RADAR BOGOR - Prestasi membanggakan, kembali ditorehkan para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurani Kota Bogor.
6 santri yang dikirim untuk mengikuti Bogor Grand Championship Kejuaraan Pencak Silat Nasional Kemenpora Cup 2026 berhasil membawa pulang medali.
Kejuaraan tersebut berlangsung di Stadion Padjajaran, Kota Bogor, pada 20 September 2026.
Baca Juga: Final Sepak Bola Tarkam Kades Cup di Lulut Klapanunggal Bogor Diwarnai Baku Hantam
Dari 6 santri yang turun bertanding, 4 di antaranya berhasil meraih medali emas, sementara 2 lainnya membawa pulang medali perak.
Capaian tersebut, menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan Ponpes Nurani tidak hanya berfokus pada pendidikan agama, tetapi juga mendorong para santri untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
6 Santri Bertanding, Semuanya Bawa Medali
Pimpinan Ponpes Nurani Kota Bogor, Ade Sarmili mengapresiasi, pencapaian para santrinya yang telah membawa nama pesantren dalam kompetisi pencak silat tingkat nasional tersebut.
Menurut Ade, seluruh santri yang dikirim berhasil meraih medali.
"Dari 6 peserta, 4 santri meraih emas dan 2 lainnya mendapatkan perak," ujarnya kepada wartawan, Senin 21 September 2026.
Bagi pihak pesantren, hasil tersebut menjadi pencapaian penting karena menunjukkan bahwa program latihan dan pembinaan yang selama ini dijalankan mulai memberikan hasil nyata.
Ade menjelaskan, berbagai potensi santri terus diarahkan dan dikembangkan melalui kegiatan yang dapat membentuk kemandirian sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk berprestasi.
Bidang yang dikembangkan pun tidak terbatas pada keagamaan, tetapi mencakup olahraga dan berbagai kegiatan lainnya.
Pembinaan Santri Tak Hanya Berkutat pada Agama
Ponpes Nurani selama ini mendorong para santri untuk memiliki pengalaman dan kemampuan yang beragam. Pencak silat menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam program pembinaan tersebut.
Ade berharap keberhasilan para santri di ajang nasional ini dapat menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk lebih tekun berlatih.
Selain kemampuan teknis, ia juga menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan semangat berkompetisi.
Baca Juga: Bentuk Desa Anti Politik Uang dan Kampung Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Bogor Perkuat Demokrasi
Ia menyebut, prestasi santri Ponpes Nurani telah muncul di sejumlah bidang.
Selain pencak silat, para santri juga aktif dalam kegiatan keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) serta berbagai aktivitas lain.
Menurutnya, pengembangan kemampuan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan di pesantren agar para santri tidak hanya memahami ilmu keagamaan dan kitab kuning, tetapi juga memiliki bekal keterampilan ketika nantinya kembali ke lingkungan masyarakat.
Jadi Bekal Santri Saat Kembali ke Masyarakat
Ade yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum MUI Kota Bogor menuturkan, proses pendidikan di Ponpes Nurani dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pembinaan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan prestasi di arena perlombaan.
Lebih dari itu, setiap kegiatan diharapkan dapat membentuk karakter, pengalaman, kemandirian, serta kesiapan para santri dalam menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.
Ia berharap, proses pembinaan tersebut dapat terus berjalan sehingga para santri memiliki pengalaman yang cukup sebagai bekal ketika menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Kemenpora Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet
Bogor Grand Championship Kejuaraan Pencak Silat Nasional Kemenpora Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berkompetisi di tingkat nasional.
Kejuaraan ini juga diarahkan untuk menjaring bibit-bibit atlet pencak silat potensial dari kalangan generasi muda.
Pelaksanaan kompetisi di Kota Bogor turut mendapat dukungan dari perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta jajaran Pemerintah Kota Bogor.
Baca Juga: Dana Investor Singapura Masuk BPR Bank Kota Bogor, Bisa Jadi Sumber Kredit untuk Masyarakat
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan olahraga, khususnya pencak silat, sejak usia dini.
Bagi Ponpes Nurani, torehan empat medali emas dan dua medali perak dari enam santri menjadi catatan positif sekaligus penyemangat untuk melanjutkan pembinaan prestasi di masa mendatang. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti