Pimpin Apel di Balaikota Bogor, Dedie Curhat Sering Disurati Gereja Imbas CFD di Soedirman

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 09:59 WIB
Suasana apel di Balaikota Bogor. (Foto : Dzikri/Radar Bogor)
Suasana apel di Balaikota Bogor. (Foto : Dzikri/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pelaksanaan CFD di Jalan Soedirman rupanya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di lapangan terdapat beberapa kendala. 

Kendala-kendala pelaksanaan CFD itu terungkap saat Wali Kota Bogor Dedie Rachim memimpin apel di Plaza Balaikot Bogor, pada Senin 28 September 2026 pagi.

Dalam kesempatan itu, Dedie menerangkan dirinya kerap dikirimkan sejumlah surat dari pengurus gereja yang ada di Jalan Soedirman. 

“Terkait dengan hal-hal yang kemudian sedikit menghambat akses mereka ke tempat ibadah mereka,” kata Dedie dalam sambutannya.

Selain itu, warga juga disebut Dedie sering mengeluh karena terkendala aksebilitas. Mereka harus efort mencari jalur alternatif saat pelaksanaan CFD berlangsung.

“Begitu kita tutup, masyarakat kemudian merasa harus ada effort, harus ada usaha lebih menghindari Jalan Soedirman mencari alternatif-alternatif,” terang Dedie.

Baca Juga: Cegah Gagal Ginjal Kronis, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Edukasi Pasien dan Keluarga

Meski begitu, Dedie tidak kehilangan akal. Pihaknya berkomitmen untuk tetap memberi pelayanan optimal, dengan meminimalisir kendala.

Salah satu upayanya yakni dengan membuat jalan protokol Kota Bogor. Jalan Dewi Sartika kini sudah dibidik untuk jadi lokasinya.

“Jalan Dewi Sartika sebagai jalan protokol. Selama ini kita kesulitan bapak ibu mau melaksanakan CFD di Sudirman terkendala persoalan aksesibilitas,” terangnya

Dedie mengakui rencana tersebut tidak bisa diwujudkan dalam waktu sebentar. Menjadikan Jalan Dewi Sartika sebagai jalur protokol butuh waktu 3 sampai 4 tahun. 
 
“Mulai dari alun-alun Jalan Dewi Sartika sampai dengan Jalan Sawajajar keluar di Sudirman, keluar di pengadilan, semuanya akan lebih tertib lagi,” bebernya.

Seluruh pejabat di Pemkot Bogor sudah sepakat terkait rencana tersebut. Apalagi Wakil Wali Kota dan Sekda diklaim punya semangat yang sama. 

“Jadi ini bagian dari konsep bagaimana merubah wajah Kota Bogor ke depan. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Karena momentumnya ada,” pungkasnya. (bay)

Editor : Yosep Awaludin
wali kota bogor cfd Dedie Rachim