RADAR BOGOR – Para siswa SMK Negeri 4 Kota Bogor kini tak perlu repot meninggalkan kegiatan belajar untuk mengurus administrasi kependudukan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bogor mendatangi langsung sekolah melalui program Dukcapil Goes to School, Rabu, 16 September 2026.
Pelayanan Dukcapil tersebut menyasar siswa SMKN 4 Kota Bogor yang belum melakukan perekaman KTP elektronik, khususnya mereka yang mulai mendekati usia 17 tahun. Selain itu, guru dan tenaga kependidikan juga dapat memanfaatkan layanan untuk melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ada dua layanan utama yang diberikan dalam kegiatan di SMKN 4 Kota Bogor tersebut, yakni perekaman KTP elektronik bagi pemilik identitas pemula dan aktivasi IKD bagi warga sekolah yang telah memiliki KTP.
Baca Juga: Yamaha Jupiter Z Burhan 2006 Kembali Diburu, Motor Bebek Legendaris dengan Jok Empuk
Perwakilan Guru SMKN 4 Bogor, Rini Palupi, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran petugas Dukcapil di sekolah sangat membantu siswa dalam mengurus dokumen kependudukan.
“Program ini sangat mempermudah, terutama dalam hal perekaman KTP elektronik bagi para siswa yang merupakan pemilik identitas pemula,” kata Rini.
Ia menjelaskan, perekaman KTP secara langsung di sekolah memberikan kemudahan bagi siswa yang sudah mendekati usia 17 tahun. Mereka tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk datang ke kantor Dukcapil.
Pada tahap awal, sekitar 80 siswa yang usianya mendekati 17 tahun telah masuk dalam daftar peserta perekaman. Namun, pelayanan tetap dibuka bagi siswa lain yang belum melakukan perekaman meskipun namanya tidak tercantum dalam daftar awal.
Baca Juga: KKS Lama Terisi Rp600 Ribu, Ini KPM yang Kembali Dapat Bansos PKH dan BPNT
“Karena faktor kendala waktu sekolah, mereka belum sempat mengurus pembuatan KTP. Jadi, meskipun tidak ada dalam list, pihak Dukcapil tetap memberikan pelayanan penuh untuk merekam anak-anak tersebut, sehingga totalnya bisa lebih dari 80 orang,” ujarnya.
Guru dan Karyawan Bisa Aktivasi IKD
Tak hanya siswa, guru, karyawan, dan tenaga tata usaha SMKN 4 Bogor yang telah memiliki KTP elektronik juga mendapat kesempatan melakukan aktivasi IKD.
Rini menyebut masih terdapat sejumlah warga sekolah yang belum mengaktifkan identitas digital tersebut. Dengan adanya pelayanan langsung di sekolah, proses aktivasi menjadi lebih praktis.
“Jadi, ini sangat kami sambut dengan baik karena membantu kami agar tidak harus datang langsung ke kantor dinas, melainkan pihak Dukcapil yang memfasilitasi kami di sekolah,” tuturnya.
Baca Juga: Gim Kimia Ciptaan SMK AK Nusa Bangsa Bogor Bawa Siswa Masuk ke Laboratorium yang Hilang
Pelayanan perekaman KTP bagi siswa di SMKN 4 Bogor sendiri telah menjadi agenda rutin setiap tahun ajaran baru. Peserta umumnya berasal dari kelas 11 yang mulai memasuki usia wajib memiliki KTP.
Namun, siswa yang telah berusia lebih dari 17 tahun dan belum melakukan perekaman juga tetap dapat memanfaatkan layanan tersebut.
Rini berharap kerja sama antara pihak sekolah dan Dukcapil dapat terus berjalan sehingga pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah diakses para siswa maupun warga sekolah lainnya.
Baca Juga: PJU Padam di Parungpanjang Bogor, Warga Khawatir Jalan Makin Rawan
Terlebih, data kependudukan dan data sekolah kini memiliki keterkaitan melalui penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
“Mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut,” tandasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga