RADAR BOGOR - Masalah jerawat yang kerap dialami remaja, mendorong siswa SMK AK Nusa Bangsa di Bogor menghadirkan inovasi produk perawatan wajah berbahan alami.
Mereka mengembangkan Nimbi-Serum, serum wajah berbasis ekstrak daun mimba yang dirancang memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan.
Inovasi tersebut digagas oleh Syah Khan Taj'al Arif sebagai inovator bersama anggota tim, Intan Aulia dan Muhammad Izzadin Sabani.
Baca Juga: 8,6 Juta KPM Telah Menerima Bansos PKH Tahap 3, Cek Saldo KKS Lewat ATM
Produk ini, dikembangkan sebagai alternatif perawatan kulit yang memanfaatkan bahan alam, sekaligus menjawab persoalan jerawat yang cukup banyak dialami pelajar.
Syah Khan Taj'al Arif menjelaskan, gagasan pembuatan Nimbi-Serum bermula dari pengamatan terhadap kondisi kulit siswa di lingkungan sekolah.
"Dari hasil observasi, sekitar 50 persen siswa dan siswi di SMK AK Nusa Bangsa mengalami masalah jerawat. Kebanyakan masih menggunakan produk berbahan sintetis, sehingga kami mencoba menghadirkan Nimbi-Serum sebagai salah satu solusi berbasis bahan alami," ujar Syah dalam keterangannya kepada Bogor Innovation Award.
Berawal dari Masalah Jerawat Remaja
Bagi sebagian remaja, jerawat bukan sekadar persoalan kulit.
Kemunculannya juga dapat memengaruhi rasa percaya diri. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian tim dalam menentukan produk yang akan dikembangkan.
Daun mimba dipilih sebagai salah satu bahan aktif karena memiliki kandungan senyawa yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi.
Sementara itu, asam salisilat digunakan sebagai bahan yang membantu proses eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati.
Kombinasi kedua bahan tersebut kemudian dikembangkan menjadi formula serum yang diharapkan dapat memberikan manfaat perawatan kulit sekaligus memanfaatkan potensi bahan alam.
Ekstrak Daun Mimba Diuji Sebelum Masuk Formula
Proses pembuatan Nimbi-Serum dilakukan melalui sejumlah tahapan.
Tim terlebih dahulu mengolah simplisia daun mimba menggunakan etanol 96 persen melalui metode maserasi selama tiga kali 24 jam.
Ekstrak yang diperoleh kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 50 derajat Celsius hingga menghasilkan ekstrak kental.
Baca Juga: RUU Pengaturan Reforma Agraria Disahkan, Akademisi Unpak Bogor Sebut Implementasi Jadi Kunci
Sebelum digunakan dalam formulasi serum, ekstrak tersebut menjalani skrining fitokimia.
Pengujian dilakukan untuk mengetahui keberadaan sejumlah kelompok senyawa, antara lain alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan steroid.
Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etanol daun mimba positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid.
Setelah itu, tim membuat basis serum yang terdiri atas karbomer, NaOH, asam salisilat, alkohol, pengawet, gliserin, butilin, dan akuades. Ekstrak kental daun mimba selanjutnya ditambahkan ke dalam basis tersebut untuk menghasilkan formula Nimbi-Serum.
Empat Formula Dibandingkan
Untuk mengetahui kemampuan produk, tim tidak hanya menguji satu formula.
Mereka membuat empat kelompok serum sebagai pembanding.
Formula A menggunakan asam salisilat sebagai zat aktif.
Formula B menggunakan ekstrak daun mimba, sedangkan Formula C mengombinasikan asam salisilat dan ekstrak daun mimba.
Sementara Formula D dibuat tanpa zat aktif sebagai pembanding.
Keempat formula tersebut kemudian dianalisis berdasarkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakterinya.
Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode penghambatan radikal DPPH.
Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Raih Umbara Award, Ada Pesan soal Pendidikan
Kemampuan antiinflamasi dianalisis melalui metode penghambatan denaturasi protein.
Sementara aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus diuji menggunakan metode difusi kertas cakram.
Berdasarkan hasil pengujian, penggunaan ekstrak daun mimba pada Nimbi-Serum menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri yang lebih baik dibandingkan serum yang tidak menggunakan ekstrak daun mimba sebagai bahan aktif.
Tak Hanya Khasiat, Kenyamanan Produk Juga Diuji
Tim juga melakukan pengujian karakteristik fisik Nimbi-Serum untuk memastikan kualitas produk.
Parameter yang diperiksa meliputi homogenitas, tingkat keasaman atau pH, daya sebar, dan viskositas.
Pengukuran pH dilakukan menggunakan pH meter, dengan mengacu pada persyaratan yang dicantumkan dalam SNI 0-4399-1996 tentang Tabir Surya, yakni berada pada rentang 4,5 hingga 8.
Selain pengujian laboratorium, tim turut melihat respons calon pengguna melalui uji kesukaan atau hedonik.
Pengujian dilakukan kepada siswa SMK AK Nusa Bangsa dengan menilai sejumlah aspek, seperti warna, aroma, dan tekstur.
Hasil uji hedonik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata antara Nimbi-Serum dan serum dengan bahan aktif asam salisilat.
Baca Juga: ICMI Bogor Dorong Grand Design Kaderisasi Menuju Muktamar VIII, Siapkan Cendekiawan Berintegritas
Temuan tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis ekstrak daun mimba tersebut dapat diterima oleh responden.
Melalui Nimbi-Serum, tim SMK AK Nusa Bangsa tidak hanya mencoba menjawab persoalan jerawat yang banyak ditemui pada kalangan remaja.
Inovasi ini juga menjadi upaya mengembangkan produk perawatan wajah dengan memanfaatkan bahan alam dan mengarah pada konsep perawatan kulit yang lebih aman serta berkelanjutan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti