RADAR BOGOR — Pengembangan potensi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kelurahan Situgede, Bogor.
Melalui Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2026, IPB University mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan UMKM sebagai bagian dari upaya pengembangan Kampung Wisata Talas.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Workshop Digital Marketing yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University pada Kamis, 10 September 2026, di Auditorium Satari, Fakultas Kedokteran dan Gizi, IPB University.
Kegiatan ini diikuti oleh 5 kelompok UMKM binaan LPA2I dan mahasiswa IPB University.
Kegiatan workshop merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas UMKM dalam mendukung pengembangan model Kampung Wisata Talas sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di Situgede.
Talas tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi identitas dan daya tarik ekonomi lokal melalui produk olahan, aktivitas UMKM, serta pengalaman wisata berbasis masyarakat.
Baca Juga: Bansos PKH Validasi Mulai Masuk, KPM BPNT Bisa Dapat Tambahan Rp225 Ribu
Dalam konteks tersebut, kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk dan potensi lokal melalui platform digital menjadi semakin penting untuk membangun awareness, menarik konsumen maupun wisatawan, serta memperluas jejaring pasar.
Workshop menghadirkan Indah Nur Rahmi, Digital Content Lead PT Agrinesia Raya, sebagai narasumber.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha.
Mulai dari membangun branding dan positioning, mengenali target konsumen, menentukan kanal pemasaran, hingga mengembangkan konten kreatif yang menarik dan relevan.
Materi tersebut diharapkan dapat membantu UMKM binaan Situgede dalam mengemas dan mengomunikasikan keunggulan produk secara lebih menarik, termasuk produk berbasis talas yang menjadi salah satu potensi lokal yang dikembangkan dalam kerangka Kampung Wisata Talas.
Ketua Tim Program Dospulkam 2026, Dr. Ranti Wiliasih, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas UMKM perlu dilakukan secara terpadu agar potensi lokal yang dimiliki masyarakat dapat memberikan nilai tambah ekonomi.
Menurutnya, pengembangan Kampung Wisata Talas tidak hanya berkaitan dengan aspek produksi dan pengolahan komoditas talas, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dikemas, dipromosikan, dan dikenalkan kepada masyarakat luas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi UMKM binaan untuk semakin percaya diri dalam memasarkan produknya secara digital. Ketika produk lokal memiliki branding yang kuat dan mampu dipromosikan dengan baik, maka peluang untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan potensi Kampung Wisata Talas Situgede juga akan semakin besar,” ujarnya.
Lebih lanjut, penguatan digital marketing diharapkan dapat menjadi salah satu komponen pendukung dalam membangun ekosistem Kampung Wisata Talas yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan di Situgede.
Baca Juga: IPB Kembangkan Mie Talas, Inovasi Pangan Lokal Bogor untuk Peluang Usaha UMKM
Produk olahan talas, kuliner lokal, maupun aktivitas masyarakat dapat dikembangkan sebagai bagian dari narasi wisata yang saling terhubung.
Dengan demikian, promosi melalui media digital tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penjualan produk, tetapi juga untuk membangun identitas destinasi, meningkatkan daya tarik Kampung Wisata Talas, dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Melalui workshop ini, Program Dospulkam 2026 diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Situgede.
Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pengelolaan media sosial, pembuatan konten, penguatan identitas merek, serta promosi produk dan potensi lokal secara konsisten.
Upaya tersebut menjadi bagian dari proses membangun model Kampung Wisata Talas yang berbasis pada potensi masyarakat, memiliki nilai ekonomi, dan mampu berkembang secara adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pada akhirnya, pengembangan Kampung Wisata Talas di Situgede diharapkan tidak hanya menghasilkan sebuah destinasi wisata, tetapi juga menciptakan rantai nilai ekonomi lokal yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sinergi antara pengembangan komoditas talas, penguatan UMKM, inovasi produk, promosi digital, dan pengembangan potensi wisata menjadi langkah penting untuk mewujudkan Situgede sebagai kawasan yang memiliki identitas lokal sekaligus peluang ekonomi yang berkelanjutan. (***)
Editor : Yosep Awaludin