RADAR BOGOR - Suhu di Kota Bogor terasa berbeda dari biasanya bahkan saat siang hari panas di wilayah ini terasa lebih menyengat.
Kondisi itu dibenarkan oleh Forecaster on duty BMKG Jawa Barat Leni Jantika dan mengungkapkan panas menyengat di Kota Bogor dipicu oleh beberapa faktor.
Pertama, sebagian besar wilayah di Jawa Barat termasuk Kota Bogor masih berada pada periode musim kemarau sehingga hujannya berkurang.
“Pertumbuhan awan relatif lebih sedikit, cuaca terutama dari pagi hingga siang hari lebih banyak didominasi cerah hingga cerah berawan,” jelas Leni.
Baca Juga: Kuliner di Eskopi Bogor, Bukan Cuma Kopi, Ada Dimsum Mandi Keju yang Wajib Dicoba
Minimnya pertumbuhan awan membuat sinar matahari lebih optimal dan suhu udara di Kota Bogor terasa lebih panas dari biasanya.
“Iya jadi penyinaran matahari lebih optimal mangkannya suhu udara terasa lebih panas dari biasanya,” ujar Leni kepada Radar Bogor, Jumat, 4 September 2026.
Selain itu, pada bulan September ini, posisi matahari sedang berada di wilayah ekuator atau garis khatulistiwa sehingga intensitas penyinarannya cukup kuat.
“Ini turu berkontribusi terhadap meningkatnya suhu udara pada siang hari,” terang Leni.
Berdasarkan pantauan Stasiun Klimatogi Jawa Barat, rata-rata suhu maksimum di Bogor berada di angka 33 hingga 35 derajat.
“Suhu tertinggi tercatat pada tanggal 31 Agustus 2026 dengan 35.4 derajat pukul 13.30 WIB,” ucap Leni.
Dalam cuaca seperti ini terdapat beberapa hal yang mempengaruhi kesehatan tubuh. Pertama yaitu dehidrasi dan yang kedua bikin badan cepat lelah.
“Maka masyarakat disarankan minum, mengurangi aktivitas berat di bawah terik matahari, dan menggunakan pelindung seperti topi atau payung,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati