Antrean Angkot di SPBG Picu Macet Jalan Merdeka Bogor, Pemkot Minta PGN Tambah Stasiun

Muhamad Rifki Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:14 WIB
Angkot yang tengah mengisi Bahan bakar gas di SPBG Jalan Merdeka, Kota Bogor. Foto: Raissa/Radar Bogor
Angkot yang tengah mengisi Bahan bakar gas di SPBG Jalan Merdeka, Kota Bogor. Foto: Raissa/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Antrean angkutan kota (angkot) yang hendak mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) menjadi salah satu pemicu kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bogor.

Pada jam-jam tertentu, antrean angkot di SPBG Jalan Merdeka Bogor bahkan memakan hingga dua lajur jalan. Akibatnya, kendaraan lain yang melintas harus berbagi ruang di satu lajur yang tersisa.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengakui kondisi lalu lintas di Jalan Merdeka kerap padat. Salah satu penyebab antrean SPBG adalah aktivitas pengisian bahan bakar gas yang digunakan sejumlah trayek angkot.

Baca Juga: Nama Nur Eko Suhardana Menguat, Digadang Pimpin Pemuda Muhammadiyah Cibinong Bogor

Menurut Jenal, terdapat tiga trayek yang biasa melakukan pengisian di SPBG tersebut, yakni Cicurug, Bogor, dan Citeureup.

"Tadi ada kendala ketika ini crowded, ternyata di sini ada tiga pengisian, Cicurug, Bogor dan satu lagi Citeureup," ujar Jenal.

Persoalan semakin terlihat ketika salah satu fasilitas atau pompa pengisian mengalami gangguan. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan semakin panjang hingga berimbas pada arus lalu lintas.

"Maka terjadilah penumpukan pengisian bahan bakar gas. Kita akan undang Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk audiensi," jelasnya saat berada di Jalan Merdeka, Kamis, 1 September 2026.

Baca Juga: Rincian Bansos Tambahan PKH dan BPNT Oktober 2026, Ada Bonus PIP Rp1,8 Juta

Pemkot Bogor Usulkan Tambah SPBG

Untuk mengatasi antrean sekaligus mengurangi dampak kemacetan, Jenal berencana membahas persoalan tersebut bersama PGN.

Salah satu opsi yang akan disampaikan Pemkot Bogor adalah penambahan fasilitas atau stasiun pengisian bahan bakar gas.

"Kami ingin menyampaikan, bisa tidak nambah untuk tempat pengisian bahan bakar gasnya," kata Jenal.

Baca Juga: 11 Film Horor Indonesia Tayang di Bioskop Oktober 2026, Ini Jadwal dan Sinopsisnya

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor belum memiliki data pasti mengenai jumlah angkot yang masih menggunakan bahan bakar gas. Namun, sebagian besar kendaraan yang mengisi di SPBG Jalan Merdeka diketahui berasal dari trayek 15.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan trayek tersebut melayani rute Setu Gede hingga Jalan Merdeka.

"Rata-rata yang mengisi bahan bakar di SPBG itu trayek 15 dengan rute Setu Gede hingga Jalan Merdeka," ujar Dody.

Dari total sekitar 104 armada trayek 15, lebih dari separuhnya masih menggunakan bahan bakar gas. Dody menyebut sekitar 75 persen armada trayek tersebut masih mengandalkan BBG.

Baca Juga: 1.780 Angkot Tua Jadi Target Penertiban di Bogor, 516 Armada Masih Berkeliaran

"Iya, untuk trayek 15, sebanyak 75 persennya pakai bahan bakar gas," ungkapnya.

Dody mengakui antrean angkot di SPBG turut berdampak terhadap kelancaran lalu lintas Jalan Merdeka. Namun, Dishub Kota Bogor memiliki keterbatasan kewenangan karena keputusan mengenai penambahan fasilitas SPBG bukan berada di tangan pemerintah daerah.

Pemkot Bogor kini berharap adanya solusi bersama dengan PGN agar kebutuhan angkot untuk mengisi BBG tetap terpenuhi tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas di Jalan Merdeka. (bay)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor spbg pgn Jalan Merdeka angkot