RS PMI Bogor Perkuat Layanan Brain Center dan Code Stroke, Pasien Tak Perlu Jauh ke Jakarta

Dede Supriadi • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 15:38 WIB
Karyawan RS PMI Bogor bersama masyarakat mengikuti kegiatan Fun Walk dalam rangkaian HUT PMI ke-81 sebagai bagian dari kampanye hidup aktif dan sehat. (Dok. RS PMI Bogor)
Karyawan RS PMI Bogor bersama masyarakat mengikuti kegiatan Fun Walk dalam rangkaian HUT PMI ke-81 sebagai bagian dari kampanye hidup aktif dan sehat. (Dok. RS PMI Bogor)

RADAR BOGOR - Peringatan HUT PMI ke-81 menjadi momentum bagi Rumah Sakit PMI Bogor untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan layanan kesehatan otak dan pembuluh darah, khususnya hipertensi dan stroke.

Mengusung semangat nasional “Peduli, Bergerak, Bersama”, RS PMI Bogor tidak hanya menggelar berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan internal. Rumah sakit juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan melalui olahraga, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi mengenai risiko dan gejala stroke.

Baca Juga: Cara Daftar Bansos Digital Lewat Perlinsos, Gratis Tanpa Dipungut Biaya

Direktur Utama RS PMI Bogor Drg Sutarto, Sp.BM mengatakan, rangkaian HUT PMI ke-81 diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari bakti sosial, perlombaan internal, hingga kegiatan olahraga yang melibatkan karyawan dan masyarakat.

Salah satunya Fun Walk yang diikuti sekitar 600 peserta. Lebih dari separuh peserta berasal dari kalangan eksternal rumah sakit.

“Jalan sehat kita ini diikuti eksternal dan internal. Sebagian besar kayaknya lebih dari 50 persen eksternal,” ujarnya kepada Radar Bogor pada Minggu, 20 September 2026.

Menurut dia, antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun kebiasaan hidup aktif.

“Harapannya dengan berolahraga, kita juga mensosialisasikan kegiatan kita harus beraktivitas agar kita sehat,” katanya.

Di usia ke-81, RS PMI Bogor juga memfokuskan penguatan pelayanan pada hipertensi dan stroke.
Rumah sakit tersebut memiliki Brain Center dan Code Stroke sebagai bagian dari layanan yang berkaitan dengan kesehatan otak dan sistem saraf.

Layanan tersebut didukung sumber daya manusia, termasuk dokter spesialis saraf dan dokter dengan kompetensi intervensi, serta fasilitas penunjang seperti CT Scan dan MRI.

“Untuk Brain Center tadi SDM kita relatif lengkap. Penunjang medis juga kita ada CT Scan dan MRI,” jelasnya.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung masyarakat Bogor dan sekitarnya mendapatkan layanan kesehatan terkait stroke tanpa harus mencari pelayanan ke luar daerah.

“Harapannya, di Bogor sendiri sudah ada,” ujarnya.

Code Stroke sendiri menjadi bagian penting dalam penanganan pasien yang mengalami dugaan stroke akut. Kecepatan mengenali gejala dan mendapatkan pertolongan medis menjadi faktor penting dalam menentukan penanganan selanjutnya.

Selain memperkuat layanan kuratif, RS PMI Bogor juga mendorong masyarakat lebih memperhatikan pencegahan.

Aktivitas fisik menjadi salah satu pesan yang disampaikan melalui Fun Walk. Direktur Utama RS PMI Bogor menilai, perubahan gaya hidup membuat aktivitas fisik masyarakat cenderung berkurang.

Karena itu, kegiatan olahraga bersama diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni HUT PMI, tetapi menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri bergerak secara rutin.

Pencegahan juga perlu dibarengi dengan perhatian terhadap faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan kondisi kesehatan lain yang berkaitan dengan penyakit pembuluh darah.

Dalam rangkaian kegiatan HUT PMI ke-81, RS PMI Bogor juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, termasuk pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta deteksi dini pembuluh darah melalui metode NIVA.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda stroke.
Salah satu metode sederhana yang dapat digunakan adalah FAST, yakni Face, Arm, Speech, dan Time.

Face berarti memperhatikan apakah wajah tiba-tiba terlihat mencong atau tidak simetris.
Arm berarti melihat apakah salah satu lengan mengalami kelemahan atau sulit diangkat.

Speech berkaitan dengan gangguan bicara, seperti bicara pelo, tidak jelas, atau sulit berbicara.
Sedangkan Time menjadi pengingat agar segera mencari pertolongan medis ketika gejala tersebut muncul secara tiba-tiba.

Semakin cepat gejala dikenali dan pasien mendapatkan pertolongan, semakin cepat pula tenaga medis dapat melakukan evaluasi dan menentukan penanganan sesuai kondisi pasien.

Selain penguatan layanan stroke, RS PMI Bogor berharap keberadaan rumah sakit tersebut semakin menjadi pilihan masyarakat Bogor dan sekitarnya.

Saat ini RS PMI Bogor merupakan salah satu rumah sakit tipe B di Kota Bogor. Menurut Direktur Utama, penguatan layanan unggulan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya ke depan sih Rumah Sakit PMI menjadi pilihan warga Bogor dan sekitarnya untuk berobat di Rumah Sakit PMI Bogor,” katanya.

Dengan dukungan tenaga medis dan fasilitas penunjang, termasuk CT Scan dan MRI, RS PMI Bogor berupaya menghadirkan layanan kesehatan otak dan pembuluh darah yang lebih terpadu.

Momentum HUT PMI ke-81 pun menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit.

Kepedulian terhadap kesehatan perlu dimulai dari diri sendiri, diwujudkan melalui kebiasaan hidup aktif, serta diperkuat dengan dukungan keluarga dan layanan kesehatan.

Peduli untuk mengenali risiko. Bergerak untuk menjaga kesehatan. Bersama untuk membangun masyarakat yang lebih sehat.(ded)

 

Editor : Eka Rahmawati
brain center bogor stroke rs pmi