RADAR BOGOR – Kondisi sebaran abu vulkanik di Kota Bogor mulai lebih landai dibandingkan satu hingga dua hari sebelumnya. Meski begitu, abu masih ditemukan di sejumlah ruas jalan, kendaraan, dan lingkungan warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, kondisi faktual di lapangan menunjukkan ketebalan abu relatif berkurang. Namun, penyebarannya masih cukup luas sehingga penanganan tetap dilakukan.
“Kalau dilihat ketebalannya, dibandingkan satu-dua hari yang lalu ini relatif lebih landai, tetapi masih lumayan tersebar. Berdasarkan kondisi faktual di lapangan, memang relatif lebih landai atau lebih stabil,” kata Dimas.
Untuk menangani kondisi tersebut, BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor menggelar operasi water mist. Petugas menyemprotkan air untuk membantu mengurai abu vulkanik yang masih berada di sejumlah permukaan.
Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Tersisa, Jalanan Kota Bogor Kembali Disemprot
Operasi tersebut berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dilakukan petugas Damkar dan BPBD sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan menyisir sejumlah ruas jalan di wilayah barat, tengah, timur, dan beberapa segmen wilayah selatan.
Petugas juga melakukan penyemprotan di fasilitas umum, termasuk Terminal Baranangsiang dan Terminal Bubulak. Pada sesi siang, operasi dilanjutkan secara gabungan bersama Polresta Bogor Kota dan Kodim 0606/Kota Bogor.
Polresta Bogor Kota mengerahkan Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu penyemprotan di sejumlah wilayah. Upaya tersebut diharapkan dapat mengikis dan mengurai abu vulkanik yang masih tersebar.
Dimas mengatakan, penanganan di lapangan juga dibarengi dengan pemantauan kondisi kualitas udara. Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, kualitas udara saat ini berada dalam kategori sedang.
“Untuk penanganan taktis di Kota Bogor sendiri, sambil kita menyiram, kita juga mengimbau warga masyarakat untuk tetap menggunakan masker sebagai langkah antisipatif,” ujarnya.
Petugas turut membagikan masker kepada warga. PMI juga dilibatkan dalam operasi penyemprotan untuk memantau kondisi masyarakat dan memberikan bantuan atau pelayanan kesehatan jika dibutuhkan.
Selain penyemprotan, Pemkot Bogor sebelumnya telah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah perlindungan bagi anak-anak usia sekolah yang termasuk kelompok rentan.
Dimas berharap kondisi di Kota Bogor terus membaik dalam beberapa hari ke depan. Pihaknya juga terus memantau informasi dari BMKG untuk melihat perkembangan situasi.
“Secara faktual, di beberapa kondisi seperti pada bodi kendaraan atau lingkungan sekitar masih ditemukan butiran abu vulkanik, tetapi tidak setebal satu-dua hari yang lalu,” jelasnya.
Dimas mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Warga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi Pemkot Bogor, BMKG, dan sumber informasi resmi lainnya.
Terkait kebutuhan masker, Dimas menyebut masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan. Jika mengalami kesulitan mendapatkan masker, warga dapat menghubungi aparatur kewilayahan yang akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.
“Intinya jangan panik, tetap tenang namun waspada, serta selalu pantau kanal-kanal resmi Pemerintah Kota Bogor, BMKG, dan kanal resmi lainnya untuk mendapatkan update situasi terbaru,” pungkasnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati