kaki,” jelas Yayat.
Penyekatan bisa dimulai di depan Denpom. Jadi pengendara yang datang dari Jalan Djuanda bisa langsung diarahkan ke Jalan Sudirman.
“Jalur diputar di depan Denpom ke arah Sudirman, lalu keluar di Warung Jambu, terus ke Pajajaran, jadi orang merasa nyaman berjalan di sana,” ujarnya.
Sementara area CFD di Jalan Jalak Harupat hingga kawasan Taman Kencana. Strategi ini dinilai dapat menekan dampak kemacetan yang ditimbulkan.
Syaratnya tidak bole ada parkir motor di area CFD. Warga yang hendak CFD disarankan menggunakan transportasi umum.
“Atau kalau mau, parkirnya bisa di Jalan Sudirman, itukan ada beberapa space yang cukup lumayan,” kata Yayan pada Radar Bogor, Rabu 2 September 2026.
Kemudian CFD juga mesti diberi durasi waktu yang tepat. Misalnya dari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Rentan waktu ini dirasa aman, karena trafic kendaraan belum padat.
“Untuk pedagang jangan di area CFD. Tapi bisa ditempatkan khusus di sekitar Sempur atau di kawasan Taman Kencana, kasih tempat juga mereka,” terang Yayat.
Sebelumnya Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan pihaknya tengah menyisir lokasi yang tepat untuk menghadirkan kembali CFD di wilayahnya.
Baca Juga: Saldo Bansos Masuk Lagi Per 2 September: Cek Nominal PKH BPNT Validasi Sistem dan PIP
“Ya saya sedang mencari titiknya supaya semuanya tidak terganggu,” kata Dedie pada awak mwdia.
CFD di Kota Bogor mulanya berlangsung di Jalan Soedirman. Namun lokasi ini mesti dikaji ulang. Sebab terdapat tiga gereja yang berdiri di lokasi tersebut.
“Jemaat gereja menyampaikan kalau diselenggarakan di hari Minggu kan mereka ibadahnya hari minggu. Mereka lewat mana, saya juga mikirkan itu,” ucapnya
Kota Bogor disebut Dedie bukan hanya milik umat muslim saja. Sebagai pemimpin daerah, ia harus membuat satu kebijakan yang mengakomodor semua kepentingan.
“Jadi sabar, jangankan ummat, tatangkalan, sireum saya tanggung jawab. Semuanya ada di Bogor, jin juga sama, semuanya tanggung jawab saya,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin