RADAR BOGOR – Akses penyeberangan pejalan kaki di Stasiun Bogor bakal mengalami perubahan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan fasilitas berupa eskalator dan lift untuk menggantikan akses penyeberangan yang saat ini digunakan penumpang.
Direktur PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, akses penyeberangan atau level crossing Stasiun Bogor tersebut nantinya akan dipindahkan ke area atas stasiun.
“Nanti akan kami naikkan, kami pasang tambahan eskalator sama lift untuk penyebrangan Stasiun Bogor yang ada di selatan,” kata Bobby kepada awak media.
Baca Juga: Hanami Suki Bogor, All You Can Eat dengan Daging Premium dan Pelayanan Terbaik
Menurut dia, perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memudahkan mobilitas penumpang di dalam kawasan stasiun.
Dengan fasilitas baru itu, penumpang nantinya dapat berpindah antarkawasan peron melalui jalur atas. Akses dari peron 1 menuju peron 6, 7, hingga 8 akan diarahkan menggunakan eskalator dan lift.
“Sehingga semua perpindahan dari peron 1 ke peron 6, 7, 8 itu lewat atas semuanya,” ujar Bobby.
Tiga Konsep Revitalisasi Stasiun Bogor
Baca Juga: Festival Kuliner Bandung 2026 Hadirkan 88 Tenant, Ajak Pengunjung Nostalgia ke Era Tempo Doeloe
Penggantian akses level crossing tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan dan revitalisasi Stasiun Bogor yang disiapkan PT KAI.
Bobby menjelaskan, terdapat tiga konsep utama dalam pengembangan Stasiun Bogor. Konsep pertama adalah mengembalikan identitas stasiun.
Stasiun Bogor memiliki nilai historis yang kuat. Akses naik turun kereta di kawasan tersebut telah dibangun sejak 1881.
“Jadi inilah yang akan jadi muka Stasiun Bogor, kawasan Nyi Raja Permas. Muka stasiun baru itu nanti ada di belakang ini,” jelasnya.
Baca Juga: Ketan Durian Omah Ichi, Hidden Gem di Pekapuran yang Wajib Dicoba Pencinta Durian
Konsep kedua adalah meningkatkan konektivitas. Hal ini berkaitan dengan keberadaan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang yang lokasinya berdekatan.
PT KAI berencana menghadirkan integrasi yang lebih terhubung atau seamless integration sehingga keberadaan kedua stasiun tidak lagi terasa sebagai dua kawasan yang terpisah.
“Nanti akan ada seamless integration. Sekarang kan seolah-olah ada dua stasiun antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang,” tutur Bobby.
Selain konektivitas antarstasiun, integrasi antarmoda transportasi juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Stasiun Bogor nantinya diarahkan menjadi pusat perpindahan berbagai moda transportasi.
Baca Juga: XPeng GX EREV Punya Tenaga 503 PS, SUV 3 Baris Ini Tawarkan Kabin Mewah
Di kawasan itu terdapat Trans Pakuan, Biskita, hingga angkutan daring. PT KAI juga membuka peluang pengembangan konektivitas dengan moda transportasi lain, termasuk konsep LRT perkotaan.
“Di situ ada Trans Pakuan, ada Biskita, ada angkutan daring, bahkan diskusi dengan Pak Wali juga bagaimana menghadirkan konsepnya LRT perkotaan,” ungkapnya.
Sementara itu, konsep revitalisasi ketiga adalah spasialitas. Pengembangan Stasiun Bogor ke depan tidak hanya menyediakan ruang terbuka, tetapi juga ruang untuk aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Twnty Four Backyard Bogor, Cafe Baru dengan Konsep Casual Dining yang Homey
PT KAI berencana menyediakan ruang usaha sebagai bagian dari konsep Transit Oriented Development (TOD).
Dengan konsep tersebut, kawasan Stasiun Bogor diharapkan tidak hanya menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga berkembang menjadi kawasan yang terintegrasi dengan transportasi, ruang publik, serta aktivitas perekonomian.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga