SMA Terbuka Bogor Makin Diminati, Kini Punya 322 Siswa

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:01 WIB
Penanggungjawab SMA Terbuka Bogor, M. Imam Muslimin (kanan) menjelaskan berbagai program di Graha Pena Radar Bogor.
Penanggungjawab SMA Terbuka Bogor, M. Imam Muslimin (kanan) menjelaskan berbagai program di Graha Pena Radar Bogor.

RADAR BOGOR - Minat terhadap SMA Terbuka Bogor, terus menunjukkan perkembangan.

Hingga saat ini, sekolah tersebut menampung ratusan siswa dari kelas 10 hingga kelas 12 dan bersiap meluluskan angkatan kesembilan.

Penanggungjawab SMA Terbuka Bogor, M. Imam Muslimin mengatakan, jumlah peserta didik saat ini mencapai 322 siswa.

Baca Juga: Motor Listrik Lokal vs CBU: Bukan Soal Asal, Tapi Siapa yang Menjaga Motor Anda

Angka tersebut mencakup seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12.

“Alhamdulillah, makin banyak peminatnya. Sekarang total kelas 10 sampai 12 ada 322 siswa,” ujar M. Imam Muslimin kepada Radar Bogor di Graha Pena.

Segera Luluskan Angkatan Kesembilan

Perkembangan jumlah siswa tersebut, berjalan seiring dengan perjalanan SMA Terbuka Bogor yang kini memasuki fase penting.

SMA Terbuka Bogor ini bersiap, mengantarkan angkatan kesembilan menuju kelulusan.

Bertambahnya jumlah siswa menjadi salah satu gambaran, keberadaan SMA Terbuka semakin dikenal masyarakat.

Sistem pendidikan yang ditawarkan memberikan alternatif bagi siswa yang membutuhkan pola belajar berbeda dari sekolah reguler.

Namun, SMA Terbuka Bogor tidak serta-merta menjadi pilihan pertama bagi seluruh calon siswa.

Sekolah tetap mendorong anak-anak untuk terlebih dahulu menempuh pendidikan di sekolah reguler.

Penerimaan Siswa Baru Berbeda dengan Sekolah Reguler

M. Imam Muslimin menjelaskan, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Terbuka Bogor memiliki jadwal yang berbeda dengan sekolah reguler.

Jika penerimaan di sekolah reguler berlangsung sekitar Juli, SMA Terbuka Bogor menjalankan proses penerimaan pada Agustus.

Baca Juga: Polsek Cibinong Bagikan 200 Masker Gratis, Lindungi Warga dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

Setelah itu, siswa baru mulai aktif mengikuti kegiatan pembelajaran pada September.

Perbedaan jadwal tersebut menjadi bagian dari pola penerimaan yang diterapkan SMA Terbuka Bogor, sekaligus memberikan kesempatan bagi siswa yang memiliki kebutuhan pendidikan dengan kondisi tertentu.

Menurut M. Imam Muslimin, secara prinsip anak-anak di Jawa Barat tetap diarahkan untuk bersekolah di sekolah reguler terlebih dahulu.

Menjadi Pilihan bagi Siswa dengan Keterbatasan Waktu

Meski demikian, ada kondisi tertentu yang membuat sebagian siswa membutuhkan alternatif pendidikan.

Salah satunya adalah mereka yang memiliki keterbatasan waktu karena harus menjalani aktivitas lain untuk mengembangkan potensi atau mengejar prestasi.

M. Imam Muslimin menyontohkan, Arini Angelina Lovly, siswi SMA Terbuka Bogor yang berhasil meraih posisi runner-up Malaysian Chess Festival.

Aktivitas Arini sebagai pecatur membuat fleksibilitas waktu belajar menjadi hal yang penting.

Dalam kondisi seperti itu, SMA Terbuka Bogor memberikan ruang agar pendidikan tetap dapat berjalan tanpa mengharuskan siswa meninggalkan minat dan bakat yang sedang dikembangkan.

Baca Juga: Epson Customer Day 2026 Digelar Serentak di 50 Lokasi, Hadirkan Apresiasi untuk Pelanggan

“Yang punya keterbatasan waktu seperti Arini Angelina Lovly, salah satu siswi yang tembus runner-up Malaysian Chess Festival, punya keinginan lain, baru kita layani,” kata M. Imam Muslimin kepada Radar Bogor.

Dengan pendekatan tersebut, SMA Terbuka Bogor berupaya menghadirkan pendidikan yang tetap dapat diakses siswa dengan kebutuhan waktu yang berbeda. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor SMA Terbuka siswa