RADAR BOGOR – Kreativitas para pelajar SMP dan MTs di Kota Bogor mendapat sorotan dalam ajang Bogor Innovation Award (BIA) 2026. Sejumlah inovasi yang dipresentasikan dinilai mampu mengangkat persoalan di lingkungan sekitar menjadi gagasan yang solutif.
Hal tersebut terlihat dalam tahap presentasi dan wawancara pelajar SMP di BIA 2026 yang berlangsung di Balai Kota Bogor, Rabu, 2 September 2026.
Sebanyak 26 inovasi dari kategori pelajar SMP dan MTs sederajat Bogor mengikuti proses penilaian di hadapan tim juri BIA 2026.
Baca Juga: Kemah Karakter SMA Kosgoro Bogor, Cara Seru Bentuk Siswa Disiplin, Religius, dan Berjiwa Pemimpin
Koordinator Lomba BIA 2026, Lusi Nurbaiti Badri, mengaku terkesan dengan persiapan dan kemampuan para pelajar saat menjelaskan inovasi yang mereka buat.
“Ternyata para peserta betul-betul mempersiapkan diri. Banyak inovasi yang mengejutkan buat kami, terutama anak sekolah. Mereka bisa berpikir sampai sejauh itu,” ujar Lusi.
Menurutnya, sebagian besar ide yang diajukan tidak muncul begitu saja. Para peserta terlebih dahulu mengamati persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar, kemudian mencoba mencari cara untuk mengubahnya menjadi sebuah inovasi.
Salah satu persoalan yang menarik perhatian berkaitan dengan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: SKTP Belum Terbit Gegara Beban Ajar Belum Valid? Ini Solusinya
“Dengan adanya program MBG, ada makanan-makanan yang tersisa. Mereka berpikir kritis dan menganalisis permasalahan itu untuk dijadikan ide membuat inovasi baru,” jelasnya.
Lusi menilai hal tersebut menunjukkan kemampuan pelajar dalam mengenali masalah sekaligus mencari pemanfaatan yang lebih baik terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai sisa.
“Jadi, sisa makanan dari MBG itu bisa dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.
Peserta BIA 2026 Makin Merata
Baca Juga: Mukab Kadin Bogor Digelar, Pemkab Tegaskan Dunia Usaha Punya Peran Penting Dorong Ekonomi Daerah
Memasuki hari ketiga tahap presentasi dan wawancara, proses penilaian tidak hanya diikuti peserta kategori SMP dan MTs sederajat. Pada sesi pagi, sejumlah peserta dari kategori SMA, SMK, dan sederajat juga menjalani penilaian.
Sementara kategori SMP dan MTs masih melanjutkan proses penilaian hingga Kamis (3/9/2026). Total terdapat 26 inovasi yang berasal dari berbagai sekolah negeri maupun swasta di Kota Bogor.
Lusi juga melihat adanya perkembangan positif dalam partisipasi sekolah pada BIA tahun ini. Peserta dinilai semakin merata dan tidak lagi didominasi oleh sekolah tertentu.
“Saya melihat kalau untuk sekarang lebih merata. Jadi tidak didominasi oleh salah satu sekolah, tapi semua sekolah sama-sama berpartisipasi aktif dan memiliki inovasi yang keren-keren,” ungkapnya.
Baca Juga: Kemarau Panjang Bikin Sungai di Puncak Menyusut hingga 80 Persen, Warga Bogor Mulai Khawatir
Tahap presentasi dan wawancara menjadi rangkaian akhir dalam proses penilaian BIA 2026. Setelah seluruh peserta selesai menjalani penilaian, tim juri akan menentukan inovasi yang berhak menjadi pemenang.
Namun, kesempatan untuk memperkenalkan karya tidak hanya diberikan kepada peserta yang lolos hingga tahap presentasi dan wawancara.
Bapperida Kota Bogor dijadwalkan menggelar ekspo atau pameran inovasi pada 8–9 September 2026. Seluruh peserta BIA 2026 akan mendapatkan kesempatan untuk memamerkan hasil karya mereka.
“Tidak hanya yang masuk ke tahap presentasi dan wawancara, tapi semua peserta itu memiliki hak yang sama untuk memamerkan hasil karyanya,” kata Lusi.
Bukan Sekadar Kompetisi
Baca Juga: Bocah 11 Tahun Meninggal Dunia di Sungai Cileungsi Bogor Saat Berenang bersama Teman
Lebih dari sekadar perlombaan, BIA diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi di Kota Bogor. Ajang ini juga menjadi wadah untuk menemukan calon-calon inovator baru, terutama dari kalangan pelajar.
“Kami mengharapkan dengan diadakannya lomba BIA ini bisa membentuk dan meningkatkan ekosistem inovasi di Kota Bogor,” ujarnya.
Menurut Lusi, perkembangan tersebut terlihat dari jumlah peserta yang terus bertambah serta semakin beragamnya gagasan yang diajukan setiap tahun.
“Harapannya, ekosistem inovasi di Kota Bogor semakin baik. Kami juga ingin mencari bibit-bibit baru dari warga Kota Bogor, terutama pelajar, yang bisa membanggakan Kota Bogor,” tuturnya.
Baca Juga: Jalan Baru 20 Km Segera Dibangun, Bogor Bakal Terhubung Langsung ke Sukabumi dan Lebak
Ia berharap inovasi yang lahir dari BIA 2026 tidak berhenti sebagai karya perlombaan. Sejumlah gagasan dinilai berpotensi dikembangkan lebih jauh untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Bogor.
“Mungkin di antara inovasi-inovasi tersebut ada yang bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Kota Bogor. Nantinya, inovasi tersebut bisa diadopsi oleh perangkat daerah teknis,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga