Bapanas Dorong Menu B2SA Kota Bogor Diintegrasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 22:42 WIB
Lomba Cipta Menu B2SA berbasis pangan lokal di Taman Ekspresi Sempur, Kota Bogor, Sabtu, 26 September 2026. (Raissa/Radar Bogor)
Lomba Cipta Menu B2SA berbasis pangan lokal di Taman Ekspresi Sempur, Kota Bogor, Sabtu, 26 September 2026. (Raissa/Radar Bogor)

RADAR BOGOR — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong kreasi menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal di Kota Bogor dapat diintegrasikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dorongan itu disampaikan Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, saat menghadiri Lomba Cipta Menu B2SA berbasis pangan lokal di Taman Ekspresi Sempur, Kota Bogor, Sabtu, 26 September 2026.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tersebut diikuti perwakilan dari enam kecamatan. Yakni Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Tengah, dan Tanah Sareal.

Baca Juga: Irjen Kementerian Imipas Dalami Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong Bogor, 52 Warga Binaan Diperiksa

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Bogor, Lina Sobariah, mengatakan lomba tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat terbiasa mengolah pangan lokal menjadi menu yang memenuhi prinsip B2SA.

“Lomba cipta menu B2SA ini bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan instrumen edukasi bagi masyarakat agar mampu menyajikan hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga kaya gizi berbasis potensi lokal,” ujar Lina saat menyampaikan laporan panitia.

Menurut Lina, kreasi menu dari peserta diharapkan dapat diterapkan dalam menu harian keluarga, termasuk untuk anak sekolah.

“Melalui kreasi para peserta dari seluruh wilayah kecamatan, kita ingin membuktikan bahwa pangan lokal Kota Bogor sangat layak diintegrasikan ke dalam menu gizi seimbang harian anak sekolah,” ucapnya.

Andriko mengatakan penganekaragaman konsumsi pangan perlu dimulai dari tingkat keluarga. Menurutnya, pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang beragam dan bergizi.

“Tujuan akhir dari penganekaragaman konsumsi pangan B2SA ini adalah terwujudnya masyarakat Indonesia, Jawa Barat, dan khususnya Kota Bogor yang sehat, aktif, dan produktif,” tegas Andriko.

Ia menambahkan, kecukupan asupan pangan harian perlu dipenuhi melalui makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Dorongan diversifikasi pangan juga disampaikan Kepala Bidang Konsumsi dan Sumber Daya Manusia Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Adji Sumarwan.

Adji mengatakan konsumsi beras di Jawa Barat masih berada di atas batas ideal sehingga perlu didorong substitusi dengan sumber pangan lokal lainnya.

“Jawa Barat tingkat konsumsi berasnya sudah di angka 57 persen, melebihi batas ideal 50 persen. Konsumsi ini harus dialihkan atau disubstitusi dengan sumber energi pangan lokal lainnya tanpa menurunkan total skor PPH,” terang Adji saat menjadi narasumber talkshow.

Sementara itu, Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kota Bogor disebut meningkat dari 85,9 pada 2024 menjadi 93,8 pada 2025.

Dalam lomba tersebut, Kecamatan Bogor Utara keluar sebagai juara pertama melalui perwakilan kader PKK Kelurahan Kedunghalang. Capaian itu sekaligus mempertahankan gelar juara yang diraih Kecamatan Bogor Utara pada 2024 dan 2025.

Perwakilan kader PKK Kelurahan Kedunghalang, Ida Kusmiati, mengatakan persiapan menu dilakukan sekitar satu minggu setelah technical meeting. Menu yang dibuat menggunakan talas, nasi jagung, dan ikan patin sebagai sumber protein.

“Menu utama kita dari talas yang di-mix dengan nasi jagung, namanya Talas Tanjung. Untuk proteinnya kita gunakan ikan patin,” ujar Ida.

Ia menjelaskan, menu tersebut disesuaikan dengan tema lomba yang mengangkat pemanfaatan pangan untuk mendukung kebutuhan gizi.

“Harapannya kudapan dan hidangan ini bisa membantu mereka meningkatkan imunitas tubuh. Semoga kreasi pangan lokal seperti ini benar-benar bisa diaplikasikan untuk masyarakat yang membutuhkan penanganan gizi khusus,” kata Ida. (Raissa Magang Radar Bogor)

Editor : Eka Rahmawati
bogor Bapanas Makan Bergizi Gratis