RADAR BOGOR - Permintaan pengambilalihan aset Terminal Baranangsiang dari Kemenhub ke Pemkot Bogor hingga kini tak kunjung direspon.
Permintaan itu sebelumnya sudah disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat bertemu dengan Dirjen Hubdat Kemenhub.
“Tapi sejauh ini belum ada respon resminya,” kata Dedie saat ditanya respon Kemenhub terkait permintaan pengambil alihan aset Terminal Baranangsiang.
Meski begitu, Dedie berharap, agar Terminal Baranangsiang tidak semakin terbengkalai dan terus dibiarkan dalam keadaan kumuh.
Baca Juga: Banyak ASN Pemkot Bogor yang Pensiun, DPRD Usul Buka Mutasi dari Pusat
“Ya kita berharap agar Terminal Baranangsiang tidak semakin terbengkalai dan dibiarkan kumuh,” ujar Dedie kepada Radar Bogor, Senin, 14 September 2026.
Revitalisasi Terminal Baranangsiang disebut semkain mendesak. Apalagi lokasi itu akan menjadi stasiun akhir dari program LRT yang digagas pemerintah pusat.
Dedie menjelaskan sebetulnya pemerintah pusat sudah punya rencana revitalisasi, melanjutkan konsesi kepada PT PGI beberapa waklu lalu.
“Ada sepertinya (Revitalisasi) melanjutkan konsesi kepada PT. PGI, kecuali ada kebijakan lain,” ucap Dedie dikonfirmasi lebih lanjut.
Namun hingga saat ini revitalisasi tersebut belum jelas. Sejumlah fasilitas di Terminal Baranangsiang, mulai dari aspal hingga area tunggu penumpanh terpantau rusak. (bay)
Editor : Eka Rahmawati