RADAR BOGOR – Kesadaran menjaga kesehatan mental perlu dibangun sejak dini agar masyarakat mampu menghadapi tekanan emosional dan mengetahui kapan harus mencari bantuan profesional.
Upaya tersebut dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Bogor melalui kegiatan bakti sosial di Taman Lansia, Bogor Tengah, Sabtu 10 Oktober 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia setiap 10 Oktober ini mengusung tema “Pengalaman Hidup yang Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata”.
Beragam aktivitas disiapkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jiwa.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup senam otak, penyuluhan tentang manajemen stres, skrining kesehatan jiwa secara virtual, hingga layanan konseling gratis.
Masyarakat yang hadir juga berkesempatan menjalani skrining kesehatan jiwa dan berkonsultasi langsung dengan psikiater melalui fasilitas pojok curhat.
Baca Juga: Kisah Evi Agen BRILink di Lampung, Layani 2.200 Transaksi per Bulan hingga Berangkat Umrah
Selain itu, peserta diajak menyampaikan harapan serta menuliskan pesan edukatif di pohon harapan sebagai salah satu upaya mengurangi stigma negatif terhadap gangguan jiwa.
Ketua Panitia Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, dr. Elvina Katerin Sahusilawane, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum.
Melalui bakti sosial ini, PDSKJI Cabang Bogor ingin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jiwa, termasuk cara memberikan respons dan mendampingi orang terdekat yang sedang mengalami tekanan emosional.
“Tujuannya itu untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap kesehatan jiwa,” ujar Elvina saat ditemui di Taman Lansia.
Menurut Elvina, kebiasaan saling mendengarkan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu seseorang menghadapi beban emosional.
Ia juga menyoroti masih adanya anggapan di masyarakat bahwa layanan psikiater hanya diperlukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa berat.
“Termasuk stigma itu juga mau kita hapus, kita patahkan stigma masyarakat bahwa it's okay untuk mengakses layanan kesehatan jiwa sebelum masuk ke dalam gangguan jiwa,” lanjutnya.
Elvina menegaskan, akses terhadap layanan kesehatan jiwa sejak awal perlu ditingkatkan agar masyarakat bisa mendapatkan pertolongan sebelum persoalan emosional semakin mengganggu kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kegiatan tersebut turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan emosi dan langkah-langkah menghadapi stres.
“Harapannya pengetahuan masyarakat meningkat terhadap kesehatan mental dan tahu bagaimana cara menghadapi stres kehidupan,” tambah Elvina.
Baca Juga: Tahap 4 Kapan Cair? Cek Wilayah Tarik Dana Bansos Tahap 2 dan Tahap 3 Susulan
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bakti sosial ini terbilang tinggi. Jumlah pendaftar tercatat melampaui target yang ditetapkan panitia.
Dari target awal sebanyak 100 peserta, jumlah pendaftar mencapai sekitar 140 orang.
Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum dan mahasiswa hingga anggota komunitas lokal.
Sejumlah komunitas yang turut berpartisipasi di antaranya PKPSI, komunitas gamer, alumni Regina Pacis, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sebelum pelaksanaan kegiatan, informasi mengenai layanan bakti sosial gratis tersebut telah disebarluaskan melalui media sosial PDSKJI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, serta jaringan puskesmas di wilayah setempat.
Melalui kegiatan ini, PDSKJI Cabang Bogor berharap masyarakat semakin terbuka untuk mengakses bantuan profesional ketika menghadapi persoalan kesehatan jiwa.
Dengan meningkatnya pemahaman dan kesadaran tersebut, diharapkan terbentuk lingkungan sosial yang lebih peduli, suportif, dan tidak memberikan stigma terhadap orang yang mengalami masalah kesehatan mental. (uma)
Editor : Yosep Awaludin