Ibu Hamil dan Balita di Balumbangjaya Bogor Dapat Bantuan Program Gemarikan

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin dalamSafari Gemarikan di Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat. (Dok. Pemkot Bogor)

Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin dalamSafari Gemarikan di Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat. (Dok. Pemkot Bogor)

RADAR BOGOR - Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) terus digencarkan pemerintah sebagai salah satu upaya meningkatkan asupan protein masyarakat, khususnya bagi anak-anak. Program tersebut juga menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian terhadap pemenuhan gizi, termasuk ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita.

Kegiatan Gemarikan digelar di Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu, 3 Oktober 2026. Program tersebut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Gemarikan merupakan program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan berupa ikan beku diberikan kepada warga Balumbangjaya, terutama ibu yang sedang hamil serta keluarga yang memiliki balita. Pemberian bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan gizi sekaligus membantu pemerintah menekan angka stunting di Kota Bogor.

Baca Juga: PKPA Kembali Digelar di Unpak Bogor, Cetak Calon Advokat Berkualitas dan Berintegritas

Endang mengatakan ikan merupakan salah satu sumber protein hewani berkualitas yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurutnya, kondisi gizi ibu hamil maupun ibu menyusui perlu mendapat perhatian karena turut berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak.

“Banyak ibu-ibunya yang kekurangan gizi, padahal sedang mengandung atau menyusui, ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujar Endang dalam sambutannya.

Ia menilai pemenuhan asupan gizi harus menjadi perhatian bersama agar ibu dan anak memperoleh kebutuhan nutrisi yang memadai, terutama pada periode penting pertumbuhan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan persoalan stunting masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor. Karena itu, Gemarikan dinilai dapat menjadi salah satu langkah tambahan dalam mendukung berbagai upaya penanganan masalah gizi di daerah.

“Program ini cukup strategis, cukup penting karena pada 2045 di usia Indonesia yang ke-100 tahun, anak-anak kita yang nantinya akan jadi Generasi Emas,” kata Jenal Mutaqin.

Jenal menilai program pemenuhan gizi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia pada 2045. Menurutnya, generasi tersebut diharapkan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, kuat, serta memiliki karakter dan adab yang baik.

Karena itu, Gemarikan bersama berbagai program pemerintah lainnya di bidang gizi diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sejak dini. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas menuju 2045.

Jenal berharap program yang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat tersebut dapat memberikan manfaat bagi anak-anak, sehingga mereka tumbuh dengan kondisi kesehatan dan kecukupan gizi yang mendukung cita-cita pembangunan Generasi Emas Indonesia.

Editor : Eka Rahmawati
Gemarikan bogor balumbangjaya