RADAR BOGOR - Hasil pemeriksaan kesehatan, sering kali berakhir menjadi selembar kertas yang terselip di antara dokumen lain.
Ketika kembali dibutuhkan, tidak jarang hasil tersebut sudah sulit ditemukan, rusak, atau bahkan hilang.
Persoalan sederhana itu, mendorong Puskesmas Gang Aut Kota Bogor menghadirkan cara baru dalam menyampaikan hasil pemeriksaan kesehatan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Baca Juga: Jangan Beli Mobil Baru Sembarangan! Ini 5 Trik Dapat Diskon Besar dan Unit Lebih Cepat
Melalui inovasi BARCEP PTM ASN (Barcode Cepat Skrining Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa ASN), hasil pemeriksaan yang sebelumnya diberikan dalam bentuk formulir cetak kini dapat diakses secara digital menggunakan QR Code.
Inovasi tersebut, digagas oleh Suroto dari UPTD Puskesmas Gang Aut Kota Bogor.
Berawal dari Masalah Hasil Pemeriksaan yang Mudah Hilang
Program pemeriksaan kesehatan ASN melalui PAMONG WALAGRI, selama ini telah berjalan sebagai bagian dari upaya mendeteksi lebih dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Namun, proses penyampaian hasil pemeriksaan masih dilakukan secara manual.
Peserta menerima lembar hasil pemeriksaan yang harus disimpan secara mandiri.
Cara tersebut memiliki sejumlah keterbatasan.
Selain berpotensi hilang atau rusak, hasil pemeriksaan juga tidak selalu mudah ditemukan kembali ketika ASN membutuhkan informasi tersebut untuk berkonsultasi atau memantau kondisi kesehatannya.
Dari sisi petugas, pencetakan dan pembagian hasil pemeriksaan juga membutuhkan waktu serta menambah pekerjaan administratif.
"Kondisi itulah yang kemudian menjadi dasar pengembangan BARCEP PTM ASN," jelas Suroto dalam keterangan tertulis Bogor Innovation Award.
Cukup Scan QR Code dari Ponsel
Melalui inovasi ini, proses pemeriksaan kesehatan tidak mengalami perubahan.
Baca Juga: SPM Muncul di SIKS-NG! KPM Exclude Berpeluang Terima Bansos PKH Lagi September
ASN tetap mengikuti pemeriksaan sesuai mekanisme yang telah berjalan dalam kegiatan PAMONG WALAGRI.
Perbedaannya terletak pada cara hasil pemeriksaan disampaikan dan disimpan.
Setelah peserta melakukan registrasi secara digital, petugas melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan memasukkan hasilnya ke dalam sistem BARCEP PTM ASN.
Data tersebut kemudian diolah secara digital untuk menghasilkan laporan pemeriksaan individu.
Setiap hasil dilengkapi QR Code yang dapat digunakan peserta untuk mengakses informasi kesehatannya melalui telepon seluler.
Dengan mekanisme tersebut, ASN tidak lagi sepenuhnya bergantung pada lembar pemeriksaan fisik untuk mengetahui kembali hasil pemeriksaannya.
Hasil yang tersedia secara digital juga dapat diakses dan diunduh secara mandiri sehingga lebih mudah disimpan untuk kebutuhan pemantauan kesehatan maupun konsultasi.
Bukan Sekadar Digitalisasi, Tapi Mudahkan Pemantauan
Menurut Suroto, inovasi BARCEP PTM ASN tidak hanya ditujukan untuk mengurangi penggunaan kertas.
Digitalisasi hasil pemeriksaan diharapkan, membuat informasi kesehatan yang sudah diperoleh peserta dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Setelah mengetahui hasil pemeriksaannya, peserta juga dapat memperoleh edukasi kesehatan dan rekomendasi tindak lanjut berdasarkan faktor risiko yang ditemukan.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK Siap Rilis Single SaWaDiKa, Jadi Pembuka Menuju EP Press Play
Dengan demikian, hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai sebuah dokumen, tetapi dapat menjadi informasi yang membantu ASN lebih mengenali kondisi kesehatannya.
Di sisi petugas, sistem digital membantu mempercepat proses penyampaian hasil sekaligus mengurangi pekerjaan administratif yang sebelumnya berkaitan dengan pencetakan dan distribusi dokumen.
Bisa Dikembangkan untuk Riwayat Kesehatan
BARCEP PTM ASN juga disiapkan untuk terus dikembangkan.
Salah satu rencana pengembangannya, menghadirkan riwayat hasil pemeriksaan kesehatan ASN dari tahun ke tahun.
Selain itu, inovasi ini berpotensi dilengkapi dashboard kesehatan, grafik perkembangan kondisi individu, hingga analisis faktor risiko penyakit tidak menular.
Pengembangan tersebut membuka peluang agar informasi hasil pemeriksaan tidak hanya menjadi catatan sesaat, tetapi dapat digunakan untuk melihat perkembangan kesehatan secara berkala.
Integrasi dengan Posbindu PTM maupun kegiatan skrining kesehatan lainnya juga menjadi bagian dari potensi pengembangan inovasi tersebut.
Sederhana dan Berpeluang Diterapkan di Layanan Lain
Salah satu keunggulan BARCEP PTM ASN, penggunaan teknologi yang relatif sederhana.
Peserta tidak perlu memasang aplikasi khusus untuk mengakses hasil pemeriksaan.
Cukup dengan menggunakan telepon seluler dan memindai QR Code yang tersedia, peserta dapat membuka hasil pemeriksaan secara mandiri.
Baca Juga: BLT Dana Desa Rp900 Ribu Cair Hari Ini, Simak Panduan Reaktivasi KPM Exclude
Model seperti ini juga dinilai memiliki peluang untuk diterapkan pada kegiatan skrining kesehatan lainnya.
Bagi Puskesmas Gang Aut, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pelayanan kesehatan yang lebih praktis, efisien, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.
Pada akhirnya, BARCEP PTM ASN tidak sekadar mengganti formulir kertas dengan sistem digital.
Lebih jauh, inovasi ini berupaya memastikan hasil pemeriksaan kesehatan tetap mudah dijangkau peserta dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari deteksi dini serta pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti