RADAR BOGOR - Warga RW 02 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, punya cara untuk menjaga seni dan budaya lokal. Mereka menggelar panggung hiburan dan silaturahmi bertajuk “Melayuan” pada Selasa, 29 September 2026 malam.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Sedane, RT 01 RW 02, Kelurahan Empang, itu menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan. Acara tersebut menghadirkan pertunjukan musik Melayu dan gambus dari Selvi, Hisyam, Kamal, dan Oky Group.
Empang sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah di Kota Bogor dengan jejak budaya Arab yang kuat. Hal itulah yang membuat warga RW 02 memilih seni Melayu dan gambus untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus mengenalkan seni budaya kepada generasi muda.
Baca Juga: Wakapolri Kawal Persiapan Penerimaan Siswa Baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara Gunung Sindur Bogor
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bogor, Hidayatullah, menilai kegiatan “Melayuan” menunjukkan kawasan Empang masih menjaga jati dirinya sebagai salah satu kawasan bersejarah di Kota Bogor. Menurutnya, seni gambus dan budaya Melayu dapat menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan warga.
“Kegiatan ‘Melayuan’ ini menunjukkan bahwa Empang sebagai kawasan bersejarah tidak pernah kehilangan jati dirinya,” ujar Hidayatullah.
Ia menyebut seni dan budaya juga dapat menjadi jalur untuk membangun keguyuban masyarakat. Menurutnya, kebersamaan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan formal.
Hidayatullah juga menekankan kondisi masyarakat yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, semangat persatuan yang ditunjukkan warga RW 02 diharapkan dapat menular ke wilayah lain di Bogor Selatan.
“Sebaik apa pun visi-misi pemimpin, jika terjadi konflik di tengah masyarakat, pembangunan tidak akan maksimal,” katanya.
Ketua RW 002 Kelurahan Empang, Ammar Askar, mengatakan “Melayuan” sengaja dirancang sebagai ruang berkumpul bagi warga tanpa sekat. Kegiatan tersebut juga melibatkan organisasi pemuda setempat dalam proses penyelenggaraannya.
“Alhamdulillah, malam ini warga RW 02 bersama pemuda menggelar kegiatan kebersamaan ini. Tujuannya sederhana, yaitu agar warga semakin guyub,” kata Ammar.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi cara untuk mengenalkan musik Melayu kepada generasi muda. Ia ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal musik dari budaya luar, tetapi juga dekat dengan seni yang berkembang di lingkungan mereka.
Ammar berharap kegiatan seni dan budaya seperti “Melayuan” dapat digelar secara rutin di RW 02. Selain menjaga budaya, kegiatan tersebut dinilai dapat mempererat hubungan antarwarga dan membuka ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam kegiatan lingkungan.
Ketua Pemuda RW 002, Milzam Bajened, mengatakan keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menjaga kebersamaan di lingkungan. Ia menilai sinergi antara pemuda, masyarakat, dan pemerintah daerah perlu terus dibangun.
“Malam hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk menikmati hiburan, melainkan untuk membuktikan bahwa kekuatan suatu wilayah lahir dari masyarakat yang kompak, pemuda yang bergerak, dan pemerintah yang hadir bersama warganya,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang silaturahmi bagi warga. Dengan begitu, semangat Empang Kompak, Harmonis, Berkah dapat terus terjaga melalui kegiatan masyarakat yang melibatkan berbagai kelompok usia. (uma)
Editor : Eka Rahmawati