RADAR BOGOR - Clean Sheet berawal dari kebutuhan ekonomi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi. Kini, usaha jasa kebersihan itu telah berkembang dan memberdayakan hampir 500 anak muda di sejumlah wilayah Indonesia.
Perjalanan Clean Sheet dimulai sekitar tujuh tahun lalu sebagai startup binaan kampus dan saat itu usaha tersebut masih mengusung nama “Laundry di Rumah”.
Para perintisnya merupakan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, keterlambatan pencairan dana beasiswa membuat mereka harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri.
Di tengah kondisi tersebut, founder Clean Sheet, Dihqon Nadaamist, mendapat tawaran dari dosennya untuk membersihkan rumah. Pekerjaan itu menjadi pemasukan pertama yang kemudian mendorong Dihqon mengembangkan layanan kebersihan ke tempat lain.
Baca Juga: Bertarung dengan Debu Tajam, Ranger Clean Sheet Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Vice President Business Operations Clean Sheet, Faisal Budiman mengatakan, usaha tersebut kemudian berkembang dengan membawa misi sosial. Para mahasiswa yang bergabung tidak hanya mendapat kesempatan bekerja, tetapi juga didorong untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Faisal yang merupakan kakak tingkat Dihqon di kampus itu mengatakan, Clean Sheet sejak awal ingin menjadi wadah bagi anak muda yang membutuhkan dukungan ekonomi selama menempuh pendidikan.
“Buat kami, ranger ini bukan hanya sebagai pekerja, tapi sebagai tanggung jawab,” ujar Faisal dalam Podcast Bicara Bogor, Senin, 21 September 2026.
Menurut dia, misi tersebut kemudian dikembangkan melalui target untuk membantu lebih banyak anak muda mendapatkan akses pendidikan tinggi. Clean Sheet menargetkan dapat memfasilitasi hingga 1.000 anak untuk mengenyam pendidikan.
“Kami punya mimpi memfasilitasi 1.000 anak untuk bisa mengenyam pendidikan,” katanya.
Tidak berhenti pada pemberian kesempatan kerja, Clean Sheet juga menyiapkan jenjang karier bagi para pekerjanya. Faisal mengatakan, perusahaan ingin setiap pekerja memiliki perkembangan ketika bergabung hingga meninggalkan perusahaan.
“Goals kami, sebisa mungkin dia masuk dan keluar tidak dalam posisi yang sama,” lanjutnya.
Dari yang awalnya hanya menjadi pekerjaan sampingan mahasiswa, Clean Sheet kini telah memperluas jangkauan operasionalnya. Tenaga kerja muda yang bergabung juga tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Jabodetabek hingga Aceh.
Faisal menyebut, hampir 500 anak muda kini telah diberdayakan melalui Clean Sheet.
“Alhamdulillah saat ini kami sudah ada hampir 500 anak muda yang diberdayakan di Clean Sheet,” ujarnya.
Untuk mendukung operasional, Clean Sheet juga menggunakan sistem digital dalam proses kerjanya. Sistem tersebut digunakan untuk memantau pekerjaan, menjaga kualitas layanan, hingga melihat penilaian pelanggan melalui aplikasi. (Raissa Magang Radar Bogor)
Editor : Eka Rahmawati