Kasus Gangguan Kesehatan di Kota Bogor Bertambah 184 Pasien, Pemkot Tingkatkan Pemantauan

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 10:56 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Foto: Thirdman/pexels.com)
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan. (Foto: Thirdman/pexels.com)

RADAR BOGOR – Pemantauan kesehatan warga di Kota Bogor terus dilakukan Pemkot Bogor di tengah kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian.

Hingga pemantauan terbaru, jumlah warga yang tercatat mengalami gangguan kesehatan mencapai 1.544 pasien.

Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 184 pasien dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat 1.360 pasien.

Gangguan kesehatan yang masuk dalam pemantauan meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), keluhan pada mata, hingga masalah pada kulit.

Pemkot Bogor masih terus memonitor perkembangan kasus tersebut untuk mengetahui kondisi terbaru serta menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan situasi di lapangan.

Pemkot Bogor Belum Kaitkan Langsung dengan Abu Vulkanik

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor Ana Ismawati mengatakan, kenaikan jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan belum bisa secara langsung disimpulkan sebagai dampak paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Bansos 12 September: Akumulasi PKH dan PIP Cair Tembus Rp3,4 Juta Plus Beras 30 Kg

Menurut Ana, diperlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan faktor yang berkontribusi terhadap bertambahnya jumlah kasus gangguan kesehatan tersebut.

Pemkot Bogor, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan secara berkala.

Hasil analisis nantinya menjadi dasar agar langkah penanganan yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan masyarakat di lapangan.

Kualitas Udara Kota Bogor Masuk Kategori Sedang

Selain memantau perkembangan gangguan kesehatan, Pemkot Bogor juga terus memperhatikan kondisi kualitas udara.

Pada Jumat, 11 September 2026, kualitas udara Kota Bogor tercatat berada dalam kategori sedang, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 85 µg/m³.

Sementara itu, hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) selama 24 jam sebelumnya menunjukkan rata-rata konsentrasi sebesar 69,33 µg/m³.

Berdasarkan pemantauan tersebut, konsentrasi terendah tercatat 43,1 µg/m³ pada Kamis, 10 September 2026 pukul 20.00 WIB. Adapun konsentrasi tertinggi mencapai 80,9 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB.

Kondisi kualitas udara tersebut membuat Pemkot Bogor mengingatkan masyarakat yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap pencemaran udara agar meningkatkan kewaspadaan.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain lansia, anak-anak, penderita asma dan alergi, serta masyarakat yang memiliki gangguan jantung maupun pernapasan.

Baca Juga: Bukan Cuma Oli Mesin, Komponen Ini Juga Wajib Diganti Secara Rutin

Pemkot Bogor juga mengimbau kelompok sensitif tersebut membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama.

Dinkes Bogor Pantau Kesehatan dan Kualitas Udara

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Erna Nuraena menjelaskan bahwa pemantauan kondisi kesehatan masyarakat dilakukan bersamaan dengan pemantauan kualitas udara.

Dinas Kesehatan juga melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna mengetahui perubahan kondisi di lapangan secara berkala.

Koordinasi pemantauan kualitas udara tersebut dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Erna mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap menerapkan langkah perlindungan diri, salah satunya menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas fisik yang dilakukan dalam waktu lama di luar ruangan, khususnya bagi mereka yang termasuk kelompok sensitif terhadap pencemaran udara.

Warga Diminta Segera Periksa Jika Muncul Keluhan

Pemkot Bogor mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing selama pemantauan berlangsung.

Baca Juga: Kaki-kaki Mobil Bunyi 'Glodak-glodak'? Ini Rangkaian Perbaikan yang Wajib Dilakukan

Masyarakat yang mengalami keluhan terkait pernapasan, mata, maupun kulit disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan.

Dinkes menilai langkah tersebut sejalan dengan kondisi kualitas udara Kota Bogor yang saat ini masih berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan ISPU.(uma)

Editor : Yosep Awaludin
Gangguan kesehatan kota bogor kualitas udara pasien