Pemkot Bogor Harap Penanganan Kebakaran TPA Galuga Selesai Sebelum Groundbreaking PSEL

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB
Penanganan kebakaran di TPA Galuga, Kabupaten Bogor. (Dok. Humas Pemkot Bogor)
Penanganan kebakaran di TPA Galuga, Kabupaten Bogor. (Dok. Humas Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga mulai kondusif setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan. Meski begitu, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya bara dari dalam tumpukan sampah.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, penanganan kebakaran masih terus dimaksimalkan bersama petugas gabungan dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

“Sejauh ini alhamdulillah penanganannya sudah cukup maksimal, meskipun masih ada potensi asap di beberapa titik,” kata Dedie, Selasa, 15 September 2026.

Baca Juga: Warga Bogor Jadi Penumpang KM Virgo Transport 8, Keluarga Geri Donovan Masih Menunggu Kabar

Menurutnya, sejumlah personel masih akan ditempatkan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman. Pemkot Bogor berharap proses tersebut dapat dituntaskan dalam beberapa hari ke depan.

“Kita berharap masih kita tetapkan beberapa personel. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini bisa selesai tuntas,” ujarnya.

Dedie menyebut penanganan kebakaran TPAS Galuga juga menjadi perhatian menjelang rencana groundbreaking Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya pada 17 September 2026.

Groundbreaking tersebut akan dihadiri sejumlah pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah di wilayah Bogor. Karena itu, Pemkot Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor terus memaksimalkan penanganan di lokasi.

“Kita punya target untuk penanganannya maksimal, paling tidak potensi kebakarannya,” jelas Dedie.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Rudy Mashudi mengatakan, petugas menggunakan metode bongkar dan aduk untuk menangani titik yang masih menyimpan panas.

Tumpukan sampah yang diduga masih memiliki bara dibongkar dan diaduk. Setelah itu, petugas menyemprotkan air untuk membantu proses pemadaman sekaligus pendinginan.

“Kami lakukan metode bongkar dan aduk pada titik-titik api, kemudian disemprot air agar terjadi proses pemadaman sekaligus pendinginan. Tujuannya supaya panas yang masih berada di dalam tumpukan sampah bisa berkurang dan tidak kembali memunculkan api,” ujarnya.

Petugas juga melakukan penyisiran secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan titik-titik kecil yang masih mengeluarkan asap atau berpotensi kembali terbakar.

“Selain itu, ada metode penyisiran pada titik-titik api kecil yang dilakukan oleh satuan personel. Mereka memastikan setiap area yang masih memiliki potensi panas dapat segera ditangani,” katanya.

Rudy menjelaskan, kebakaran di area TPAS memiliki karakteristik berbeda karena sumber panas dapat berada di bagian dalam tumpukan sampah.

Kondisi tersebut membuat api masih berpotensi muncul kembali meski secara visual titik kebakaran telah padam. Karena itu, proses pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan secara bertahap.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan tidak ada titik panas yang berkembang menjadi api kembali. Proses pendinginan dan pemantauan tetap berjalan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan kondisi kebakaran TPAS Galuga secara visual sudah hampir seluruhnya padam. Pada Senin, 14 September 2026 sekitar 99 persen area disebut sudah tidak terlihat mengeluarkan asap.

Meski demikian, pemantauan menggunakan perangkat geothermal tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada panas yang tersimpan di bawah tumpukan sampah.

Pemkot Bogor juga masih menyiagakan personel dan kendaraan pemadam kebakaran di lokasi. Jumlah personel disesuaikan dengan kondisi lapangan setelah proses pemadaman utama dinyatakan selesai.

Penanganan selanjutnya diarahkan pada pendinginan, penyisiran, serta pemantauan titik panas agar kebakaran tidak kembali terjadi. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor tpa galuga PSEL kebakaran