Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bogor Pantau Kualitas Udara

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 23:58 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Fauzan/Radar Bogor)
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menyampaikan keterangan kepada wartawan. (Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Abu vulkanik masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Bogor. Kondisi ini turut menjadi perhatian serius bagi pemerintah. 

Pemerintah Kota Bogor berencana bakal melakukan pemantauan kualitas udara. Mereka mendapat pinjaman alat langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin pasca memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Bogor, Minggu, 6 September 2026 malam.

Jenal menjelaskan rapat tersebut bagian dari tindak lanjut atas keluarnya edaran daru Gubernur Jawa Barat nomor 119 liding sektor Dinas Kesehatan.

“Maka hari ini membahas status kesiapsiagaan atau kedaruratan yang terjadi dampak dari abu vulkanik,” jelas Jenal kepada wartawan.

Baca Juga: SMA dan SMK di Kota Bogor Bersiap Jalani Pembelajaran Jarak Jauh, Surat Edaran Resmi Diproses

Salah satu bentuk langkah kesiapsiagaan itu adalah dengan melakukan pemantauan kualitas udara dan hal ini akan dimulai pada esok hari, Senin, 7 September 2026.

“Alatnya dapat pinjam dari KLH namanya SPKU, jadi itu alat untuk mengukur tingkat kualitas udara di Kota Bogor. Insya allah besok akan dimulai,” ujar Jenal.

Keberadaan alat tersebut dinilai penting, Pemerintah Kota Bogor disebut Jenal bisa terus menyampaikan informasi terkait kualitas udara setiap harinya.

“Sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya bagaimana kondisi udara yang sebenarnya di Kota Bogor,” terang Jenal.

Saat ini kuaalitas udara di Kota Bogor dalam kategori sedang. Data ini didapat Jenal melalui hasil pemantauan yang dilakukan oleh IPB University.

“Angkanya 83 dengan kategori sedang. Sedang itu kalau di warna indikatornya biru, maka masyarakat bisa tetap beraktivitas dengan catatan dibatasi,” ucap Jenal.

Jenal mengimbau apabila masyarakat terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan menggunakan protokol kesehatan, mulai dari masker hingga kacamata.

Di lapangan Dinas Kesehatan (Dinkes) akan gencar untuk memantau kondisi warganya. Salah satunya dengan menggelar Cek Kesehatan Gratis atau CKG.

“Insyaallah setiap hari OPD siapa berbuat apa, kita akan bergerak bekerja sama, saling berkoordinasi, termasuk dengan instansi vertikal, Kepolisian dan TNI, untuk sama-sama kita lintas sektor bersama-sama menghadapi situasi yang kita alami saat ini,” pungkasnya (bay)

Editor : Eka Rahmawati
Gunung Anak Krakatau bogor abu vulkanik