RADAR BOGOR - Industri batik di Kota Bogor kian menggeliat. Kondisi ini disebut tak lepas dari uluran tangan dan peran Pemkot itu sendiri.
Pemkot melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor diklaim terus memberi support penuh terhadap karya batik yang dihasilkan pengrajin batik lokal.
Memfasilitasi Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI), jadi salah satu upaya Disparbud Kota Bogor untuk memperkuat karya para pembatik lokal.
Tim Promosi Pariwisata Disparbud Kota Bogor, Nina Nurul Fitriany menjelaskan HKI tersebut dinilai penting. Tujuannya untuk memperkuat hak-hak pembatik lokal.
“Pembiayaan dan pendampingannya dilaksanakan oleh kami. Pendaftaran HaKI itu ada pembiayaannya, itu juga ditanggung oleh Pemkot,” ucapnya.
Saat ini sudah ada 38 motif batik di Kota Bogor yang sudah ber HKI. Mereka terdiri dari pengrajin asal Kampung Batik Cibuluh dan di luar lokasi itu.
Baca Juga: Jadi Duta Genre Kota Bogor, Fadilah Rahman Fokus Edukasi Remaja
“Maka secara unsur penciptaan dan legalitasnya ketika sudah di HKI sudah menjadi milik dari si pengrajin itu sendiri,” terang Nina pada Radar Bogor.
HKI ini juga dapat memberi nilai ekonomis. Saat orang lain berkeinginan menggunakan motif batik tersebut, maka dia wajib mengeluarkan biaya administratif.
“Ya harus berbayar, ada royalti, kan itu menunjukkan kepemilikan si motif batik tersebut. Serta memperkuat identitasnya,” ujar Nina, Jumat (2/10/2026).
Pemkot Bogor juga ikut memberikan pelatihan kepada para pembatik. Langkah ini bertujuan untuk menambah kualitas karya yang dihasilkan.
“Untuk dari bidang pemasarannya kita banyak kolaborasi dengan operator tour untuk membuat paket wisata di Kampung Batik Cibuluh,” beber Nina.
Anak-anak muda didorong untuk bangga terhadap batik lokal. Pemkot Bogor rutin menggelar lomba fashion show bernuansa batik.
“Atau juga bikin konten misalnya kayak styling batik dengan menggunakan batik khas Bogor. Itu juga kita lakukan. Kita gandeng Mojang Jajaka,” pungkasnya (bay)
Editor : Eka Rahmawati