RADAR BOGOR – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) kini tak lagi sebatas teknologi untuk membuat gambar, video, maupun chatbot.
Kecerdasan buatan mulai dikembangkan sebagai agen digital yang dapat membantu menjalankan berbagai pekerjaan secara otomatis, termasuk mendukung operasional bisnis.
Melihat perkembangan tersebut, Komunitas Dimensi menggelar Workshop AI Agent selama dua hari, 26-27 September 2026, di Pakuan Room, Hotel Whizz Prime Pajajaran, Kota Bogor.
Mengusung tema AI for a Bigger Tomorrow: Workshop AI Agent (Bangun AI Agent dan Digital Workers untuk Bisnismu), kegiatan tersebut diikuti 22 peserta yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek, Karawang, Tasikmalaya, Palembang hingga Makassar.
Founder Jaga AI sekaligus pemateri workshop, Menhefari mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelaku bisnis, khususnya pebisnis online, mengenai pemanfaatan AI untuk mengefisiensikan pekerjaan operasional.
“Goal-nya adalah bagaimana peserta ini punya usaha dimana 99 persen pekerjaan operasional dapat dikerjakan oleh robot atau AI, seperti Jaga AI yang sudah saya buat. Karena arahnya akan ke sana seperti di luar negeri seperti Amerika, supaya kita gak ketinggalan,” ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga: 2 Metode Cara Daftar Bansos Digital di Perlinsos, Pembukaan 4,33 Juta Rekening Baru
Menurutnya, peserta tidak hanya diberikan materi mengenai konsep AI Agent, tetapi juga dibimbing untuk memahami tahapan dalam membangun agen digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
“Karena masih hal baru, selain ada mentor yang mendampingi peserta, saya sudah buatkan blueprint 16 tahapan yang bisa digunakan jika ingin membuat AI Agent sendiri. Jadi gak perlu meraba-raba lagi kalau ikut pelatihan di sini,” ungkap Ef, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, pendampingan terhadap peserta tidak berhenti setelah workshop selama dua hari tersebut, para mentor dari Komunitas Dimensi akan terus memberikan pendampingan hingga tiga bulan ke depan.
“Kalau yang sudah-sudah, sebetulnya bisa selamanya kita bimbing,” katanya. Ef berharap para pelaku bisnis, terutama yang bergerak di bidang digital dan online, mulai mempelajari pemanfaatan AI.
Ia menerangkan, perkembangan teknologi tersebut perlu diikuti agar pelaku usaha tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan dunia bisnis.
Sementara itu, salah satu peserta asal Garut, Lutfia Indika Rahma mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti workshop tersebut.
“Saya banyak dapat ilmu baru. Karena sebelumnya belum begitu paham soal AI. Sekarang saya jadi tahu alurnya harus seperti apa,” ungkap perempuan yang menggeluti usaha fashion tersebut.
Dalam workshop itu, Lutfia juga mulai membangun AI Agent yang nantinya ditujukan untuk membantu mengelola operasional bisnisnya.
“Otomatisasi keseluruhan ya, mulai dari WhatsApp, marketing dan lain-lainnya,” tukasnya.
Hal senada disampaikan peserta asal Tasikmalaya, Agung. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai pemanfaatan AI yang sebelumnya hanya dipahami sebatas chatbot maupun automation.
Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Motor di Villa Duta Kota Bogor, 4 Orang Luka-Luka
“Hari pertama belajar framework dulu, hari kedua belajar lebih auto. Saya dapat banyak insight yang sangat luas soal AI, sebelumnya hanya untuk chat maupun automation. Nah ternyata lebih luas lagi,” paparnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan AI Agent membuka peluang baru dalam menjalankan berbagai pekerjaan bisnis secara otomatis.
“Sekarang jadi seperti karyawan sendiri walau tidak ada manusia yang mengerjakan, jadi semua dikerjakan AI dengan otomatis. Setelah praktek di sini, mungkin di hari ke depannya bisa banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan rapi,” pungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin