Pohon Durian Mudah Tumbuh Subur di Bogor, Ini Penyebabnya

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 23:34 WIB
Pohon durian di Kota Bogor tumbuh dengan subur. (Dzikry/Radar Bogor)
Pohon durian di Kota Bogor tumbuh dengan subur. (Dzikry/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Bogor tak hanya dikenal sebagai kota hujan, wilayah ini juga menjadi salah satu kawasan yang cocok untuk pertumbuhan pohon durian.

Tak heran, sejumlah durian lokal khas Bogor mampu tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan cita rasa manis yang sangat khas. 

Praktisi Yayasan Durian Nusantara Syahril M Said mengatakan, kondisi alam Bogor memang sangat mendukung pertumbuhan tanaman durian. 

“Durian di Kota Bogor itu sangat cocok, bahkan, durian terkenal seperti varietas Matahari itu asalnya dari Kota Bogor, tepatnya dari daerah Cimapar dan Rancamaya,” kata Syahril.

Menurutnya, keberadaan tanaman durian di Bogor juga bukan sesuatu yang baru, jejaknya bahkan sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Baca Juga: Toko Sepatu di Depan Alun-Alun Kota Bogor Kebakaran, Asap Tebal Penuhi Kios

“Kebun percobaan khusus durian era kolonial Belanda (Landbouw) itu ada di Cipaku, Kota Bogor. Jadi keberadaan durian di Bogor ini sudah berlangsung sangat lama, bisa jadi sudah lebih dari 80 tahun,” jelasnya.

Kondisi tanah Bogor yang terbentuk dari material vulkanik menjadi salah satu faktor pendukung, kandungan unsur mikro dari tanah bekas letusan gunung berapi dinilai sesuai dengan karakter tanaman durian.

Karena itu, hampir semua jenis durian dapat ditanam di wilayah Bogor, bukan hanya varietas lokal, tetapi juga jenis yang berasal dari luar daerah.

“Pada dasarnya, semua jenis durian bisa ditanam dan tumbuh sangat bagus di Bogor, seperti duri hitam maupun musang king. Hal ini karena agroklimat serta kandungan unsur mikro tanah bekas letusan gunung berapi di Bogor sangat mendukung dan sesuai dengan karakter pohon durian,” ungkapnya.

Tak hanya kondisi tanah secara umum, kandungan mineral tertentu juga disebut turut memengaruhi pertumbuhan durian. Salah satunya dapat ditemukan di kawasan Ciampea yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil durian.

“Seperti di Ciampea (daerah Durian Cengal), terdapat kandungan mineral logam di tanahnya. Di mana pun ada kandungan mineral logam baik emas, besi, perak, maupun timah—tanahnya akan sangat ideal untuk tanaman durian,” beber Syahril.

Meski kondisi alam mendukung, kualitas buah tetap bergantung pada cara pohon dirawat, salah satu unsur penting yang menentukan rasa manis durian adalah ketersediaan unsur hara, terutama kalium.

Menurut Syahril, kesalahan dalam pengelolaan lahan justru dapat membuat rasa durian kurang maksimal. Salah satunya ketika area di bawah pohon ditanami tanaman lain.

“Kunci manisnya durian terletak pada ketersediaan unsur hara, terutama kalium, banyak durian sekarang terasa kurang manis karena di bawah pohonnya sering ditanami tanaman lain seperti pisang atau singkong,” ujarnya.

Tanaman tumpang sari tersebut, kata dia, dapat ikut menyerap nutrisi yang seharusnya diperoleh pohon durian. Karena itu, area di bawah tajuk pohon sebaiknya tidak dipenuhi tanaman lain yang ikut berebut unsur hara.

“Nutrisi dan hara yang seharusnya diserap oleh pohon durian justru habis dikonsumsi oleh tanaman tumpang sari tersebut. Kalau ingin kualitas buahnya maksimal, lahan di bawah tajuk pohon sebaiknya steril dari tanaman penyerap nutrisi lain dan fokus dilakukan pemupukan,” jelasnya.

Selain pemupukan, teknik penanaman juga menjadi bagian penting, meski perawatannya terbilang sederhana, kesalahan sejak awal menanam bisa berdampak terhadap pertumbuhan pohon.

Syahril menyebut, pohon durian pada dasarnya lebih optimal ditanam di lahan dengan kemiringan tertentu, sebab, kondisi tersebut membuat air hujan tidak mudah menggenang di sekitar perakaran.

“Perawatan durian sebenarnya simpel, tetapi kesalahan fatal sering terjadi pada teknik penanaman awal. Pohon durian pada dasarnya tumbuh optimal di lahan miring,” tuturnya.

Sebaliknya, penanaman di lahan datar tanpa pengaturan kontur yang baik berisiko membuat air menggenang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan akar membusuk sekaligus memengaruhi kualitas buah.

“Jika ditanam di lahan datar tanpa kontur yang baik, air hujan akan tergenang, hal ini menyebabkan dua masalah: akar cepat busuk, dan air hujan yang kaya nitrogen akan terserap berlebihan oleh pohon sehingga rasa buah menjadi kurang manis,” terangnya.

Karena itu, lahan datar tetap bisa digunakan untuk menanam durian, tetapi perlu perlakuan khusus, salah satunya dengan membuat gundukan atau bukit kecil sebelum bibit ditanam.

“Jika terpaksa menanam di lahan datar, solusinya harus dibuatkan gundukan atau bukit kecil (busut) terlebih dahulu sebelum bibit ditanam, atau dibuat kontur cembung agar air hujan dapat langsung mengalir keluar dari area perakaran,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor durian