SMKN 4 Bogor Bikin Pengaman Motor Berbasis RFID

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB
SERIUS: SMKN 4 Bogor kembangkan sistem keamanan motor berbasis RFID RDM630 dan LoRa HC-12.
SERIUS: SMKN 4 Bogor kembangkan sistem keamanan motor berbasis RFID RDM630 dan LoRa HC-12.

RADAR BOGOR - Kunci kendaraan, biasanya menjadi pertahanan pertama saat seseorang meninggalkan sepeda motor. 

Namun, seiring berkembangnya modus pencurian kendaraan, sistem pengamanan konvensional dinilai perlu mendapat dukungan teknologi tambahan.

Berangkat dari persoalan tersebut, SMKN 4 Bogor mengembangkan sistem keamanan sepeda motor berbasis RFID RDM630 dan LoRa HC-12.

Baca Juga: Di Bawah Satu Atap: Tentang Lelah, Tawa, dan Impian yang Dirajut Bersama

Inovasi ini, dirancang agar kendaraan hanya dapat diaktifkan menggunakan kartu RFID yang sudah terdaftar sekaligus memberikan peringatan ketika terdeteksi upaya pencurian.

Proyek tersebut, digagas oleh Akhmad Akhir sebagai inovator bersama anggota tim, yaitu Rizki Arya Setiawan, Muhammad Fadilah Syahputra, Muhammad Rizdky Ramadhan, dan Muhammad Indra Pratama.

Kartu RFID Jadi Kunci Elektronik Motor

Sistem yang dikembangkan memanfaatkan Arduino sebagai pusat pengendali.

RFID RDM630 kemudian digunakan untuk membaca identitas kartu atau tag yang menjadi akses masuk ke sistem kendaraan.

Cara kerjanya cukup sederhana.

Sebelum motor dapat dihidupkan, pengguna harus menempelkan kartu RFID yang telah didaftarkan.

Arduino akan membaca identitas kartu tersebut dan melakukan pencocokan dengan data yang tersimpan.

Jika kartu dikenali, sistem akan mengaktifkan relay sehingga kendaraan dapat dinyalakan.

Sebaliknya, kartu yang tidak terdaftar tidak akan mendapatkan akses untuk mengaktifkan sistem.

Konsep tersebut membuat RFID berfungsi layaknya kunci elektronik tambahan.

Baca Juga: Siswa SMA Dian Harapan Bogor Ubah Kulit Bawang Jadi Bahan Fashion

Jadi, selain mengandalkan pengamanan bawaan kendaraan, motor memiliki lapisan autentikasi lain yang harus dilewati sebelum dapat digunakan.

Saat Ada Percobaan Pencurian, Pemilik Dapat Peringatan

Keunikan inovasi ini tidak hanya terletak pada penggunaan RFID.

Tim juga menggabungkannya dengan modul LoRa HC-12 untuk membangun komunikasi nirkabel antara kendaraan dan perangkat yang berada di sisi pemilik.

Ketika sistem mendeteksi kartu yang tidak dikenali atau adanya indikasi kendaraan hendak dihidupkan secara paksa, pemancar atau transmitter akan mengirimkan sinyal peringatan.

Sinyal tersebut kemudian diterima perangkat receiver yang dibawa atau ditempatkan oleh pemilik kendaraan.

Arduino pada perangkat penerima selanjutnya mengaktifkan buzzer sebagai alarm.

Dengan mekanisme tersebut, pemilik dapat memperoleh peringatan tanpa harus berada tepat di samping kendaraan.

Belajar Elektronika Lewat Masalah Sehari-hari

Pengembangan alat ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sistem keamanan kendaraan.

Proyek tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan berbagai materi yang dipelajari di bidang elektronika dan teknologi.

Mulai dari pemrograman Arduino, autentikasi menggunakan RFID, komunikasi data nirkabel, hingga proses perancangan dan pengujian perangkat dilakukan sebagai bagian dari pengembangan sistem.

Baca Juga: Lotus Emira First Edition Rp3,98 Miliar, Sport Car V6 Supercharged 400 HP dengan Mode Track

Para siswa juga mendapatkan pengalaman dalam merancang rangkaian, merakit komponen, membuat program, serta menguji apakah sistem dapat bekerja sesuai rancangan.

Pendekatan tersebut membuat persoalan keamanan kendaraan diterjemahkan menjadi sebuah proyek teknologi yang dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut.

LoRa HC-12 Punya Kelebihan, tetapi Ada Batasnya

Penggunaan LoRa HC-12 dipilih karena modul tersebut dapat digunakan untuk komunikasi nirkabel dengan jangkauan yang relatif jauh dan konsumsi daya yang rendah.

Komponen ini juga dapat diintegrasikan dengan Arduino dalam pengembangan sistem.

Namun, tim menyadari bahwa perangkat tersebut masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Kualitas komunikasi nirkabel dapat dipengaruhi kondisi lingkungan.

Keberadaan bangunan, pepohonan, maupun gangguan pada frekuensi radio dapat memengaruhi jangkauan sinyal.

Sistem juga masih membutuhkan sumber daya listrik dari kendaraan, sehingga pengelolaan konsumsi daya menjadi hal penting agar penggunaan alat tidak membebani aki.

Selain itu, penggunaan kartu RFID juga memiliki risiko tersendiri.

Kartu yang hilang atau mengalami kerusakan dapat membuat pengguna membutuhkan metode akses alternatif.

Bisa Dikembangkan dengan GPS hingga Aplikasi Android

Pengembangan sistem keamanan motor ini masih terbuka luas. Salah satu rencana yang dapat diterapkan adalah menambahkan GPS, sehingga posisi kendaraan dapat diketahui secara lebih detail.

Tim juga melihat peluang integrasi dengan aplikasi Android dan teknologi Internet of Things (IoT).

Dengan pengembangan tersebut, peringatan keamanan berpotensi dikirim langsung ke telepon pintar pemilik.

Baca Juga: Korban Selamat KM Virgo Terima Bantuan Rp 7 Juta, Dedi Mulyadi: Rp1 Juta Buat Beli Baju

Fitur lain yang dapat ditambahkan antara lain sensor getaran dan sensor kemiringan untuk mendeteksi aktivitas tidak wajar pada kendaraan.

Sistem juga berpotensi dilengkapi mekanisme pemutus mesin dari jarak jauh sebagai lapisan pengamanan tambahan.

Dengan perpaduan Arduino, RFID RDM630, dan LoRa HC-12, inovasi siswa SMKN 4 Bogor ini menunjukkan bagaimana teknologi elektronika dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bukan hanya menjadi perangkat pengaman kendaraan, proyek tersebut juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan merancang teknologi yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor motor SMKN 4