RADAR BOGOR - Dedikasi Harlan Bengardi dalam merawat seni budaya dan bela diri tradisional Sunda, mendapat pengakuan.
Tokoh masyarakat Bogor itu dianugerahi penghargaan sebagai Pendekar Pencak Silat Jawa Barat “Dangiang Pameungkeut Tatar Sunda”.
Penghargaan tersebut, diberikan oleh Padepokan Pencak Silat Seni Tradisi Sangsaka Buana Indonesia dalam gelaran Kejuaraan Pencak Silat Seni Kebun Raya Bogor (KRB) Cup IV 2026.
Prosesi penghargaan berlangsung di Gedung Anggrek, Kebun Raya Bogor, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga: Overdose Tampil di Sports Kombat B2, Ada Strategi Besar di Baliknya
Bagi Harlan, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi.
Pengakuan itu, menandai perjalanan panjang dalam upaya menjaga akar budaya Sunda dan seni bela diri tradisi buhun agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Harlan Tegaskan Tak Mengejar Panggung Politik
Di tengah aktivitasnya yang semakin terlihat dalam berbagai kegiatan publik, muncul spekulasi mengenai kemungkinan Harlan Bengardi masuk ke ranah politik.
Namun, Harlan memilih memberikan penjelasan secara langsung.
Ia menegaskan, dirinya tidak memiliki ketertarikan untuk terjun ke dunia politik.
Menurut Harlan, berbagai aktivitas yang selama ini dijalankan berangkat dari semangat pengabdian, bukan untuk mengejar posisi atau kepentingan politik.
“Kompetensi saya tidak ada di dunia politik. Apa yang dilakukan saat ini murni hanya sebagai bentuk tanggung jawab spiritual melayani Tuhan,” ungkap Harlan kepada Radar Bogor.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan mengenai alasan Harlan terus terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan kepemudaan.
Warisan Sunda dan Tanggung Jawab untuk Generasi Muda
Harlan juga menaruh perhatian pada kondisi generasi muda saat ini.
Ia menyoroti anggapan yang kerap muncul bahwa anak muda zaman sekarang memiliki mental yang lebih rapuh dan mudah mengalami tekanan.
Baca Juga: Hore, Bansos Senilai Rp5 Juta Cair Bank Mandiri, Ini Cara Cek Penerimanya
Namun, menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup hanya dibicarakan atau dikeluhkan.
Diperlukan tindakan nyata serta keteladanan dari generasi yang lebih tua untuk membantu anak muda mempersiapkan masa depan.
Harlan pun mengutip filosofi Sunda yang menjadi salah satu prinsip dalam memandang hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
“Di nu kiwari ngancik nu bihari, seja ayeuna sampeureun jaga,” ucapnya.
Filosofi tersebut, kata dia, mengandung pesan bahwa apa yang dinikmati hari ini merupakan warisan dari masa lalu, sementara apa yang dilakukan saat ini akan menentukan kehidupan generasi mendatang.
“Tugas kita adalah mempersiapkan masa depan mereka,” tambahnya.
Dari Bogor Street Festival hingga Sport Kombat
Komitmen Harlan terhadap kegiatan sosial dan kepemudaan sebelumnya juga terlihat dalam keterlibatannya mendukung sejumlah agenda besar.
Di antaranya Bogor Street Festival, Festival Merah Putih, dan BIIFEST.
Kini, perhatian Harlan kembali diarahkan pada kegiatan yang menyasar generasi muda, khususnya melalui olahraga.
Baca Juga: Mobil Tua Brebet dan Kurang Tenaga? Warga Bogor Bisa Cek 5 Bagian Ini
Bersama Radar Bogor, ISKA, AIRA Pro, dan Nako Arena, Harlan tengah menyiapkan gelaran Sport Kombat B2 - UNLEASHED.
Turnamen perdana tersebut rencananya digelar di arena olahraga terbaru yang dikembangkan KANMA Group di kawasan Kuntum, Tajur.
Kehadiran Sport Kombat B2 - UNLEASHED diharapkan menjadi ruang baru bagi anak muda untuk menyalurkan energi melalui kegiatan olahraga sekaligus membangun karakter.
Bagi Harlan, menjaga warisan budaya tidak berarti harus berhenti pada nostalgia.
Nilai-nilai masa lalu justru dapat menjadi bekal untuk menyiapkan generasi yang akan menghadapi masa depan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim