RADAR BOGOR - Aktivitas rutin Bike to Work yang dilakukan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Jumat 4 September 2026 pagi, tak sekadar menjadi agenda olahraga.
Mengayuh sepeda dari kediamannya menuju Balai Kota Bogor, Jenal sekaligus memanfaatkan perjalanan tersebut untuk melihat langsung kondisi sejumlah titik di wilayah Kota Bogor.
Perjalanan dimulai dari kawasan Bendungan Katulampa.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional 2026, bank bjb Hadir Beri Layanan Setara dan Berkelanjutan
Dari sana, Jenal Mutaqin melanjutkan gowes melewati jalur R3 hingga Pandu Raya sebelum menyusuri sejumlah kawasan lain di Kota Bogor.
Di tengah perjalanan, sejumlah persoalan yang berkaitan dengan penataan ruang publik turut menjadi perhatiannya.
Taman Heulang Jadi Perhatian
Saat melintas di kawasan Mal Jambu Dua, Jenal Mutaqin menyempatkan diri melihat kondisi Taman Heulang.
Taman tersebut diketahui masuk dalam rencana penataan ulang yang akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Pengecekan langsung itu menjadi bagian dari upaya melihat kondisi lapangan sebelum penataan dilakukan.
Dari kawasan tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Ahmad Yani hingga kawasan Air Mancur.
Di sepanjang ruas jalan itu, perhatian Jenal kemudian tertuju pada pengelolaan parkir kendaraan.
Parkir di Trotoar Kembali Disorot
Jenal Mutaqin menemukan masih perlunya konsistensi dalam mengarahkan pengendara agar memarkir kendaraan pada lokasi yang telah disediakan.
Kepada sejumlah juru parkir (jukir) yang ditemuinya, Wakil Wali Kota Bogor itu mengingatkan agar kendaraan tidak ditempatkan di atas trotoar.
Baca Juga: Berjuang Untuk Kota Bogor, Arini Incar Tiga Besar di Tiga Kategori Catur Porprov
"Yang penting tidak di atas trotoar ya, Pak. Ini sudah bagus, tapi harus konsisten," kata Jenal Mutaqin kepada sejumlah jukir.
Menurut Jenal, keberadaan juru parkir bukan hanya berkaitan dengan pengaturan kendaraan, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga keteraturan ruang publik.
Karena itu, ia meminta para jukir lebih tegas ketika menemukan pengendara yang masih memarkir kendaraan tidak pada tempatnya.
Pengendara diharapkan diarahkan menuju area parkir yang telah disediakan.
Pedagang di Alun-Alun Ikut Jadi Sorotan
Perjalanan Bike to Work kemudian berlanjut dari Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman menuju Alun-Alun Kota Bogor.
Saat memasuki kawasan taman, Jenal kembali menemukan persoalan lain.
Beberapa pedagang masih terlihat berjualan di area dalam taman, padahal ruang tersebut diperuntukkan sebagai fasilitas publik yang perlu dijaga ketertibannya.
Jenal Mutaqin pun memerintahkan, petugas Park Ranger menjalankan tugas pengawasan secara konsisten.
Ia menegaskan, pedagang tidak diperbolehkan berjualan di dalam area taman.
"Saya mohon, saya minta tolong untuk Park Ranger melarang pedagang masuk ke dalam taman. Saya minta kerja ikhlasnya, bantu Pemkot Bogor," tegas Jenal.
Gowes Sekaligus Melihat Kondisi Kota
Bagi Jenal Mutaqin, perjalanan menuju kantor dengan sepeda menjadi kesempatan untuk melihat kondisi kota secara lebih dekat.
Dari persoalan parkir, kondisi taman, hingga aktivitas pedagang di ruang publik, berbagai hal yang ditemuinya dapat langsung menjadi bahan evaluasi di lapangan.
Baca Juga: JNE Gelar JLC Member Gathering di Bogor, Bersama Perkuat Sinergi untuk Pertumbuhan Bisnis
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap ruang publik agar tetap tertata dan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman.
Jenal pun melanjutkan perjalanan menuju Balai Kota Bogor, setelah menyusuri sejumlah titik tersebut.
Agenda Bike to Work kali ini, bukan hanya soal menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi cara untuk melihat langsung berbagai persoalan perkotaan dari dekat. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti