Hal tersebut disampaikan Pipit saat melakukan kunjungan kerja ke Mako Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jumat, 25 September 2026.
Keterbatasan yang dimiliki masing-masing pihak menurut Kapolda perlu diatasi melalui kerja sama. Bantuan dari pihak eksternal juga harus diarahkan agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Memang kita ada keterbatasan-keterbatasan, saya pikir kita juga harus saling melengkapi,” ujar Irjen Pol Pipit.
Menurut Pipit, sejak tiga bulan memimpin Polda Jabar, pihaknya membawa tagline “Jaga dan Rawat Jawa Barat”. Tagline tersebut dijalankan melalui sembilan Commander Wish dan empat prinsip kerja.
Baca Juga: Cegah Kebakaran Terulang, Petugas DLH Kota Bogor Dilatih Mitigasi di TPA Galuga
Ia berharap prinsip tersebut juga diterapkan jajaran kepolisian di Kota Bogor. Personel diminta memiliki empati terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan bantuan.
“Bagaimana caranya ini bisa membantu menghadirkan negara kepada masyarakat di mana pun, siapa pun, dalam kondisi apa pun masyarakat membutuhkan,” katanya.
Tak hanya itu Irjen Pipit juga meminta personel kepolisian tidak sekadar hadir di tengah masyarakat. Keberadaan polisi harus memberi manfaat dan membantu menjawab kebutuhan warga.
Irjen Pipit mengatakan, Polri harus mampu menghadirkan personel yang dibutuhkan masyarakat dan menurutnya, kehadiran polisi tidak cukup hanya ditunjukkan dengan penggunaan seragam dinas.
“Jadi jangan cuma hadir pakai baju dinas, tapi tanpa melakukan apa-apa,” kata Pipit.
Kapolda Jabar juga menekankan pentingnya peran personel dalam memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat. Hal itu menjadi bagian dari upaya Polri menghadirkan negara di tengah masyarakat.
“Contoh untuk membantu, memberikan perbantuan macam-macam apa yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan sinergitas antara Pemkot Bogor, TNI-Polri, dan Forkopimda terus terjalin dalam menjaga kamtibmas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Dedie, hampir seluruh kegiatan di Kota Bogor melibatkan unsur Forkopimda. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal untuk menjaga kebersamaan dalam membangun Kota Bogor.
“Kegiatan-kegiatan rata-rata hampir seluruh rangkaian kegiatan ini selalu semuanya hadir, membersamai, dan insyaallah ini menjadi modal bagi Kota Bogor untuk membangun kebersamaan,” ungkapnya.
Dedie juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Polri dalam berbagai kegiatan sosial, di antaranya membantu memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), memberikan bantuan kepada pengemudi ojek online, serta membantu pondok pesantren.
Dedie menyebut Kota Bogor juga menjadi salah satu daerah dengan tingkat kriminalitas rendah di Jawa Barat dan mengapresiasi kerja Polresta Bogor Kota dalam menjaga kondisi tersebut.
“Jadi ini juga berkat kerja keras khususnya Polresta Bogor Kota,” kata Dedie.
Selain menjaga keamanan, Dedie meminta perhatian terhadap wilayah perbatasan Kota Bogor. Tingginya pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut membutuhkan koordinasi lintas wilayah.
“Karena perbatasan Bogor ini sebetulnya perbatasan yang sangat tinggi pertumbuhan ekonominya, termasuk juga lalu lintas pergerakan manusianya juga relatif tinggi. Jadi kami mohon mendapatkan perhatian bersama,” ucapnya. (uma)
Editor : Eka Rahmawati