Selama Pembelajaran Jarak Jauh, Distribusi MBG di Kota Bogor Dihentikan Sementara

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 21:59 WIB
Ilustrasi Petugas SPPG saat akan mendistribusikan makan bergizi gratis atau MBG kepada penerima manfaat.
Ilustrasi: Menu makan bergizi gratis atau MBG. (Dok. Radar Bogor) 

RADAR BOGOR - Skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di Kota Bogor berpengaruh terhadap distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Badan Gizin Nasional (BGN) Bogor mengatakan distribusi MBG selama PJJ diberhentikan sementara waktu.

“Ya MBG berhenti selama PJJ,” kata Haidir ditanya soal distribusi MBG saat pelaksanaan PJJ di Kota Bogor, Minggu, 6 September 2026.

Haidir tidak merinci waktu pasti MBG bisa didistribusikan kembali. Ia hanya memastikan kalau kebijakan itu berlaku semlama PJJ di Kota Bogor berlangsung.

Diketahui PJJ di Kota Bogor berlangsung selama dua hari hingga Selasa, 8 September 2026. Kebijakan ini berlaku untuk siswa jenjang pendidikan TK hingga SMP.

Baca Juga: Pemkot Bogor Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh untuk Siswa Mulai 7 September 2026

PJJ diterapkan sebagai respon Pemkot Bogor atas menyebarnya debu vulkanit imbas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat, 4 September 2026 lalu.

​Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan PJJ bertujuan untuk melindungi anak-anak, khususnya pada usia dini hingga remaja. 

Ia meminta agar pihak sekolah dan para orang tua langsung bersiap untuk segera menyambut pelaksanaan PJJ per Senin esok hari.

​"Mulai besok, Senin, 7 September 2026 kegiatan belajar mengajar untuk tingkat TK, SD, dan SMP dialihkan sementara ke rumah melalui skema PJJ,” jelas Dedie.

Keselamatan dan kesehatan anak disebut Dedie jadi hal yang paling utama di kondisi seperti ini. Kebijakan tersebut diterapkan agar KBM tetap aman. 

“Kebijakan ini diambil agar proses belajar tetap berjalan dengan aman tanpa mengabaikan faktor keselamatan," ujar Dedie dalam keterangan tertulisnya.

​Pemkot Bogor melalui Dinas Pendidikan telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan guru di bawah naungan Pemkot Bogor agar segera berkoordinasi dan memastikan kesiapan teknis pembelajaran daring mulai Senin pagi. 

Para tenaga pendidik diminta untuk menyampaikan materi secara interaktif dan proporsional bagi siswa TK, SD, maupun SMP.

​Di samping itu, Dedie juga mengimbau para orang tua untuk mendampingi buah hati, terutama anak-anak usia TK dan SD yang memerlukan bimbingan lebih intensif selama menjalani proses belajar dari rumah serta membatasi aktivitas anak di luar ruangan.

​"Kami meminta para orang tua untuk proaktif mendampingi anak-anaknya selama masa PJJ yang dimulai besok. Mari kita awasi bersama agar anak-anak tetap disiplin belajar dan terlindungi di rumah," tambahnya.

​Pemkot Bogor akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala guna mengevaluasi efektivitas kebijakan ini. Informasi resmi lanjutan akan terus diumumkan melalui kanal komunikasi resmi Pemerintah Kota Bogor (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor Mbg pembelajaran jarak jauh