RADAR BOGOR - Jembatan pengubung Kelurahan Pasir Jaya-Paledang, Kota Bogor kini sudah terbangun. Anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp2,79 miliar
Tubuh jembatan itu terlihat membentang di atas sungai. Di sisi kiri dan kanannya tamapak ditopang besi tebal berwarna biru telor asin.
Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperumkim Kota Bogor Arie Syarifudin menjelaskan pembangunan jembatan tinggal tahap finishing.
“Ya belum 100 persen masih tahap finishing. Untuk anggarannya di nilai kontrak Rp2,79 miliar,” ungkap Arie pada Rabu 30 September 2026 pagi.
Semua proses pembangunan jembatan ditarget rampung pada akhir Oktober mendatang. Arie memohon doa agar semua prosesnya berjalan lancar.
“Insya allah akhir Oktober selesai. Mohon doanya agar lancar dengan tujuan memudahkan akses masyarakat,” terang Arie pada Radar Bogor.
Baca Juga: BRI Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global, Ini Tiga Tantangan yang Harus Dijawab
Arie mengungkapkan jembatan Pasir Jaya-Paledang sendiri terbentang sepanjang 45,6 meter. Sementara lebar jembatan mencapai 1,8 meter.
Pembangunan jembatan Pasir Jaya-Paledang sendiri punya cerita panjang. Pemerintah Kota Bogor berkali-kali gagal dalam proses penganggaran.
Bahkan warga sekitar sendiri sebelumnya sempat menolak. Hal ini seperti yang diutarakan oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
“Memang permasalahannya klasik ya, ada beberapa indikator termasuk penolakan masyarakat, akses yang memang sulit masuk,” ujar Jenal.
Enam bulan lalu pemerintah kembali beriktiar. Mereka coba menampung aspirasi dari warga agar rencana pembangunan jembatan bisa direalisasikan.
Saat itu Jenal berkesimpulan bahwa pembangunan jembatan Paledang-Pasir Jaya jadi kebutuhan mendesak. Warga sampai meninggal karena tidak ada akses.
"Jadi ini tanggung jawab pemerintah tentunya, tidak ada alasan teknis maupun yuridis ketika akses masyarakat penting dan strategis, kami mencari cara,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin