RADAR BOGOR - Siapa sangka kulit nanas dan bagian putih kulit durian, yang selama ini kerap berakhir sebagai limbah bisa diolah menjadi produk pangan bernilai ekonomi?
Sekelompok siswa SMA PGRI 1 Kota Bogor, mencoba membuktikan hal tersebut melalui inovasi bernama P’Day Taste.
Inovasi yang dikembangkan melalui Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA PGRI 1 Kota Bogor ini, memanfaatkan limbah organik berupa kulit nanas (Ananas comosus) dan bagian putih kulit durian atau albedo.
Baca Juga: Bantuan Beras Diperpanjang, Cek Kejelasan BLT Kesra Rp900 Ribu dan PKH Validasi
Produk tersebut, dikembangkan sebagai penambah cita rasa alami yang sekaligus memiliki kandungan serat nabati.
Inovasi ini, menjadi salah satu upaya para pelajar untuk mengubah bahan yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai guna sekaligus peluang ekonomi.
Berawal dari Limbah Buah di Sekitar Bogor
P’Day Taste dikembangkan, dengan memanfaatkan kulit nanas dan albedo durian yang difermentasi secara anaerob menggunakan air leri atau air cucian beras pertama.
Proses tersebut dipilih, karena air leri diketahui mengandung sejumlah nutrisi yang dapat mendukung proses fermentasi.
Dalam pengembangannya, kulit nanas dan albedo durian memiliki peran masing-masing untuk menghasilkan karakter produk yang diharapkan.
Kulit nanas mengandung senyawa volatil serta enzim bromelain.
Setelah melalui proses fermentasi, komponen tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan sensasi gurih atau umami pada makanan.
Sementara itu, bagian putih kulit durian dikenal mengandung pektin dan senyawa fenolik.
Komponen tersebut, dimanfaatkan dalam formulasi P’Day Taste untuk membantu mempertahankan karakter cita rasa sekaligus memperlambat proses oksidasi.
Albedo durian juga dimanfaatkan, sebagai sumber nutrisi bagi bakteri asam laktat (BAL) dalam proses fermentasi yang berkaitan dengan ekstrak kulit nanas.
Ditawarkan sebagai Alternatif Penambah Cita Rasa
Melalui P’Day Taste, para siswa tidak sekadar ingin menghasilkan produk baru dari limbah buah.
Mereka juga membawa gagasan untuk menghadirkan alternatif penambah cita rasa berbahan nabati.
Baca Juga: Review Lengkap Honda Vario 125 Street, Varian Tertinggi dengan Posisi Berkendara Mirip Motor Sport
Produk tersebut ditujukan sebagai pilihan penambah rasa alami yang kaya serat nabati, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penyedap rasa sintetis yang banyak digunakan dalam pengolahan makanan.
Selain aspek pangan, inovasi ini memiliki misi lingkungan.
Kulit nanas dan kulit durian yang biasanya menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai tambah.
Ketersediaan kedua bahan baku tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan P’Day Taste.
Nanas dan durian dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dengan musim panen yang berbeda-beda, sehingga ketersediaan bahan bakunya berpotensi saling melengkapi.
Kandungan Serat Jadi Salah Satu Keunggulan
Dalam pengembangan awalnya, P’Day Taste telah menjalani sejumlah pengujian pendahuluan.
KIR SMA PGRI 1 Kota Bogor, berkolaborasi dengan Laboratorium Biofarmaka IPB Bogor untuk melakukan analisis proksimat dan pengujian asam amino, termasuk asam glutamat.
Hasil analisis yang disampaikan tim pengembang menunjukkan sejumlah parameter, yakni karbohidrat sebesar 67,8 persen, serat kasar 23,4 persen, protein 2,9 persen, kadar abu 7,8 persen, lemak 1,5 persen, dan kadar air 60,1 persen.
Data tersebut, menjadi bagian dari proses pengembangan produk sebelum P’Day Taste diarahkan untuk memenuhi standar kualitas yang berlaku.
Dari Limbah Menjadi Peluang Usaha
Bagi para inovator muda di SMA PGRI 1 Kota Bogor, P’Day Taste tidak berhenti pada eksperimen di lingkungan sekolah.
Produk ini diharapkan, dapat dikembangkan menjadi inovasi pangan yang memiliki prospek ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
Baca Juga: Siswa SMKN 4 Bogor Bikin Parkify, Cari hingga Pesan Slot Parkir Kini Bisa dari Parkify
Pemanfaatan limbah kulit nanas dan albedo durian dinilai dapat membuka peluang usaha baru berbasis bahan alami yang mudah ditemukan.
Konsep tersebut juga sejalan dengan upaya mengembangkan produk yang lebih berkelanjutan.
Almira Syifa Aryana, salah satu inovator P’Day Taste dari SMA PGRI 1 Kota Bogor, bersama tim KIR berharap inovasi tersebut dapat terus disempurnakan melalui kolaborasi penelitian dengan Biofarmaka IPB.
Ke depan, P’Day Taste diharapkan tidak hanya dikenal sebagai karya inovasi pelajar, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi, ramah lingkungan, dan dapat diterima pasar yang lebih luas.
Lewat inovasi sederhana dari dua jenis limbah buah tersebut, para siswa Bogor menunjukkan, bahan yang selama ini dianggap tidak berguna masih memiliki potensi untuk diolah menjadi sesuatu yang bernilai. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti