Fe-licious, Cookies Buah Bit Kreasi SMPN 4 Bogor untuk Cegah Anemia

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 06:23 WIB
Inovasi SMPN 4 Bogor ciptakan Fe-licious untuk mencegah Anemia.
Inovasi SMPN 4 Bogor ciptakan Fe-licious untuk mencegah Anemia.

RADAR BOGOR - Kepedulian terhadap kesehatan remaja, mendorong sejumlah siswa SMP Negeri 4 Kota Bogor menciptakan inovasi camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki nilai gizi. 

Mereka mengolah buah bit menjadi cookies bernama Fe-licious, camilan yang dirancang sebagai alternatif asupan zat besi bagi remaja putri.

Inovasi tersebut digagas oleh Yasmin Qottrun Nada bersama enam anggota tim, yakni Keyla Ramadhani Lubis, Shaaziya Alfariza Fardiah, Shakira Ferni Putri Permaiswary, Nadya Rahmadani, Gina Nur Aida, dan Yohana Michelle Naburju Tambunan.

Nama Fe-licious sendiri memiliki makna khusus. 

Baca Juga: BLT Kesra 2026 Belum Ada Kepastian Resmi, Ini Penjelasan Pendamping PKH

Kata “Fe” merujuk pada simbol kimia zat besi, sedangkan “licious” diambil dari kata delicious yang berarti lezat.

Ide pembuatan cookies ini, berawal dari perhatian para siswa terhadap persoalan anemia yang masih dapat dialami remaja putri. 

Berdasarkan pengamatan tim, mereka menemukan sejumlah siswi mengalami gejala yang mengarah pada anemia, seperti bagian bawah mata terlihat pucat, sulit berkonsentrasi, hingga sakit kepala.

Berawal dari Kekhawatiran terhadap Anemia Remaja

Tim Fe-licious mencatat sekitar 22,2 persen remaja putri di SMP Negeri 4 Kota Bogor yang mereka amati menunjukkan kondisi tersebut.

Persoalan lainnya adalah konsumsi tablet tambah darah yang belum selalu optimal. 

Menurut tim, sebagian remaja putri enggan mengonsumsinya karena rasa yang kurang nyaman dan dapat memicu rasa mual.

Kondisi itu, kemudian membuat Yasmin dan tim mencari alternatif yang lebih mudah diterima oleh remaja, khususnya dalam bentuk makanan ringan.

“Kami melihat banyak remaja putri mengalami gejala anemia. Karena itu, kami ingin membuat camilan yang lebih nyaman dikonsumsi sekaligus dapat membantu memenuhi asupan zat besi,” ujar Yasmin Qottrun Nada, inovator Fe-licious dalam keterangannya kepada Bogor Innovation Award.

Buah Bit Dipilih sebagai Bahan Utama

Dalam pengembangan produknya, tim memilih buah bit sebagai bahan utama. 

Mereka menilai buah tersebut memiliki kandungan nutrisi yang dapat mendukung kebutuhan tubuh, termasuk zat besi dan asam folat yang berkaitan dengan pembentukan sel darah merah.

Baca Juga: Bukti Pencairan Susulan BPNT dan PKH Tahap 3 Masih Berlangsung, Ini Daftarnya

Selain itu, buah bit juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral.

Tim menyebut kandungan vitamin A, C, B1, B2, B3, dan B6 serta mineral seperti kalium, magnesium, dan fosfor turut menjadi pertimbangan dalam pemilihan bahan.

“Kami jarang melihat buah bit dimanfaatkan menjadi camilan seperti cookies. Dari situ kami terinspirasi menggunakan sari buah bit agar bisa menjadi produk yang lebih menarik dan nyaman dikonsumsi,” kata Yasmin.

Menurut tim, pengolahan buah bit menjadi cookies juga menjadi cara untuk memperkenalkan bahan pangan tersebut kepada kalangan remaja dalam bentuk yang lebih familiar.

Buah Bit Diolah Menjadi Cookies

Proses pembuatan Fe-licious, dimulai dengan mengukus buah bit hingga teksturnya lebih lunak.

Buah kemudian dihaluskan menggunakan blender dengan tambahan sedikit air hingga menjadi bahan yang siap dicampurkan.

Sementara itu, kacang tanah terlebih dahulu disangrai.

Tahap ini dilakukan tim untuk membantu mengurangi kadar fitat yang dapat menghambat penyerapan mineral tertentu.

Setelah seluruh bahan disiapkan, bahan-bahan tersebut dicampurkan hingga membentuk adonan.

Baca Juga: Sudah Terdaftar PKH atau BPNT, Masih Perlu Daftar Perlinsos? Ini Jawabannya

Adonan kemudian dicetak sesuai bentuk yang diinginkan sebelum masuk ke tahap pemanggangan.

Cookies dipanggang pada suhu sekitar 160–170 derajat Celsius selama kurang lebih 15 menit hingga matang.

Ingin Remaja Lebih Peduli Kesehatan

Melalui Fe-licious, para siswa SMP Negeri 4 Kota Bogor tidak hanya ingin menghasilkan produk makanan baru.

Mereka juga membawa pesan agar remaja semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi.

Tim berharap inovasi tersebut dapat menjadi salah satu media edukasi mengenai anemia, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan zat besi pada remaja putri.

“Kami berharap semakin banyak siswa dan siswi yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan bisa lebih peduli terhadap risiko anemia akibat kekurangan zat besi,” ujar Yasmin.

Fe-licious menjadi contoh bagaimana persoalan kesehatan yang ditemui di lingkungan sekolah dapat memunculkan ide kreatif.

Dari buah bit yang selama ini jarang dilirik, para siswa mencoba menghadirkannya dalam bentuk cookies yang lebih dekat dengan selera remaja. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Fe-licious bogor anemia smpn 4