Rumah Korban Kebakaran di Jalan Roda Bogor Dibantu Basolia, dari Material Sampai Pekerja Bangunan

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 22:26 WIB
Basolia bersama pemerintah wilayah saat meninjau progres renovasi rumah korban kebakaran di Kota Bogor. (Dok. Basolia)
Basolia bersama pemerintah wilayah saat meninjau progres renovasi rumah korban kebakaran di Kota Bogor. (Dok. Basolia)

RADAR BOGOR - Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) Kota Bogor membantu pemulihan rumah warga terdampak kebakaran di Jalan Roda, Gang Mesin, Kota Bogor. Bantuan diberikan mulai dari material bangunan hingga tenaga pekerja.

Ketua Umum Basolia Arifin Himawan mengatakan, kebakaran terjadi pada Rabu pekan lalu. Sehari setelah kejadian, dirinya datang ke lokasi untuk mengecek kondisi rumah warga sebelum bantuan tahap awal disalurkan pada Sabtu.

“Hari Rabu kejadiannya, hari Jumat saya datang mengecek, kemudian hari Sabtu serah terima bantuan kebutuhan asbes, seng, baja ringan dan spandek,” kata Arifin saat meninjau progres renovasi, Jumat, 11 September 2026.

Arifin menjelaskan terdapat enam rumah yang terdampak kebakaran. Dua rumah terbakar hingga hampir seluruh bangunan, sedangkan empat rumah lainnya terdampak tetapi tidak sampai terbakar habis.

Untuk empat rumah tersebut, Basolia memberikan material sesuai kebutuhan. Bantuan di antaranya berupa kaso, asbes, dan seng untuk memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan.

Baca Juga: Hadapi Persik Kediri di Super League, Garudayaksa Gagal Menang di Stadion Pakansari Bogor

Sementara dua rumah yang terbakar habis membutuhkan perbaikan lebih besar. Berdasarkan hasil perhitungan di lapaungan, material yang disiapkan antara lain baja ringan dan spandek.

“Basolia melakukan penyaluran bantuan kepada korban bencana baik material serta tenaga tukang, terutama untuk dua rumah yang terbakar habis,” ujarnya.

Dalam proses perbaikan, Basolia juga menemukan bagian rumah yang belum memiliki dudukan atau struktur penyangga untuk pemasangan rangka baja ringan. Karena itu, pekerjaan tidak hanya berupa pemasangan material atap.

Salah satunya, rumah milik Mamat, juga dibantu pemasangan hebel. Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan dudukan dan pengecoran untuk menyiapkan struktur penyangga rangka baja ringan.

“Untuk rumah Pak Mamat, kita sudah bantu hebel, kemudian dibuat dudukan dan beton untuk persiapan baja ringan,” jelasnya.

Sementara satu rumah lainnya belum dapat dikerjakan secara maksimal karena membutuhkan pekerjaan struktur dan fondasi yang lebih besar. Pihak keluarga masih membahas langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Arifin mengatakan, material untuk atap kedua rumah tersebut sudah disiapkan Basolia. Pemasangan baja ringan dan spandek akan dilakukan setelah pihak keluarga siap melanjutkan pekerjaan.

“Material baja ringan dan spandek sudah kita siapkan. Kalau keluarganya sudah siap, kita bantu pasang dengan tenaga tukang,” katanya.

Menurut Arifin, bantuan tersebut bukan ditujukan untuk membangun rumah baru. Basolia ingin meringankan beban korban agar rumah yang terdampak dapat kembali ditempati dan terlindungi dari panas maupun hujan.

“Ini bukan program membangun rumah baru, tetapi bagaimana meringankan beban korban supaya rumahnya bisa kembali ditempati dan tidak kepanasan atau kehujanan,” tuturnya.

Selain material, tenaga pekerja juga dikerahkan karena sebagian korban kesulitan melakukan pekerjaan bangunan secara mandiri. Pekerja membantu sejumlah pekerjaan, mulai dari pemasangan hebel, pengecoran, hingga persiapan rangka baja ringan.

Arifin menambahkan, bantuan tersebut bersumber dari donasi yang dihimpun Basolia. Penggalangan donasi akan terus dilakukan seiring kebutuhan korban berkembang selama proses pemulihan.

“Kalau nanti dari donasi yang terkumpul masih ada kekurangan, Basolia akan membantu sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
Jalan Roda Basolia bogor kebakaran