RADAR BOGOR - Pemeriksaan kesehatan selama kehamilan, menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan kondisi ibu dan calon bayi tetap terpantau.
Namun, masih ditemukan ibu hamil yang baru melakukan pemeriksaan kehamilan ketika memasuki trimester ketiga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Puskesmas Mekarwangi.
Sebab, keterlambatan pemeriksaan dapat membuat anemia maupun penyakit infeksi yang masuk dalam program Triple Eliminasi, yakni HIV, sifilis, dan hepatitis B, terlambat diketahui.
Baca Juga: Penyaluran TPG Non ASN dan PPPK Mulai Ditransfer Bertahap, Cek Status Info GTK
Melihat persoalan itu, Puskesmas Mekarwangi menghadirkan inovasi SEHATTI (Skrining Hemoglobin Terintegrasi Triple Eliminasi).
Program ini membawa pemeriksaan laboratorium lebih dekat kepada masyarakat dengan memanfaatkan kegiatan Posyandu.
Inovasi tersebut digagas oleh Iin Yulianingsih selaku inovator SEHATTI.
Melalui program ini, ibu hamil tidak hanya mendapatkan pelayanan Posyandu, tetapi juga dapat menjalani skrining hemoglobin (Hb) serta pemeriksaan Triple Eliminasi di lokasi yang lebih mudah dijangkau.
Berawal dari Masih Adanya Pemeriksaan Kehamilan yang Terlambat
Persoalan keterlambatan pemeriksaan, menjadi salah satu alasan utama SEHATTI dikembangkan.
Ibu hamil yang baru memeriksakan kondisi kehamilannya pada trimester III berpotensi kehilangan kesempatan untuk mengetahui lebih awal adanya anemia atau infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis B.
Padahal, semakin cepat kondisi tersebut diketahui, semakin awal pula tenaga kesehatan dapat menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Iin Yulianingsih menjelaskan, Posyandu dipilih sebagai lokasi skrining karena selama ini menjadi salah satu layanan kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“SEHATTI hadir sebagai upaya meningkatkan deteksi dini anemia dan penyakit infeksi seperti HIV, hepatitis B, dan sifilis melalui pemeriksaan laboratorium pada ibu hamil di Posyandu,” ujar Iin Yulianingsih dalam keterangan tertulis Bogor Innovation Award.
Pemeriksaan Darah Dilakukan Saat Posyandu
Berbeda dari pola sebelumnya, SEHATTI mengintegrasikan pemeriksaan Hb dan Triple Eliminasi ke dalam kegiatan Posyandu.
Ibu hamil yang menjadi sasaran program akan menjalani pengambilan sampel darah dari pembuluh darah vena.
Baca Juga: Xiaomi 18 Fold Siap Tantang Samsung dan iPhone, Desain Ponsel Lipat Baru Bikin Penasaran
Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium Puskesmas Mekarwangi untuk diperiksa oleh petugas analis.
Setelah hasil pemeriksaan tersedia, hasilnya dicatat dalam buku ekspedisi dan disampaikan kepada ibu hamil.
Hasil tersebut dapat diberikan dalam bentuk dokumen fisik maupun soft file melalui WhatsApp.
Selanjutnya, penanganan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan masing-masing ibu hamil.
Dengan pola ini, ibu tidak harus selalu datang langsung ke Puskesmas hanya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Layanan skrining dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu di lingkungan tempat tinggal mereka.
Deteksi Anemia Jadi Lebih Awal
Anemia pada masa kehamilan merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi bagi ibu maupun bayi.
Pemeriksaan kadar hemoglobin menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi tersebut sejak awal.
Ketika anemia ditemukan lebih cepat, intervensi dan pemantauan dapat segera dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Baca Juga: Isu Hukum Memanas, Muhammadiyah Kabupaten Bogor Minta Warga Tidak Terprovokasi
Data yang menjadi dasar pengembangan inovasi ini menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat 74 ibu hamil yang mengalami anemia dari total 841 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi.
Sebagian kasus anemia tersebut baru diketahui ketika kehamilan telah memasuki trimester III.
Kondisi inilah yang kemudian mendorong penguatan skrining sejak awal kehamilan melalui Posyandu.
Triple Eliminasi untuk Cegah Penularan ke Bayi
Selain anemia, SEHATTI juga menyasar pemeriksaan HIV, sifilis, dan hepatitis B.
Ketiga penyakit tersebut menjadi bagian penting dalam pemeriksaan kehamilan karena infeksi pada ibu dapat berisiko menular kepada bayi apabila tidak diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Melalui pemeriksaan Triple Eliminasi, ibu hamil yang terindikasi mengalami infeksi dapat segera mendapatkan tindak lanjut dari tenaga kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan, dapat membantu menekan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan sekaligus mengurangi potensi penularan penyakit dari ibu kepada bayi.
Layanan Kesehatan Dibawa Lebih Dekat ke Warga
Sebelum SEHATTI diterapkan, pemeriksaan Hb dan Triple Eliminasi lebih banyak dilakukan di Puskesmas.
Kondisi tersebut membuat ibu hamil harus datang ke fasilitas kesehatan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Kehadiran SEHATTI mengubah pendekatan tersebut dengan membawa proses pengambilan sampel darah ke Posyandu.
Ibu hamil pun memperoleh akses pemeriksaan yang lebih dekat dengan tempat tinggal.
Di sisi lain, tenaga kesehatan memiliki kesempatan lebih besar untuk menemukan kondisi kesehatan tertentu sejak trimester awal.
“Tujuan utama inovasi ini adalah meningkatkan deteksi dini anemia dan Triple Eliminasi pada awal kehamilan sehingga komplikasi lanjutan selama kehamilan dan persalinan dapat dicegah,” kata Iin.
Dorong Kesadaran Ibu Hamil Menjaga Kesehatan
Tidak hanya soal pemeriksaan, pelaksanaan SEHATTI juga berdampak pada meningkatnya perhatian ibu hamil terhadap kesehatan dirinya dan janin.
Setelah inovasi dijalankan, terdapat peningkatan deteksi dini anemia pada trimester I sekaligus capaian skrining Triple Eliminasi di wilayah kerja Puskesmas Mekarwangi.
Kesadaran ibu hamil terhadap pencegahan anemia juga menjadi bagian penting dari program.
Baca Juga: Hilal Firmansyah Menang Telak, Raih 279 Suara dan Pimpin Kadin Kabupaten Bogor 2026-2031
Ibu didorong untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah serta memperhatikan asupan makanan yang mengandung zat besi, terutama protein hewani.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan anemia selama kehamilan dan mendukung tumbuh kembang bayi yang lebih optimal.
SEHATTI Disiapkan Berjalan Berkelanjutan
Puskesmas Mekarwangi menargetkan inovasi SEHATTI dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu menemukan anemia dan penyakit infeksi lebih awal, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pencegahan stunting.
Penguatan kemampuan tenaga kesehatan dalam pengambilan darah vena juga menjadi salah satu bagian yang terus didorong agar pemeriksaan di Posyandu dapat dilakukan secara optimal.
Ke depan, SEHATTI diharapkan dapat berjalan terintegrasi dengan program lain dalam Posyandu Siklus Hidup sehingga pelayanan kesehatan masyarakat menjadi semakin terpadu.
Untuk memastikan program tetap berjalan, kebutuhan inovasi SEHATTI didukung melalui anggaran BLUD Puskesmas Mekarwangi.
Pada akhirnya, pendekatan yang dilakukan melalui SEHATTI bukan sekadar memindahkan lokasi pemeriksaan.
Program ini menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada ibu hamil agar persoalan dapat ditemukan lebih cepat, ditangani lebih dini, dan risiko komplikasi bagi ibu maupun bayi dapat ditekan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti