Becak Listrik Bantuan Prabowo Dipakai 160 Lansia di Bogor untuk Mencari Nafkah 

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 09:12 WIB
Waki Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menyerahkan secara simbolis bantuan becak listrik kepada para lansia.
Waki Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menyerahkan secara simbolis bantuan becak listrik kepada para lansia.

RADAR BOGOR – Sebanyak 160 pengayuh becak lanjut usia (lansia) di Kota Bogor kini mendapat bantuan becak listrik untuk menunjang aktivitas mencari nafkah.

Bantuan becak listrik tersebut merupakan pemberian pribadi Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Bantuan becak listrik tersebut dinilai dapat membantu meringankan beban pengayuh lansia sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Seluruh penerima merupakan pengayuh becak berusia di atas 55 tahun yang dinilai memenuhi persyaratan penerima bantuan.

Penyerahan 160 unit becak listrik berlangsung di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Selasa 6 Oktober 2026. Prosesi tersebut turut disaksikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Baca Juga: Sukamakmur Jadi Lokasi ke-6 Road Show Antikorupsi Pemkab Bogor

Becak listrik yang diberikan merupakan produksi PT Pindad. Kendaraan tersebut memiliki daya 220 Watt dan dapat melakukan pengisian daya menggunakan listrik rumah tangga.

Pemkot Bogor Siapkan Legalitas dan Aturan Operasional

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, Pemkot Bogor memiliki tanggung jawab untuk mengawal bantuan tersebut agar penggunaannya tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi penerima.

Menurut Jenal, sebagian besar penerima bantuan merupakan pengayuh lansia yang telah memenuhi ketentuan usia, yakni di atas 55 tahun.

"Kami pemerintah wajib mengawal program baik Pak Presiden ini. Sehingga bantuan ini diharapkan bisa benar-benar bermanfaat. Karena yang menerima rata-rata sesuai persyaratan adalah lansia di atas usia 55 tahun," jelas Jenal.

Jenal menyebut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor akan menjadi leading sector dalam membantu penerima mengurus berbagai kebutuhan legalitas.

Hal tersebut diperlukan karena terdapat perbedaan dalam pengoperasian antara becak manual dengan becak listrik.

Pemkot Bogor nantinya memfasilitasi pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), bukti kepemilikan, hingga pelatihan bagi para penerima bantuan.

"Kami akan fasilitasi pemberian SIM dan bukti kepemilikan, termasuk pelatihannya. Legalitas ini akan dirangkaikan dengan penempatan lokasi operasional. Karena sesuai Perwali Nomor 15 Tahun 2006, ada 16 ruas jalan yang tidak boleh dilalui becak di Kota Bogor," ucap Jenal.

Ada 16 Ruas Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Becak

Selain persoalan legalitas, Pemkot Bogor juga akan mengatur lokasi operasional becak listrik agar penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Salah satu aturan yang menjadi perhatian adalah larangan becak melintas di 16 ruas jalan di Kota Bogor sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 15 Tahun 2006.

Ketentuan mengenai 16 ruas jalan tersebut akan terus disosialisasikan kepada para penerima bantuan.

Baca Juga: Liburan ke Bandung? Ada Apartemen Pastel Cutesy di Setiabudi, Fasilitasnya Bikin Betah

Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional becak listrik tetap aman dan tidak mengganggu tata ruang serta lalu lintas di wilayah Kota Bogor.

Pengayuh Becak Lansia Dapat Bimbingan Teknis

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor, Sopian SE, turut mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap para pekerja rentan, khususnya pengayuh becak yang masih bekerja di usia lanjut.

Menurut Sopian, penggunaan becak listrik dapat membantu para pengayuh lansia yang selama ini masih mengandalkan tenaga fisik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Di usia yang tak lagi muda, pengayuh becak masih harus mengandalkan tenaga untuk mencari nafkah. Bantuan becak listrik ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat lanjut usia yang masih harus bekerja. Ini bukan sekadar bantuan alat, tapi menjaga martabat dan kesejahteraan mereka agar tetap produktif," ujar Sopian.

Sementara itu, PIC Becak Listrik Kota Bogor sekaligus Ketua Yayasan Bhakti Garuda Putra, Iwan Kustiawan, memastikan seluruh penerima 160 unit becak listrik telah mendapatkan sosialisasi dan bimbingan teknis sebelum mengoperasikan kendaraan tersebut.

Materi yang diberikan mencakup tata cara pengisian daya, perawatan baterai, sistem pengereman, hingga etika berkendara di jalan.

"Semua penerima 160 unit sudah kita bimtek. Cara nge-charge, perawatan baterai, pengereman, dan etika di jalan. Kita tekankan wajib bawa SIM, bukti kepemilikan, dan patuh 16 jalur larangan. Tujuannya satu, bantuan ini tepat sasaran dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan, bukan menimbulkan masalah baru," tegas Iwan.

Iwan juga menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan program personal Presiden Prabowo Subianto dan bukan bersumber dari APBN.

Baca Juga: Gunung Putri Bogor Berjuang Rebut Juara Satu Desa Berprestasi Tingkat Nasional 2026

Karena itu, menurutnya, pengawasan terhadap pemanfaatan becak listrik menjadi bagian penting agar bantuan benar-benar digunakan sesuai tujuan.

Dengan adanya bantuan ini, para pengayuh becak lansia di Kota Bogor diharapkan dapat tetap produktif dengan beban fisik yang lebih ringan, sekaligus memperoleh peningkatan kesejahteraan. (****)

Editor : Yosep Awaludin
kota bogor becak listrik prabowo subianto