RADAR BOGOR - Sebanyak 25 kota yang tergabung dalam Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau APEKSI berkumpul di Kota Bogor untuk membahas strategi menghadapi krisis iklim.
Forum Mayor’s Talk APEKSI 2026 ini juga membahas tantangan pengelolaan lingkungan dan keterbatasan anggaran daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Climate and Resilient Cities” tersebut berlangsung pada 27 hingga 30 September 2026.
Forum ini menjadi ruang bagi para kepala daerah untuk berbagi inovasi sekaligus merumuskan solusi menghadapi persoalan perkotaan yang semakin kompleks.
Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengatakan, koordinasi antarkepala daerah penting untuk menyikapi berbagai tantangan yang akan dihadapi pemerintah kota.
Menurutnya, membangun kota tangguh harus dimulai dari integritas dan kepemimpinan kepala daerah.
Baca Juga: Bansos KLJ Cair September 2026, Cek Daftar Wilayah dan Nominal Saldo Masuk
“Kota tangguh itu bukan hanya kita menciptakan kota yang tangguh dengan pembangunan secara fisik, tetapi menurut saya dimulai dari wali kota dan wakil wali kotanya,” ujar pria yang akrab disapa Mas Aaf itu saat Welcoming Dinner APEKSI 2026 di Bogor, Senin 28 September 2026 malam.
Ia menjelaskan, ketangguhan kepala daerah juga diuji melalui kemampuan menjaga integritas di tengah berbagai peluang yang berpotensi merugikan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah perlu terus mencari terobosan meski menghadapi keterbatasan Anggaran Transfer ke Daerah (TKD), persoalan sampah, dan kendala infrastruktur.
Mas Aaf menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu upaya untuk menjawab persoalan tersebut.
Pemerintah kota perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang memiliki inovasi dalam pengelolaan lingkungan.
Ia mencontohkan inovasi pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi yang dikembangkan Rekosistem.
Menurutnya, inovasi semacam itu dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengembangkan solusi sesuai potensi masing-masing.
“Kolaborasi itu penting, bukan hanya antarkota, tetapi dengan seluruh elemen masyarakat dan peluang yang ada,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan, ancaman perubahan iklim, termasuk fenomena El Nino dan La Nina, menuntut pemerintah daerah untuk mencari solusi di tengah keterbatasan anggaran.
Menurutnya, kolaborasi dan sinergi diperlukan agar pemerintah kota tetap mampu memperkuat ketahanan lingkungan dan menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Baca Juga: Go! Wet Waterpark Grand Wisata Bekasi, Waterpark dengan Beragam Wahana Seru untuk Keluarga
“Di tengah situasi yang serba terbatas secara anggaran, ditambah dunia sedang dilanda fenomena cuaca ekstrem El Nino dan La Nina, kita harus mencari solusi untuk mengembalikan status kota sebagai kota tangguh melalui kolaborasi dan sinergi,” jelas Dedie.
Dedie menyebut, puncak rangkaian Mayor’s Talk APEKSI 2026 digelar di IPB International Convention Center (ICC) Bogor.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kebijakan tingkat nasional, akademisi, dan praktisi untuk membahas strategi ketahanan kota.
Agenda itu melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Kepala BMKG, Menteri Lingkungan Hidup atau perwakilannya, serta praktisi pengelolaan sampah dari Rekosistem.
Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, mengatakan, Kota Bogor dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki inovasi yang dapat dibagikan kepada pemerintah kota lainnya, terutama dalam pengelolaan sampah dan lingkungan.
Ia menjelaskan, Komwil III APEKSI menaungi 25 kota. Sejumlah inovasi yang menjadi perhatian dalam forum tersebut antara lain rencana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan pengembangan Waste Station.
“25 kota ini hadir ke Bogor karena Pemkot Bogor sangat fokus dan semangat untuk membagikan best practice,” papar Alwis.
Selain berbagi praktik baik, forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai hambatan kepada pemerintah pusat.
Aspirasi itu diharapkan dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Alwis mengatakan, hasil diskusi dalam Mayor’s Talk APEKSI 2026 akan dirumuskan dalam Komunike Bogor 2026.
Baca Juga: 15 Kebiasaan Sepele yang Bikin Mobil Cepat Rusak, Pengemudi Wajib Hindari
Dokumen tersebut dijadwalkan diserahkan kepada pemerintah pusat setelah rangkaian kegiatan selesai.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai dari pameran ketahanan kota atau Urban Resilience Expo, forum pleno Mayor’s Roundtable, hingga kunjungan lapangan. (uma)
Editor : Yosep Awaludin