RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan sejumlah program prioritas dalam Rancangan APBD (RAPBD) 2027. Mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan untuk warga, penguatan UMKM, hingga pembangunan infrastruktur masuk dalam rencana belanja tahun depan.
Salah satu program yang mendapat perhatian besar dalam pembahasan RAPBD Kota Bogor, adalah pembangunan konektivitas kota, khususnya Jalan R3.
Pemkot Bogor menyiapkan Rp331 miliar untuk pengadaan tanah Jalan R3 dan Rp68 miliar untuk pembangunan Jalan R3 segmen Wangun-Katulampa.
Baca Juga: Update Jelang Port FC vs Persib: 6 Pemain Ini Tidak Dibawa ke Thailand
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan berbagai program tersebut disusun untuk mendukung visi Bogor Beres, Bogor Maju melalui empat pilar pembangunan, yakni Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Sejahtera dan Bogor Lancar.
Hal tersebut disampaikan Dedie saat membacakan pidato penjelasan RAPBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, Selasa, 6 Oktober 2026.
Bogor Cerdas: Sekolah hingga Beasiswa
Di sektor pendidikan, Pemkot Bogor berencana memperluas kapasitas sekolah sekaligus membuka akses pendidikan bagi masyarakat.
Salah satu programnya adalah pembangunan satu unit sekolah baru dengan anggaran Rp13,9 miliar.
Baca Juga: La Vela Green Lake City Tangerang Kini Gratis, Ada Spot Foto Ala Eropa dan Gondola
Pemkot juga menyiapkan Rp23,3 miliar untuk pembangunan 14 ruang kelas baru (RKB) SDN serta Rp3,4 miliar untuk pembangunan tiga RKB SMPN.
Dukungan pendidikan juga diarahkan kepada siswa dan mahasiswa.
Beasiswa untuk siswa SMP swasta mendapat alokasi Rp9 miliar. Sementara beasiswa mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu disiapkan Rp2,9 miliar.
Adapun bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu jenjang MA, SMA dan SMK mendapat alokasi Rp3,7 miliar.
Tak hanya sekolah, sektor pelayanan publik juga masuk dalam pilar Bogor Cerdas.
Baca Juga: Menyongsong Laga Port FC vs Persib, Igor Tolic Siap Beri yang Terbaik
Pemkot mengalokasikan Rp4,5 miliar untuk pembangunan Kantor DPMPTSP di Pusat Pemerintahan Terpadu Katulampa serta Rp5 miliar untuk pembangunan jalan akses menuju kawasan perkantoran tersebut.
Pemkot juga menyiapkan Rp1,2 miliar untuk bantuan hukum gratis bagi masyarakat miskin.
Bogor Sehat: BPJS, Cek Kesehatan hingga Bedah Rumah
Untuk sektor kesehatan, anggaran yang disiapkan juga cukup besar.
Pemkot Bogor mengalokasikan Rp75 miliar untuk iuran BPJS PBI dan Rp37 miliar untuk program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Penanganan stunting mendapat anggaran Rp2,8 miliar. Dana tersebut diarahkan untuk intervensi terhadap balita dan ibu hamil melalui posyandu, penyuluhan serta pemberian makanan bergizi.
Baca Juga: Hotel di Bogor Makin Tertekan, Okupansi Cuma 40 Persen hingga Siap Jual Aset
Pemkot juga merencanakan pembangunan Pustu Cibuluh dan Situgede dengan anggaran Rp6,2 miliar.
Sementara rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Belong, Bogor Tengah dan Semplak mendapat alokasi Rp1,2 miliar.
Untuk layanan kegawatdaruratan, operasional Puskesmas IGD 24 jam mendapat Rp2,8 miliar. Kemudian Rp1,7 miliar dialokasikan untuk operasional PSC 119.
Pengadaan ambulans untuk Puskesmas Mekarwangi, Cipaku dan UPTD PSC 119 mendapat anggaran Rp1,9 miliar.
Ada Anggaran untuk Rumah Tak Layak Huni
Baca Juga: KOPEL Desak DPR Telusuri Temuan MK soal Ijazah Wapres Gibran
Program kesehatan juga bersinggungan dengan kualitas lingkungan dan hunian warga.
Pemkot menyiapkan Rp18 miliar untuk fasilitas dan armada angkutan sampah. Sementara optimalisasi SPALD Terpusat dan Sub SPALD mendapat Rp3,7 miliar.
Untuk perbaikan rumah warga, sebanyak 735 unit rumah tidak layak huni (RTLH) direncanakan mendapat perbaikan dengan anggaran Rp9,6 miliar.
Selain itu, program bedah rumah untuk 27 unit mendapat alokasi Rp2,6 miliar.
Sektor olahraga juga masuk dalam pilar Bogor Sehat. Pembangunan sarana dan prasarana olahraga Kecamatan Bogor Barat tahap kedua mendapat Rp9,8 miliar.
Kemudian Rp17 miliar disiapkan untuk rehabilitasi Stadion Pajajaran tahap ketiga.
Baca Juga: Putusan MK Soal Wapres Gibran, 4 Pihak Ini Disorot Vinus
Bogor Sejahtera: UMKM dan Lapangan Kerja Jadi Perhatian
Pilar Bogor Sejahtera diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui UMKM, ekonomi kreatif, koperasi serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Pemkot menyiapkan Rp3,8 miliar untuk pembinaan, digitalisasi dan teknologi produksi UMKM.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia UMK mendapat Rp3,1 miliar. Sementara portal promosi dan pemasaran UMKM serta industri kreatif disiapkan dengan anggaran Rp1,2 miliar.
Bagi pencari kerja, program pelatihan vokasi berbasis unit kompetensi mendapat Rp3,2 miliar.
Sedangkan program sertifikasi kompetensi kerja memperoleh alokasi Rp1,8 miliar.
Baca Juga: Siap-siap Tarik Data Bansos 10 Oktober 2026, KPM Cepat Registrasi Perlinsos
Sektor pariwisata juga masuk dalam rencana tersebut. Pemkot mengalokasikan Rp800 juta untuk penyelenggaraan Calendar of Event, Pasanggiri Mojang Jajaka dan promosi pariwisata.
Adapun program pemberdayaan dan perlindungan koperasi mendapat Rp367 juta.
Bogor Lancar: Jalan R3 Dapat Rp331 Miliar
Pilar Bogor Lancar menjadi salah satu bagian yang memiliki alokasi besar, terutama untuk mendukung konektivitas kota.
Pengadaan tanah Jalan R3 mendapat Rp331 miliar, sementara pengadaan tanah Jalan Permata dialokasikan Rp13,8 miliar dan Jalan R2 Rp9 miliar.
Baca Juga: BABYMONSTER Umumkan Comeback 23 Oktober 2026, Dijadwalkan Tampil di Jakarta
Untuk pembangunan fisik, Jalan R3 segmen Wangun-Katulampa mendapat Rp68 miliar.
Pemkot juga menyiapkan Rp30 miliar untuk pembangunan Jalan Akses Menuju Sarana Pelayanan Umum Kayumanis dan Rp3 miliar untuk pembangunan Jalan Tembus Permata.
Fasilitas bagi pejalan kaki juga masuk dalam daftar prioritas.
Pembangunan JPO Jalan MA Salmun mendapat alokasi Rp16 miliar, sedangkan pembangunan trotoar Jalan CIFOR disiapkan Rp2,5 miliar.
Di sektor transportasi umum, peningkatan layanan angkutan perkotaan melalui skema Buy The Service (BTS) BISKITAmendapat Rp45,8 miliar.
Baca Juga: 5 Syarat PKH BPNT Tahap 4 Cair dan Cara Pengajuan Sanggah KPM Exclude
Sementara revitalisasi Terminal Bubulak tahap ketiga mendapat alokasi Rp1,1 miliar.
Pemkot Siapkan Pinjaman Daerah Rp400 Miliar
Untuk mempercepat pengadaan lahan dan pembangunan Jalan R3, Pemkot Bogor juga menyiapkan alternatif pembiayaan melalui pinjaman daerah sebesar Rp400 miliar.
Pinjaman tersebut direncanakan berasal dari lembaga keuangan bank, nonbank, atau PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).
Skema tersebut diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan Jalan R3.
Secara keseluruhan, total belanja daerah dalam RAPBD 2027 direncanakan mencapai Rp3,769 triliun.
Baca Juga: Saung Pak Ewok, Kuliner Bogor dengan Sop Buah Segar dan Aneka Menu Favorit
Sementara pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp3,298 triliun dan pembiayaan daerah sekitar Rp470 miliar.
Ini Porsi Mandatory Spending RAPBD 2027
RAPBD Kota Bogor 2027 juga memuat alokasi belanja wajib atau mandatory spending.
Belanja sektor pendidikan dialokasikan sebesar 22,94 persen dari total belanja daerah.
Kemudian belanja infrastruktur pelayanan publik mencapai 49,10 persen, sedangkan belanja pegawai berada di angka 27,42 persen dari total belanja daerah.
Baca Juga: Bukan Cuma Baterai, Ini Penyebab Mobil Listrik Bisa Lebih Boros di Jalan
Selanjutnya, RAPBD 2027 akan dibahas bersama antara Pemkot Bogor dan DPRD Kota Bogor.
Persetujuan bersama RAPBD tersebut ditargetkan dapat dilakukan paling lambat 30 November 2026. (uma)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga