KAI Daop 1 Jakarta Tangani 16 Perlintasan Kereta Api, Salah Satunya di Bogor

Reka Faturachman • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:37 WIB
Kereta melintas di salah stau titik perlintasan kereta api sebidang. (Foto: Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)
Kereta melintas di salah stau titik perlintasan kereta api sebidang. (Foto: Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)

RADAR BOGOR – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta mulai mengerjakan penanganan di 16 lokasi perlintasan kereta api.

Salah satu titik pekerjaan perlintasan kereta api tersebut berada di wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di jalur antara Bojong Gede dan Cilebut.

Penanganan perlintasan kereta api di sejumlah titik dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan teknis pada masing-masing lokasi.

Berdasarkan perkembangan pekerjaan hingga 31 Agustus 2026, seluruh 16 titik tersebut telah memasuki sejumlah tahapan pembangunan.

Prosesnya mencakup persiapan lahan dan pondasi, pemasangan fasilitas sanitasi beserta sarana pendukung, hingga pembangunan menggunakan bangunan modular.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan setiap lokasi memiliki kondisi dan karakteristik yang tidak sama sehingga proses pengerjaannya tidak dapat dilakukan dengan pola yang seragam.

Baca Juga: Jus Antara, Tempat Nongkrong Murah dan Sehat Baru di Sukaraja Cibinong

“Karakteristik di setiap titik berbeda-beda. Oleh sebab itu, tahapan pekerjaan di masing-masing lokasi juga tidak selalu berjalan dalam waktu yang bersamaan. Pelaksanaan pembangunan disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan, kesiapan area, serta kebutuhan teknis dan aspek keselamatan,” ujar Franoto.

Salah Satu Lokasi Berada di Kabupaten Bogor

Salah satu lokasi yang sedang ditangani berada di Petak Bojong Gede–Cilebut, Kabupaten Bogor, tepatnya di JPL 26C KM 43+272.

Sebelum pekerjaan fisik dilakukan, sejumlah lokasi terlebih dahulu menjalani proses joint inspection bersama pihak-pihak terkait.

Pemeriksaan bersama tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi aktual di lapangan sekaligus memastikan kesiapan teknis sebelum pembangunan dimulai.

Sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam joint inspection antara lain kondisi dan kesiapan lahan, keberadaan bangunan atau fasilitas yang sudah ada, kebutuhan penyesuaian pekerjaan, akses menuju lokasi, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.

KAI Utamakan Aspek Keselamatan

Franoto menegaskan, pelaksanaan pembangunan tidak hanya berorientasi pada percepatan penyelesaian pekerjaan.

Menurutnya, hal yang lebih utama adalah memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan serta dapat berfungsi secara optimal.

“Pekerjaan ini bukan sekadar mengejar target penyelesaian secepat mungkin. Kami ingin memastikan fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan dapat bekerja secara maksimal untuk mendukung aspek keselamatan,” kata Franoto.

Baca Juga: Bukan di Sudirman, CFD Kota Bogor Disarankan di Jalan Jalak Harupat

KAI Daop 1 Jakarta juga terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perkembangan pekerjaan perlintasan kereta api di seluruh titik yang sedang ditangani.

Selain itu, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan agar setiap tahapan pekerjaan dapat berlangsung dengan aman serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penanganan sejumlah perlintasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan teknis dan mendukung peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat di sekitar jalur rel. (Fat)

Editor : Yosep Awaludin
bogor perlintasan kereta api cilebut