JPO Segera Dibangun di Perlintasan Kereta Api MA Salmun, Wali Kota Bogor Ungkap Konsepnya

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:36 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau konsep JPO MA Salmun. (Raissa/Magang Radar Bogor)
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau konsep JPO MA Salmun. (Raissa/Magang Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Konsep pembangunan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di perlintasan kereta api MA Salmun mulai dikenalkan ke publik. 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meninjau lokasi tersebut, Senin, 28 September 2026 dan ia pun turut mensosialisasikannya kepada pedagang.

Dedie mendatangi setiap lapak PKL yang saat ini masih berjualan di sisi Jalan MA Salmun dan berbincang dengan para pedagang.

Pembangunan JPO Ma Salmun disebut Dedie merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah disepakatinya dengan PT KAI dan Daop I Jakarta.

Baca Juga: Hanggar di Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor Dibangun Tahun Ini, Siap Tampung 800 Pedagang

Di dalam MoU itu juga disebutkan terkait penataan kawasan sekitar Stasiun Bogor, termasuk Alun-Alun, Jalan Nyi Raja Permas dan Jalan MA Salmun. 

“Ini ada kaitan juga dengan surat yang kami proleh dari Kemendagri dan Kemenhub tentang penutupan lintasan sebidang,” ujar Dedie.

Pembangunan JPO MA Salmun secara resmi akan dimulai pada tahun 2027 mendatang dan dalam waktu dekat pihaknya akan menyiapkan pondasi JPO. 

“Nah jadi kami mendapatkan support dari Kemendagri untuk memulai kontruksi pembangunan JPO, jadi mungkin secara resmi mungkin tahun 2027 awal,” ujarnya.

Terdapat dua JPO yang akan dibangun di MA Salmun, masing-masing memiliki bentangan hingga 120 meter dengan lebar 2,5 meter.

“Kalau dari Jalan Merdeka MA Salmun, setelah jembatan MA Salmun ada jembatan untuk motor, yang sebelah kanan yang seberangnya untuk orang,” beber Dedie.

Setelah semua proses pembangunan JPO rampung, lintasan sebidang di MA Salmun sendiri ditutup sementara para PKL akan dipindah.

“Setelah beres kita akan tutup permanen dan itu jadi proses penataan, mangkannya tadi di MA Salmun juga sendiri harus kita tertibkan juga,” ucapnya.

Para PKL nantinya diberi tempat penampungan sementara, mereka diarahkan untuk berjualan di Pasar Blok F yang lokasinya berdekatan.

“Nanti ada penampungan, sementara saya minta yang mau ke Blok F mangga, berhubungan sama Pak Dirut langsung, bikin meja sendiri,” ucapnya.

Pemerintah Kota Bogor juga tengah menyiapkan area khsusus yang nantinya jadi lokasi resmi untuk para pedagang melakukan aktivitas jual beli.

“Apalagi kalau sudah ditutup (Lintas MA Salmun) lebih baik semuanya kalau mau berusaha mau berniaga disini Nyi Raja Permas,” terang Dedie. 

Para pedagang nantinya akan tetap dikenai biaya, menurut Dedie hal itu memang sudah semestinta menjadi resiko orang yang mencari nafkah. 

“Ada, kan ada listrik air, masa mau gratis aja,  namanya usaha ada resiko, untung rugi semua kita jalanin lah,” pungkasnya. (bay)

Editor : Eka Rahmawati
bogor jpo MA Salmun perlintasan kereta