Arini Angelina Lovly, Siswi SMA Terbuka Bogor yang Bersinar di Catur

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:37 WIB
Siswi SMA Terbuka Bogor, Arini Angelina Lovly saat di Graha Pena Radar Bogor.
Siswi SMA Terbuka Bogor, Arini Angelina Lovly saat di Graha Pena Radar Bogor.

RADAR BOGOR - Bagi Arini Angelina Lovly, papan catur bukan sekadar tempat memindahkan bidak. 

Di balik setiap langkah, ada proses berpikir, menghitung kemungkinan, dan menganalisis strategi yang justru membuat permainan tersebut terasa menyenangkan.

Siswi SMA Terbuka Bogor itu, berhasil menunjukkan kemampuannya di dunia catur setelah menembus posisi runner-up Malaysian Chess Festival.

Prestasi tersebut, menjadi bukti bahwa kesibukan belajar dengan sistem yang fleksibel tidak menghalangi Arini untuk terus mengasah kemampuan dan mengejar prestasi di bidang yang ia sukai.

Suka Catur karena Senang Menganalisis

Arini mengaku, ketertarikannya terhadap catur muncul karena ia menikmati proses berpikir yang ada dalam permainan tersebut. 

Setiap langkah menuntut pemain untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum menentukan keputusan.

Baca Juga: Status SI Terbit, Cek KKS Bansos PKH BPNT Cair Susulan Per 7 September 2026

Bagi Arini, aktivitas menganalisis dan menghitung menjadi bagian yang membuat permainan catur terasa menarik.

“Yang bikin catur itu menyenangkan menurut saya karena saya suka analisis. Jadi, menghitung itu saya suka,” ujar Arini Angelina Lovly, siswi Sekolah Terbuka Bogor.

Kegemarannya dalam menganalisis, membuat Arini menikmati setiap pertandingan yang dihadapinya. 

Ia tidak sekadar melihat catur sebagai permainan, tetapi juga sebagai aktivitas yang menantang kemampuan berpikir.

Prestasi di Malaysian Chess Festival

Kecintaannya terhadap catur kemudian membawa Arini ke berbagai pengalaman kompetisi.

Salah satunya adalah Malaysian Chess Festival, ajang yang berhasil ia lalui hingga meraih posisi runner-up.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa minat dan bakat yang dimiliki siswa dapat berkembang ketika mendapatkan ruang untuk diasah secara konsisten.

Baca Juga: Resep Cilok Bumbu Kacang Kenyal dan Gurih, Camilan Enak yang Mudah Dibuat di Rumah

Bagi Arini, catur menjadi salah satu bidang yang memungkinkan dirinya menyalurkan kegemaran terhadap analisis sekaligus menguji kemampuan dalam menghadapi lawan.

Prestasi sebagai runner-up Malaysian Chess Festival pun menjadi catatan penting dalam perjalanan Arini sebagai pelajar sekaligus pecatur muda.

Kisah Arini memperlihatkan bahwa proses pendidikan tidak selalu harus membatasi siswa pada aktivitas akademik.

Dengan kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat, siswa juga dapat menemukan bidang yang membuat mereka bersemangat untuk terus belajar dan berprestasi. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Arini Angelina Lovly bogor SMA Terbuka