RADAR BOGOR - Kekurangan pegawai akibat, banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjadi di Pemkot Bogor yang pensiun dinilai perlu disikapi serius.
Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Doddy Hikmawan berpandangan kondisi tersebut dikhawatirkan menggangu layanan dasar kepada masyarakat.
“Saya pernah sampaikan itu saat Raker Komisi I dengan BKPSDM. Saya minta agar ada antisipasi ASN yang pensiun,” kata Doddy kepada Radar Bogor.
Sektor layanan yang disorot Dody adalah pendidikan dan kesehatan. Ia meminta agar Pemkot Bogor ikut mengawal dalam proses rekruitmen pegawa.
“Meskipun mekanisme dan prosesnya harus melalui pusat, kita mendorong agar Pemkot Bogor aktif komunikasi dan mengawal,” ujae Doddy, Senin, 14 September 2026.
Secara pribadi Doddy mengusulkan agar dibuka peluang mutasi bagi ASN yang saat ini bertugas di Kementerian untuk bekerja di Pemkot Bogor.
“Atau ASN yang bekerja di lembaga pemerintah lain yang ingin mengadi di Pemkot Bogor untuk bisa dibuka peluang mutasi ASN,” jelas Doddy.
Doddy menilai skema tersebut bisa saja dilakukan, asalkan ASN tersebut yang mengajukan dan ada formasi jelas yang dibutuhkan.
“Mereka (ASN) yang harus mengajukan sendiri. Kalo sudah ada info formasi yang dibutuhkan, terutama ibu-ibu mungkin ada yang berminat,” ucap Doddy
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor jumlah ASN yang akan purna tugas sebanyak 372 orang.
Data tersebut gabungan dari tiga kategori ASN. Pertama Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 332 orang, PPPK Penuh Waktu 322 dan PPPK Paruh Waktu 32 orang (bay)
Editor : Eka Rahmawati