RADAR BOGOR - Penilaian 10 besar Bogorku Bersih kembali berlanjut, Rabu 30 September 2026. Pada hari kedua ini, panitia menyambangi lima sekolah jenjang SMP.
Mereka mengecek kebersihan lingkungan di masing-masing sekolah. Panitia Bogorku Bersih bahkan juga turut melihat kondisi ruang guru hingga kepala sekolah.
Hal itu seperti yang dilakukan oleh Panitia Bogorku Bersih saat tiba di SMPN 9 Kota Bogor. Seluruh lingkungan sekolah di lokasi ini tak luput dari pantauan mereka.
Saat berkeliling, Panitia Bogor Bersih didampingi oleh Duta Kebersihan SMPN 9 Kota Bogor. Panitia juga turut memberi edukasi penggunaan lubang biopori.
Kepala SMPN 9 Kota Bogor, Hadiri bersyukur sekolahnya masuk 10 besar. Ia mengklaim seluruh siswa memang sudah terbiasa menjaga kebersihan.
Setiap satu pekan sekali, SMPN 9 Kota Bogor bersama seluruh stek holdernya rutin melaksanakan aksi bersih-bersih dalam skala besar.
Baca Juga: Permohonan Maaf Langsung dari Pusat Terkait Keterlambatan TPG Juli-September 2026
“Itu kamu beri nama program Si Geulis. Setiap hari Rabu, anak-anak, seluruh stakeholder membersihkan ruangannya, membersihkan lingkungannya,” ujar Hadiri.
Menjaga kebersihan sekolah disebut Hadiri jadi bagian dari pendidikan karakter. Siswa dan guru dilarang keras membuang sampah sembarangan.
“Kemudian sampahnya dibuang sesuai kategori, yang anorganik dan organik. Bagi kami itu menjadi satu pembiasaan yang baik,” ujar Hadiri.
Terdapat satu area yang jadi andalan SMPN 9 Bogor. Tempat tersebut berada di bagian belakang sekolah, yang kini disulap menjadi taman.
“Jadi itu bisa langsung menghadap ke Gunung Salak. Di sana kami perbanyak tanaman-taman rindang, untuk menjaga kualitas udara,” ucapnya.
Hadiri mengakui, masih ada sejumlah catatan yang diberikan oleh Panitia Bogorku Bersih. Ia menggaransi akan segera memperbaikinya.
"Terima kasih banyak itu masukannya, jadi itu sebagai pembelajaran buat kami ke depan. Nanti kami akan secara manajemen akan kami olah bareng-bareng,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin