RADAR BOGOR – Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Bogor meluncurkan Program 1.000 Pintu, sebuah gerakan sosial yang bertujuan menghadirkan ruang privasi dan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.
Program 1.000 Pintu tersebut resmi diperkenalkan di Kota Bogor pada Kamis, 17 September 2026. Pelaksanaannya menyasar keluarga prasejahtera yang tinggal di rumah dengan kondisi minim sekat atau belum memiliki kamar khusus.
Ketua APSAI Kota Bogor, Deswaty Diningsih, mengatakan ide program 1.000 Pintu ini muncul setelah adanya kasus pelecehan seksual terhadap bayi. Menurutnya, kondisi rumah yang terbuka tanpa pembatas menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
Baca Juga: Bocoran Jadwal Bansos PKH-BPNT Tahap 4 2026, KPM Ini Dipastikan Cair Termin 1
“Kita lihat peristiwa itu terjadi karena kondisi dari rumahnya yang blong tanpa sekat. Maka program ini kami buat untuk beri ruang privasi bagi anak,” ujar Deswaty.
Rumah Tanpa Sekat Dibuatkan Kamar
Dalam pelaksanaannya, Program Seribu Pintu dilakukan dengan membangun dinding pembatas di dalam rumah yang sebelumnya tidak memiliki sekat.
Ruang tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai kamar, sehingga anggota keluarga tidak lagi harus tidur atau berganti pakaian dalam satu ruangan yang sama.
Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik 2026: Mengapa HSB Investasi Jadi Pilihan?
“Jadi kayak buat kamar. Sehingga tidak lagi mereka semua tidur barengan, ramai-ramai, atau mau ganti baju aja susah kan anak-anak,” jelasnya.
Jumlah kamar yang dibuat menyesuaikan dengan luas rumah penerima manfaat.
Untuk rumah berukuran kecil, APSAI biasanya membangun dua kamar. Sementara rumah yang lebih luas dapat dibuatkan hingga tiga sekat kamar.
“Kalau rumahnya kecil kita buat dua kamar pastinya. Tapi kalau misalnya rumahnya besar kita bisa buat tiga sekat kamar,” terang Deswaty.
Enam Rumah Sudah Mendapat Bantuan
Deswaty mengungkapkan, hingga saat ini program tersebut telah menyasar enam rumah. Sementara dua rumah lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Baca Juga: Iuran BPJS Warga Bogor Berpotensi Kurang Rp20 Miliar, DPRD Minta Anggaran Ditambah
Ia mengatakan, para penerima manfaat menyambut baik bantuan tersebut. Bahkan, sejumlah warga mengaku sejak lama ingin memiliki rumah dengan ruang yang lebih layak dan tertata.
“Mereka bilang memang pingin punya rumah seperti ini. Maka kita jadi semangat, untuk target sasarannya sendiri seribu rumah yang ada di Kota Bogor,” ungkapnya.
Untuk memperluas jangkauan program, APSAI Kota Bogor juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar target menghadirkan ruang privasi di seribu rumah dapat diwujudkan.
“Yang sudah selesai enam rumah dan sekarang kami sedang mengerjakan dua rumah. Waktunya sampai kapan, kami tidak batasi,” pungkas Deswaty.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga