Keripik Kentang Sambal Cumi Hitam Jadi Juara BIA 2026, Sudah Dipasarkan hingga Luar Negeri

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:20 WIB
Keripik Kentang Sambal Cumi Hitam Juara 1 Bogor Innovation Award (BIA) 2026 kategori Masyarakat. (Foto: Raissa Magang Radar Bogor)
Keripik Kentang Sambal Cumi Hitam Juara 1 Bogor Innovation Award (BIA) 2026 kategori Masyarakat. (Foto: Raissa Magang Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Keripik kentang sambal cumi hitam berhasil mengantarkan keluarga Novvy Natalia meraih Juara 1 Bogor Innovation Award (BIA) 2026 kategori Masyarakat.

Produk keripik kentang tersebut menjadi bagian dari inovasi pangan yang mereka kembangkan bersama keluarga sejak 2019.

Novvy menjalankan usaha tersebut bersama suaminya, Marwan Abdul Aziz, serta kedua anaknya, Fairuz Arfah Razita dan Zahira Rizwana.

Mereka mengusung nama Bogor Snack Revolution dengan mengembangkan keripik kentang dalam berbagai varian rasa yang tidak umum ditemukan pada produk sejenis.

Fairuz mengatakan, keripik kentang buatan keluarganya berbeda dengan produk pada umumnya yang menggunakan bumbu tabur.

Mereka justru membuat sendiri bumbu dengan mengangkat cita rasa makanan yang biasa disantap keluarga.

Baca Juga: KAGUME Bawa GPK dan Pegiat Inklusi ke Baduy, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian

“Inovasi kami adalah keripik kentang sambal cumi hitam dan keripik kentang selai stroberi,” kata Fairuz.

Selain dua varian tersebut, mereka juga memiliki keripik kentang dengan varian sambal seafood.

Namun, untuk kompetisi BIA 2026, dua varian yang diikutsertakan adalah sambal cumi hitam dan selai stroberi.

Ide membuat varian sambal cumi hitam berawal dari keluarga. Fairuz menyebut ibunya memang gemar memasak, sementara keluarga mereka juga menyukai hidangan berbahan seafood seperti sambal cumi.

Dari kebiasaan tersebut, mereka mencoba mengolah cita rasa sambal cumi hitam menjadi bumbu keripik kentang.

Inovasi itu kemudian dikembangkan menjadi produk yang dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan.

Fairuz mengatakan, penggunaan cumi hitam juga menjadi salah satu pembeda produk mereka.

Ia menyebut cumi hitam memiliki kandungan antioksidan dan protein, sementara bahan seafood juga digunakan dalam pembuatan kaldu.

“Yang membedakan produk kami dengan keripik kentang lainnya adalah varian rasanya,” ujarnya.

Menurut Fairuz, Bogor Snack Revolution dibuat untuk menjawab kejenuhan terhadap varian rasa makanan ringan yang sudah beredar.

Baca Juga: Air Jadi Kendala Pemadaman TPAS Galuga, Pemkot Bogor Usulkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Mereka ingin menghadirkan produk dengan bahan alami dan varian rasa yang lebih inovatif.

Konsep tersebut tidak hanya berhenti pada perlombaan. Produk mereka telah diproduksi dan dipasarkan melalui sejumlah jaringan penjualan di dalam maupun luar negeri.

Keripik tersebut telah dipasarkan di sejumlah gerai minimarket di Kota Bogor serta sejumlah toko di Jakarta. Produk mereka juga pernah bekerja sama dengan toko di Singapura dan Australia.

Keluarga Novvy juga telah memiliki perusahaan sendiri untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Sejak 2019, mereka fokus mengembangkan produk pangan inovatif dengan mengangkat berbagai jenis masakan khas Nusantara menjadi produk dengan cita rasa baru.

Novvy mengatakan, pengembangan produk dilakukan dengan mengedepankan inovasi agar makanan khas Nusantara dapat dikemas dalam bentuk yang berbeda.

Mereka ingin produk yang dihasilkan memiliki keunikan sekaligus peluang untuk diterima pasar.

“Kami memang fokus membuat produk inovatif yang mengusung jenis-jenis masakan khas Nusantara dengan inovasi yang unik,” kata Novvy.

Produk keluarga tersebut juga telah beberapa kali mendapatkan penghargaan dan kesempatan kurasi.

Salah satunya adalah ketika produk mereka terpilih dalam kurasi untuk kebutuhan tamu kenegaraan di Swiss melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi.

Baca Juga: Wayang Golek Gratis Digelar KSB di Bogor, Ada Pencak Silat hingga Bazaar Sembako Murah

Kurasi tersebut menjadi salah satu kesempatan bagi produk mereka untuk diperkenalkan kepada para CEO dan kepala negara dari berbagai negara yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Meski sudah beberapa kali mendapat perhatian dan liputan media, Novvy menyebut kemenangan di BIA 2026 menjadi pencapaian yang istimewa bagi keluarganya.

Mereka akhirnya berhasil meraih Juara 1 setelah sebelumnya beberapa kali mengikuti kegiatan dan memperkenalkan produk inovatif.

Bagi keluarga tersebut, penghargaan BIA 2026 menjadi dorongan untuk terus mengembangkan usaha.

Mereka berharap inovasi pangan berbasis cita rasa Nusantara yang dikembangkan bersama keluarga dapat semakin dikenal dan menjangkau pasar yang lebih luas. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
Bogor Innovation Award Keripik kentang inovasi pangan