Dua Koridor Tambahan Biskita Beroperasi Tahun Depan, Pemkot Bogor Mulai Kaji Perubahan Tarif

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 22:26 WIB
Armada Biskita Transpakuan yang tengah melintas di Jalan Kolonel Ahmad Syam, kawasan R3.(Raissa/Magang Radar Bogor)
Armada Biskita Transpakuan yang tengah melintas di Jalan Kolonel Ahmad Syam, kawasan R3.(Raissa/Magang Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Dua kuridor tambahan Biskita Transpakuan yakni K3 dan K4 direncanakan beroperasi pada tahun 2027 mendatang. 

Berbagai persiapan turut dilakukan jelang operasional tersebut, salah satunya pembahasan perubahan tarif pada sejumlah koridor Biskita Transpakuan.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Doddy Wahyudin menjelaskan operasional dua koridor tambahan tidak bisa terlepas dari empat koridor yang sudah beroperasi.

“Ini masih pembahasan di tingkat pemkot, karena ini tidak bisa terlepas dari yang BTS juga antara empat koridor dengan koridor tambahan ini,” ujar Doddy.

Baca Juga: Toko Sepatu di Depan Alun-Alun Kota Bogor Kebakaran, Asap Tebal Penuhi Kios

Minimnya anggaran yang tersedia, membuat Pemkot Bogor terpaksa harus mengoperasikan sejumlah koridor dengan pembiayaan mandiri tanpa subsidi.

“Jadi Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang lagi kita bahas, jadi hasilnya nanti akan ke tarif untuk skema yang mandiri,” ucapnya.

Pemkot Bogor belum menentukan koridor mana saja yang terdampak perubahan tarif, hasil ini ditentukan dengan jumlah penumpang paling tinggi. 

“Mangkannya kami lagi evaluasi dulu semua koridor, mana koridor yang emang load factornya tinggi atau pendapatannya tinggi yang akan kita mandirikan,” jelasnya.

Doddy memastikan perubahan tarif Biskita hanya menyasar pada dua koridor saja sedangkan empat koridor lainnya tetap disubsidi. 

“Ya berarti masih ada empat koridor yang masih disubsidi ini masih dalam pembahsan sama tim dari Pemkot Bogor,” ujar Doddy.

Sebelumnya Doddy sempat menyampaikan bahwa koridor Biskita Transpakuan yang load factornya sudah tinggi terjadi di K1 dan K2

Hingga bulan Juni 2026 lalu tingkat keterisian penumpaangnya sudah lebih dari 50 persen, artinya koridor K1 dan K2 sudah settle

“Secara hitungan kalau load factor sudah di atas 70 persen berarti sebetulnya kita bisa alihkan ke yang belum disubsidi, Koridor 1 dan 2 bisa dimandirikan,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor Biskita koridor