Gim Kimia Ciptaan SMK AK Nusa Bangsa Bogor Bawa Siswa Masuk ke Laboratorium yang Hilang

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:28 WIB
Siswa SMK AK Nusa Bangsa Bogor membuat gim edukasi bertajuk Absorbed: The Lost Lab.
Siswa SMK AK Nusa Bangsa Bogor membuat gim edukasi bertajuk Absorbed: The Lost Lab.

RADAR BOGOR - Belajar kimia, tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas dengan buku, rumus, dan praktikum di laboratorium. 

Sekelompok siswa SMK AK Nusa Bangsa, mencoba menghadirkan cara berbeda melalui sebuah gim edukasi bertajuk Absorbed: The Lost Lab.

Gim tersebut dikembangkan oleh Muhammad Izzadin Sabani sebagai inovator bersama enam anggota tim, yakni Jendry Langelo, Zaky Daffa Ibrahim, Amanda Aurora, Rizky Ramadhani, Muhammad Faris, dan Intan Aulia.

Baca Juga: PJU Padam di Parungpanjang Bogor, Warga Khawatir Jalan Makin Rawan

Bukan sekadar permainan untuk mengisi waktu luang, Absorbed: The Lost Lab dirancang untuk menggabungkan pembelajaran kimia dengan unsur petualangan, teka-teki, serta cerita fiksi ilmiah. 

Konsep tersebut membuat pemain tidak hanya mengikuti alur permainan, tetapi juga ditantang memahami berbagai materi yang berkaitan dengan dunia laboratorium.

Terlempar ke Masa Lalu karena Mengabaikan K3

Cerita dalam gim, bermula dari seorang karakter utama yang digambarkan ceroboh dan kurang memperhatikan keselamatan serta kesehatan kerja (K3).

Kelalaiannya terjadi ketika ia sedang mengembangkan sebuah mesin waktu. 

Kesalahan tersebut, kemudian memicu kecelakaan yang membuat sang tokoh terlempar ke hutan prasejarah pada masa lalu.

Dalam kondisi tersebut, satu-satunya cara untuk kembali ke masa depan adalah membangun kembali laboratorium sekaligus memanfaatkan pengetahuan kimia yang dimilikinya.

Dari sinilah perjalanan pemain dimulai. 

Pemain harus mengikuti alur cerita, menyelesaikan berbagai teka-teki, sekaligus menerapkan pengetahuan yang berkaitan dengan pembelajaran kimia.

Konsep permainan juga dirancang memiliki sejumlah kemungkinan akhir. 

Artinya, keputusan yang dibuat pemain selama menjalankan misi dapat memengaruhi perkembangan cerita hingga mencapai bagian akhir permainan.

Tiga Chapter Kenalkan Dasar Kimia Analisis

Sebagai produk awal, Absorbed: The Lost Lab dikembangkan dalam tiga chapter. 

Masing-masing chapter membawa materi pembelajaran yang berbeda sehingga unsur edukasi tetap menjadi bagian utama dalam permainan.

Baca Juga: Laporan Penerimaan 5 Bansos ke KPM: Cek Nominal BLT Dana Desa, PKH, BPNT hingga Beras

Chapter 1 berfokus pada dasar-dasar analisis, terutama pengenalan keselamatan dan kesehatan kerja, penggunaan alat keselamatan dan alat pelindung diri (APD), sistem informasi keselamatan, penyimpanan bahan kimia, hingga pengelolaan limbah.

Selanjutnya, Chapter 2 mengangkat materi Good Laboratory Practice (GLP). 

Pada bagian ini, pemain diperkenalkan dengan prinsip dan tata cara bekerja secara baik dan benar di lingkungan laboratorium.

Sementara itu, Chapter 3 membahas dasar-dasar pembuatan pereaksi yang menjadi salah satu pengetahuan penting sebelum melakukan proses analisis di laboratorium.

Materi dalam setiap chapter disusun dengan mengacu pada Skema Sertifikasi KKNI Level III Kompetensi Keahlian Kimia Analisis. 

Pengembangannya merujuk pada sejumlah standar kompetensi kerja nasional Indonesia yang berkaitan dengan jasa pengujian laboratorium dan analisis kimia.

Petualangan, Teka-teki, dan Belajar Kimia

Pemilihan konsep petualangan dan teka-teki bukan tanpa alasan. 

Pengembang berusaha menjadikan materi kimia yang selama ini identik dengan pembelajaran teoritis menjadi pengalaman yang lebih interaktif.

Pemain akan diajak menjelajahi laboratorium fiksi yang terbengkalai hingga kawasan hutan. 

Di sepanjang perjalanan, terdapat narasi dan berbagai teka-teki yang harus diselesaikan.

Baca Juga: Warga Memanas, Polisi Evakuasi Terduga Pelaku Asusila di Parung Bogor

Situasi tersebut mendorong pemain untuk berpikir, mencari petunjuk, mengambil keputusan, dan menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari untuk melanjutkan permainan.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri. 

Materi kimia justru menjadi bagian dari tantangan yang harus dilewati pemain dalam menyelesaikan perjalanan sang karakter.

Mengusung Gaya Pixel Art yang Ringan

Dari sisi visual, Absorbed: The Lost Lab menggunakan gaya pixel art dengan perspektif 2D. 

Tampilan tersebut memberikan nuansa retro dan klasik, sekaligus membantu menjaga gim tetap ringan ketika dimainkan.

Pemilihan pixel art juga mempertimbangkan proses pengembangan gim agar lebih mudah dilakukan. 

Selain itu, desain visual yang sederhana diharapkan membuat permainan dapat berjalan pada perangkat dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi.

Konsep visual tersebut kemudian dipadukan dengan latar laboratorium fiksi yang terbengkalai dan hutan prasejarah. 

Baca Juga: Mobil Berebet dan Kurang Tenaga? Cek Platina, Bisa Jadi Pengapian Tidak Stabil

Narasi, teka-teki, karakter, serta berbagai elemen permainan dirancang untuk membangun suasana petualangan sekaligus mempertahankan unsur pembelajaran.

Seluruh konsep Absorbed: The Lost Lab sebelumnya dirumuskan melalui deskripsi naratif dan storyboard. 

Kedua elemen tersebut menjadi panduan utama dalam proses pengembangan gim.

Lewat permainan ini, tim SMK AK Nusa Bangsa mencoba menunjukkan bahwa pembelajaran kimia dapat dikemas melalui medium yang dekat dengan dunia siswa. 

Bukan hanya membaca dan menghafal materi, pemain diajak belajar sambil menjelajah, memecahkan masalah, dan menentukan pilihan yang akan membawa mereka menuju akhir cerita. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
gim SMK AK Nusa Bangsa Absorbed: The Lost Lab bogor laboratorium