Baru 75 Ribu Warga Aktifkan IKD, Pemkot Bogor Kini Libatkan Pengurus RW Jadi Agen

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:51 WIB
Layanan aktivasi IKD di Kantor Kelurahan Kebon Kelapa Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)
Layanan aktivasi IKD di Kantor Kelurahan Kebon Kelapa Kota Bogor. (Foto : Fauzan/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Aktivasi IKD baru menyasar 75 ribu warga Kota Bogor. Kini, Pemkot melibatkan pengurus RW untuk ikut beri pelayanan sabagai agen.

Informasi itu mengemuka saat Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi meninjau layanan aktivasi IKD dan Perlinsos digital di Kantor Kelurahan Kebon Kelapa, Rabu 16 September 2026.

Dalam kesempatan itu hadir juga, Asisten Deputi Koordinasi Administasi Wilayah dan Kependudukan Kemenko Polkam Kartika Adi Putranta.

Kartika menjelaskan pemerintah pusat saat ini tengah gencar menggalakan aktivasi IKD untuk mendukung reliasisasi program Perlinsos bagi masyarakat. 

“Maka saya datang kesini untuk memastikan dengan Pak Sekda, dengan Pak Asisten, Pak Kadis Dukcapil, Kadis Sosial, bahwa program ini berjalan,” ujarnya

Terdapat sejumlah kekurangan yang mesti diperbaiki dalam melaksanakan program ini. Kondisi itu disebut Kartika hal yang biasa, apalagi program ini masih baru.

Baca Juga: Tambang Bogor Barat Ditutup, PAD Kabupaten Bogor Berpotensi Berkurang Rp150 Miliar

“Namun, pemerintah tetap berupaya untuk memaksimalkan. Satu hal yang saya ingatkan, percayalah pemerintah tidak membiarkan rakyatnya sengsara,” ujarnya.

Keberadaan IKD tidak boleh dianggap remeh. Aplikasi tersebut nantinya akan menjadi layanan dasar bagi pemerintah untuk memberikan berbagai bantuan. 

“Seperti Perlinsos. Presiden menghendaki seluruh wilayah, yang awalnya hanya 53 daerah, kemudian naik 259 dan seluruh wilayah sekarang,” ucapnya.

Presiden disebutnya amat berharap seluruh daerah bisa mendapatkan layanan digital itu. Ia meminta semua pihak ikut mendukung pelaksanaannya.

“Jika data yang diterima tidak sesuai, maka ada layanan Sanggah diaplikasi IKD. Tadi melihat warga ada yang begitu, tapi bisa langsung terlayani,” terangnya.

Warga tidak usah khawatir data bantuan sosialnya hilang saat daftar aplikasi IKD. Sebab semua akan tetap terpantau dan saling terintegrasi. 

“Jadi tidak ada kaitannya. Nanti tetap terpantau, Jangan takut kalau, 'Wah, saya udah dapat bantuan nanti IKD malah hilang lagi,' tidak,” tegas Kartika. 

Hal serupa juga disampaikan Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi yang menyampaikan bahwa syarat Perlinsos kedepan harus mempunyai IKD.

Bagi warga yang sudah faham penggunan gawai tutorial aktivasi IKD sudah tertuang dalam website resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). 

“Tapi bagi yang lansia, atau Gaptek nanti ada agen-agen, Kami menyiapkan yang kemungkinan kalau lansia nanti datang ke rumahnya masing-masing,” ujar Denny.

Baca Juga: Nostalgia AADC, Cinta dan Rangga Kembali Lewat Film Pendek Terbaru

Tiap kelurahan sudah mempunyai agen layanan aktivasi IKD. Mereka terdiri dari pengurus RW, RT, kader hingga kepemudaan dari Karang Taruna.

Skema tersebut sengaja dilakukan guna mempercepat aktivasi IKD. Pemerintah Kota Bogor menargetkan tahun ini sebanyak 250 ribu warga yang sudah mengaktifkan.

“Kalau sekarang sudah ada 75.000 dari target 250 ribu. Mudah-mudahan dari hari ke hari ya semakin meningkat bagi warga masyarakat yang mengaktivasi IKD,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor Denny Mulyadi Aktivasi IKD