Parkify SMKN 4 Bogor, Bisa Pesan Tempat Parkir dari Jauh

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 09:47 WIB
Pelajar SMKN 4 Bogor menjelaskan inovasi alat parkir cerdas di acara pameran Bogor Inovation Award 2026, (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)
Pelajar SMKN 4 Bogor menjelaskan inovasi alat parkir cerdas di acara pameran Bogor Inovation Award 2026, (Foto : Sofiansyah/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kesulitan mencari tempat parkir kerap menjadi persoalan bagi pengendara, terutama saat area parkir dipenuhi kendaraan.

Kondisi tersebut mendorong siswa SMKN 4 Bogor menciptakan inovasi bernama Parkify.

Parkify merupakan sistem parkir berbasis teknologi yang memungkinkan pengguna mengetahui ketersediaan tempat parkir, melakukan pemesanan, hingga memantau kondisi area parkir secara real time melalui website.

Baca Juga: Persija Jakarta vs Persib Bandung: Igor Tolic dan STY Beri Pernyataan Begini

Inovasi karya siswa SMKN 4 Bogor ini menjadi salah satu produk yang dipamerkan dalam Festival Inovasi Bogor Innovation Award (BIA) 2026 di STP IPB, Kota Bogor.

Parkify dikembangkan oleh tim siswa SMKN 4 Bogor dengan Justin sebagai ketua.

Siswa kelas 12 tersebut menjelaskan, sistem Parkify dirancang untuk membuat proses parkir menjadi lebih praktis dan terotomatisasi.

Melalui website, pengguna dapat melihat tempat parkir yang masih tersedia sekaligus melakukan reservasi sebelum tiba di lokasi.

Bisa Pesan Tempat Parkir Sebelum Berangkat

Justin menjelaskan, konsep utama Parkify adalah menghadirkan layanan pemesanan tempat parkir secara online.

Dengan sistem tersebut, pengendara dapat menentukan posisi parkir dari jarak jauh tanpa harus datang terlebih dahulu dan berkeliling mencari ruang yang kosong.

Pengguna cukup membuka website Parkify untuk mengetahui kondisi area parkir.

Jika masih tersedia, tempat yang diinginkan dapat dipesan sebelum kendaraan berangkat menuju lokasi.

Cara tersebut diharapkan, dapat menghemat waktu sekaligus mengurangi aktivitas kendaraan yang harus berputar-putar hanya untuk mencari tempat parkir.

Dapat QR Code Setelah Melakukan Reservasi

Setelah menentukan dan memesan tempat parkir, pengguna akan mendapatkan QR Code digital.

Kode tersebut berfungsi sebagai identitas reservasi yang digunakan ketika kendaraan memasuki maupun meninggalkan area parkir.

Baca Juga: Rahasia Resep Bihun Goreng ala Solaria yang Gurih dan Wangi, Bisa Bikin Sendiri di Rumah

Saat tiba di lokasi, pengguna cukup menunjukkan QR Code kepada petugas atau memindainya melalui sistem di pintu masuk.

Selanjutnya, sistem melakukan verifikasi untuk memastikan data reservasi sesuai.

Jika proses verifikasi berhasil, pengguna akan diarahkan menuju tempat parkir yang telah dipesan sebelumnya.

Parkify tidak hanya menyediakan fitur reservasi.

Sistem ini juga dilengkapi fitur pelacakan kondisi tempat parkir secara real time.

Melalui website, pengguna dapat melihat status ruang parkir yang telah digunakan.

Fitur tersebut juga memungkinkan pengguna memantau kondisi kendaraan selama berada di area parkir.

Sensor Bisa Mendeteksi Kendaraan Salah Tempat

Parkify turut dirancang untuk memastikan kendaraan berada di posisi yang sesuai dengan pemesanan.

Misalnya, pengguna telah melakukan reservasi untuk petak A, tetapi kendaraan justru ditempatkan di petak B.

Sensor yang terpasang pada area tersebut dapat mendeteksi adanya ketidaksesuaian.

Sistem kemudian memberikan peringatan berupa suara beep maupun notifikasi yang menginformasikan adanya kesalahan penggunaan tempat parkir.

Justin menjelaskan, mekanisme tersebut dibuat agar setiap kendaraan menempati posisi sesuai dengan reservasi yang telah dilakukan.

Dengan begitu, pengelolaan area parkir dapat berlangsung lebih tertib dan setiap tempat yang tersedia bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Gabungkan Website, IoT, dan AI

Dalam pengembangannya, Parkify memadukan sejumlah teknologi, mulai dari website, Internet of Things (IoT), hingga Artificial Intelligence (AI).

Teknologi tersebut digunakan untuk menghubungkan sistem pemesanan dengan sensor yang dipasang pada setiap ruang parkir.

Penempatan sensor dapat disesuaikan dengan karakteristik lokasi. Untuk area parkir indoor, sensor direncanakan dipasang di bagian atas.

Sementara untuk area outdoor, perangkat dapat ditempatkan di bagian bawah atau lantai.

Jumlah sensor juga disesuaikan dengan kapasitas area parkir. Setiap tempat parkir membutuhkan satu sensor yang berfungsi mendeteksi kondisi serta penggunaan ruang tersebut.

Selain diperuntukkan bagi pengendara, Parkify juga memiliki dashboard khusus bagi pengelola parkir.

Melalui dashboard tersebut, pengelola dapat melihat jumlah keseluruhan tempat yang tersedia sekaligus memantau berapa banyak ruang yang sedang digunakan secara real time.

Bisa Diterapkan di Parkir Indoor dan Outdoor

Tim pengembang menyebut Parkify memiliki sistem yang cukup fleksibel untuk diterapkan di berbagai lokasi.

Teknologi tersebut dapat digunakan pada area parkir indoor maupun outdoor dengan penyesuaian berdasarkan kondisi dan luas kawasan.

Untuk area outdoor, Parkify juga berpotensi dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk membantu menangani persoalan parkir liar.

Sensor dapat dipasang di sejumlah titik yang dianggap rawan digunakan untuk parkir sembarangan.

Data yang dikumpulkan dari sistem tersebut kemudian berpotensi dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan untuk membantu proses pemantauan dan pelaporan pelanggaran parkir.

Pengembangan Masih Menghadapi Tantangan

Meski menawarkan sejumlah fitur, pengembangan Parkify masih menghadapi beberapa tantangan.

Salah satu kendala yang dirasakan tim adalah memperoleh data riil mengenai kondisi parkir di lapangan.

Data tersebut diperlukan untuk menganalisis persoalan yang benar-benar dialami masyarakat ketika mencari tempat parkir.

Justin mencontohkan, tim membutuhkan data dari sejumlah lokasi, seperti Mal Botani maupun Lippo, untuk mengetahui rata-rata waktu yang dibutuhkan pengendara saat mencari tempat parkir.

Data tersebut juga diperlukan untuk melihat seberapa lama pengendara mengalami kesulitan menemukan ruang yang masih kosong.

Menurut Justin, data riil seperti itu penting sebagai bahan analisis agar pengembangan Parkify dapat semakin sesuai dengan persoalan parkir yang terjadi di lapangan.

Estimasi Biaya Satu Sensor Rp17,35 Juta

Dari sisi biaya, tim Parkify memperkirakan kebutuhan pembuatan sistem untuk satu sensor mencapai Rp17,35 juta.

Biaya tersebut merupakan estimasi kebutuhan sistem sensor yang digunakan untuk memantau setiap tempat parkir.

Selain memberikan kemudahan bagi pengendara, Parkify juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi waktu dan penggunaan bahan bakar kendaraan.

Pengguna yang sudah mengetahui tempat parkir sebelum berangkat tidak perlu menghabiskan waktu dengan berkeliling di sekitar lokasi hanya untuk mencari ruang yang kosong.

Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi emisi kendaraan yang muncul akibat kendaraan terlalu lama berputar ketika mencari tempat parkir.

Begini Cara Menggunakan Parkify

Penggunaan Parkify diawali dengan membuka website dan memilih tempat parkir yang masih tersedia.

Setelah menentukan posisi yang diinginkan, pengguna melakukan pembayaran pemesanan secara digital.

Sistem kemudian mengirimkan QR Code yang digunakan sebagai akses sekaligus identitas reservasi.

QR Code tersebut diverifikasi ketika kendaraan memasuki area parkir. Saat kendaraan meninggalkan lokasi, kode yang sama kembali diverifikasi untuk memastikan proses keluar sesuai dengan data pemesanan.

Melalui Parkify, tim SMKN 4 Bogor berupaya menghadirkan sistem parkir yang lebih terstruktur dengan memadukan pemesanan tempat secara digital dan pemantauan ketersediaan ruang parkir secara real time.

Inovasi tersebut diharapkan dapat membuat proses mencari dan menggunakan tempat parkir menjadi lebih praktis, efisien, serta terukur. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
Parkify SMKN 4 Bogor tempat parkir inovasi